Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Berencana membeli pulau Angsa


__ADS_3

Satu hari kemudian. Arya, Sang pelaku utama pembersihan pulau angsa. Didampingi oleh Dave tua, Satya serta seratus lima puluh lima orang pengusaha negara, yang bergabung dengan asosiasi perdagangan besar dibawah kendalinya. telah mendarat di pulau Angsa, dengan menggunakan sebelas helikopter super puma milik perusahaan. serta tiga kapal besar milik Arya juga.


Kedatangan mereka yang luar biasa itu, tentu saja membuat masyarakat yang mendiami pulau tersebut merasa bangga, karena baru kali ini tempat mereka didatangi oleh sebagian orang orang kaya Nusantara. Jadi kedatangan orang orang tersebut disambut secara besar besaran, karena mereka tahu bahwa yang datang itu adalah tamu terhormat mereka.


"Ternyata ini pulau yang selalu diceritakan oleh guru sejarah ku waktu SMP dulu. Tidak disangka hari ini aku menjejakkan kaki kesini. Sungguh luar biasa keadaannya!" Guman seorang pengusaha pada rekannya.


"Ya aku juga begitu! Bukan hanya tentang pulau ini saja yang diceritakan oleh guru guru kita, tapi gugusan pulau pulaunya yang membentang luas hampir menutupi lautan, juga tak luput dari perhatiannya."


"Waktu itu kita belum begitu tertarik dengan ceritanya, bahkan menganggap hanya angin lalu saja?