Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Arya kewalahan


__ADS_3

"Hahaha. Akhirnya kena juga kau manusia! Kupikir kau benar benar sakti.Tak tahunya cuma pajangan saja!"


"Ketahuilah olehmu hai anak muda! Kutukan ular yang sudah memasuki ujung kakimu itu tidak akan bisa hilang, kecuali kalau wadahnya mati! dan itu akan terjadi tak lama lagi!"


"Tapi sebelum hal itu terjadi, aku ingin melihat penderitaan mu terlebih dahulu dan melihat bagaimana caramu untuk melepaskan diri?" ejek Medusa pada Arya.


Dia yakin tekniknya kali ini akan mampu membunuh Arya. Karena selama ini ilmu tersebut sangat ditakuti oleh dunia, walau baru sekali dulu digunakannya.


Namun Arya hanya diam saja, dan memandang kosong pada lawannya. Secara perlahan tubuh Arya diselimuti oleh aura kutukan tersebut, dan terus merambat naik ke pinggangnya. Bila itu dibiarkan. maka lambat laun seluruh tubuh Arya akan tenggelam, dan bisa diledakkan kapan saja.


Sebenarnya Arya bukan diam, tapi sedang mencari cara untuk bisa lepas dari kutukan itu. Karena sejak dari awal, semua teknik yang dicobanya tidak mampu menghancurkan. Namun saat kutukan tersebut sudah naik ke lehernya, barulah dia menemukan cara.


Teknik kekosongan yang diajarkan oleh Suta, segera dia gunakan, yang sebelumnya ia lupakan. karena masih yakin dengan ilmu ilmunya. Lalu tiba tiba terdengar sebuah teriakan cukup kuat, yang berasal dari mulut Arya


"Teknik kekosongan semesta! Aktifkan!" ujarnya.


Krak!


Krak!


Boom!


Prang!


Segera setelah itu tubuhnya terbebas dari belenggu, dan langsung terbang menuju Meduza, yang saat ini sedang terhuyung kesakitan. karena menahan kekuatan teknik Arya. Tapi berbeda dengan tubuh Medusa. Sesaat setelah teknik tersebut meledak, tubuh Medusa kembali seperti semula. Berwujud ular dan berkepala manusia.


"Kurang ajar!" makinya. Lalu secepat kilat menyemburkan bisa ular kearah Arya. dan sialnya tidak sempat dihindari olehnya.


"Argh!" teriak Arya.


"Hahahaha. Matilah kau manusia hina! Hiaaaa!"


Dhuar!


Tubuh Arya meledak dan hilang sesudahnya.


"Sudah selesai!" ujar Medusa merasa bangga.karena bisa ularnya langsung menghancurkan Arya.


Kejadian itu tentu saja diapresiasi oleh saudaranya dengan berkata. "Kau benar kakakku yang cantik! Aku kira akan sangat sulit mengalahkannya. Ternyata sangat mudah." jawabnya.


"Sehabis ini kita mau kemana? Tempat ini tidak biasa." sambung Medusa.


"Ah benar juga! Kenapa aku lupa?" jawab Meduza. Kemudian melangkah pergi mengikuti saudaranya.


"Hei kalian mau kemana? Kenapa terburu buru? Aku belum puas bermain main" tegur seseorang mengagetkan keduanya.


"Bagaimana bisa? Bukankah kau sudah mati? Tapi mengapa bisa hidup lagi?" reaksi Medusa tidak percaya.


Slash!


Bugh!


Bamm!


Tanpa menjawab pertanyaan Medusa. Arya yang sebenarnya belum mati langsung menyerang Medusa, hingga membuat yang diserang terpental karenanya.

__ADS_1


Lalu siapa yang dilihat meledak tadi? Apakah itu memang benar Arya, atau bayangannya saja?


Sebenarnya seperti ini. Saat Medusa menyemburkan bisanya. Arya sudah mengerti akibat yang akan ditimbulkannya. Oleh karena itu dia segera menerapkan teknik boneka, yang bisa menggantikan posisinya. Jadi yang meledak itu bukan dirinya tapi boneka. Lalu kemana dia saat itu?


Sehabis merilis teknik tersebut Arya langsung menghilang, dengan menggunakan kemampuan Kasutpada kacarma. yang sekarang efeknya sangat terasa, karena Suta mau ikut turun tangan untuk menyempurnakannya. Oleh sebab itu nyawa Arya bisa terselamatkan.


Mendapat serangan serta kemunculan Arya yang tiba tiba itu, tentu saja membuat Meduza menjadi marah, dan berniat ingin membunuhnya.


"Kutukan dewa ular!" Seru Medusa." Aktifkan!" lanjutnya.


Krak!


Slash!


Boom!


Tiba tiba cuaca ditempat itu menjadi gelap. dan sempat mempengaruhi kondisi Arya. dan itu membuat Medusa menjadi senang. Namun karena sudah ditempa oleh pengalaman, efek dari kutukan itu berangsur menghilang, dan sekarang sudah tidak terasa.


"Bagaimana bisa? Apa yang kau lakukan?" reaksi Meduza.


"Itu gampang! ilmu kalian saja yang masih rendah, jadi tidak begitu berpengaruh padaku." jawab Arya slow saja. Kemudian tanpa terduga, tubuh Arya menghilang dan muncul didepan Meduza, serta langsung menghantam tubuhnya hingga tumbang. Disusul dengan menghujamkan kujang emas kembar kearah kedua matanya. Ditutup dengan memukulkan telapak tangannya ke kepala. Maka detik itu juga kepala serta tubuh Meduza meledak, dan berubah menjadi kabut darah, serta hilang sesudahnya.


Peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat. Hanya memakan waktu sepersekian detik, tapi efeknya sangat terasa. Dimana makhluk abadi seperti Meduza mati begitu saja dengan membawa rasa penasaran yang sangat tinggi.


Tentu dia tidak menduga kalau kali ini harus mati ditangan manusia yang sejak tadi direndahkannya. Namun itulah yang terjadi. Dia terpaksa mati karena kesombongannya. Lalu bagaimana dengan Medusa?


Melihat serta menyaksikan saudaranya mati, tentu saja dia tidak percaya. Bagaimana mungkin seorang anak manusia bisa membunuhnya. Bukankah Meduza makhluk abadi dan tidak bisa mati? Tapi kenapa mati juga? Begitulah pikiran yang berkecamuk di kepala Medusa.


"Bagaimana. Apakah kau ingin mati juga?" tanya Arya mengejutkan lawannya. Sambil menghilangkan kujang emas kedalam ruang jiwanya.


"Hiaaaa!" Disambung dengan teriakannya yang lantang." Teknik Perwujudan Naga! Aktifkan!"


Slash!


Boom!


Segera setelah itu secara instan tubuhnya berubah menjadi besar. Lebih besar dari perubahan pertama. dan kali ini memang beda, karena aura intimidasinya sangat terasa.


Untuk sementara Arya terpengaruh, karena kekuatan tersebut menarik jiwanya. tapi cepat dinetralkan olehnya. Namun tiba tiba..


"Matilah kau manusia!"


Swush!


Bugh!


Dhuar!


Tubuh Arya terlempar dan tidak berhenti sampai sebegitu jauhnya. disebabkan sabetan ekor naga yang entah bagaimana alih alih menghantam tubuhnya. Padahal sejak dari awal perubahan ujung ekornya sangat jauh, tapi kenapa tiba tiba bisa menghantamnya? Itulah yang tidak dipahami oleh Arya.


Ternyata Arya terkena ilusi naga walau dia master ilusi. Namun saat itu Arya sedikit lengah dan akhirnya terpengaruh juga. Makanya tubuhnya menjadi korban dan terpental cukup jauh dari tempatnya semula.


Beruntung ilmu dan ketahanan Arya sangat tinggi. Jadi walau dihantam begitu kuatnya, tubuh Arya tidak mengalami cidera. Malah membuat emosinya memuncak dan memicu kekuatan yang disembunyikannya meledak.


Teknik jarum pelumpuh Sukma Teknik penyegel roh dan teknik kekosongan adalah ilmu andalan nya saat ini. dan itu belum ia gunakan semua. Jika memungkinkan ia akan memakai teknik inti pedang yang bisa ia ubah menjadi teknik apa saja yang dikehendaki dan tergantung suasananya.

__ADS_1


Berkat menjadi bulan bulanan musuhnya Arya jadi paham, bahwa meremehkan lawan itu sangat dilarang. Karena meremehkan itulah tubuh Arya terkena pukulan. Jika dibiarkan kemungkinan nyawa Arya bisa melayang.


"Pukulan Raja Bajra! Aktifkan!"


Swush!


Bugh!


Dhuar!


Disusul dengan "Teknik seribu pedang! Serang!"


Slash!


Slash!


Ribuan pedang tajam melayang kearah Medusa, yang sedang menahan kesakitan akibat dihantam pukulan raja Bajra. Hingga sebagian kecil tubuhnya hangus dan hancur terbakar karenanya.


Belum lagi selesai. Ribuan pedang menyerangnya, serta memotong apa saja yang ada ditubuh Medusa. Tapi dibagian kepalanya tidak mempan karena pedang pedang tersebut banyak yang hancur sebelum menembus kepalanya.


Sedang kerepotan seperti itu Arya berteriak lagi. Kali ini teknik pamungkasnya ia gunakan, yaitu teknik kemarahan semesta yang sudah disempurnakan, dan langsung menghantam sebagian. besar tubuh Medusa di dekat kepala, hingga membuatnya hancur tidak tersisa.


Selagi Medusa kesakitan seperti itu. Arya kembali menyerang musuhnya. Kali ini menggunakan jarum pelumpuh Sukma serta segel penangkap jiwa, agar jiwa Medusa yang hampir sekarat itu tidak melarikan diri. Baru disempurnakan dengan teknik terakhir, yaitu teknik kekosongan semesta, yang kekuatannya tidak perlu diragukan lagi.


Maka dengan yakinnya Arya berseru pada jiwa yang hampir mati dengan teriakannya yang membahana." Teknik kekosongan semesta! Hancurkan jiwa Medusa dan bakar dengan segel penangkap jiwa! Aktifkan!" serunya.


Krak!


Krak!


Boom!


Dhuar!


"Kyiaaaaaa!" jeritan terakhir dari serpihan jiwa Medusa, memenuhi ruang hampa. Disusul dengan bunyi ledakan yang sangat memekakkan telinga. Namun Arya tenang tenang saja.


"Selesai sudah!" Guman Arya merasa lega. Kemudian mengedarkan persepsinya ke segala arah untuk memastikan apakah Medusa benar benar mati atau tidak.


Slash!


Bugh!


Bamm!


Tiba tiba tubuh Arya terpental jauh dan sedikit mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Entah apa yang terjadi dia pun tidak tahu.


"Siapa yang memukul ku?" ujarnya. Sambil mengedarkan aura kesadarannya ketempat lain. bahkan sampai mengerahkan teknik mata dewa untuk melihat siapa pelakunya.


Namun tiba tiba terdengar suara tawa cukup renyah, dan itu mengagetkan Arya. "Hahahaha!"


"Ternyata kau bocah yang tidak bisa diremehkan! Hampir saja aku mati kalau tidak cepat cepat memindahkan sebagian jiwaku ke tempat lain. Kalau tidak aku pasti akan mati karena jurus jurus mu itu. Tapi sekarang tidak akan lagi!" teriaknya.


"Bagaimana ayah? Apakah Suta harus turun tangan?" tanya seseorang pada ayahnya.


"Untuk sementara jangan! Biarkan dia menemukan caranya sendiri untuk menghancurkan Medusa. Kalau kau turun tangan tidak seru. Ilmu Medusa tidak ada apa apanya dengan mu. Jadi jangan ikut campur. Percayakan saja pada Arya. karena ayah yakin dia pasti bisa!" jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2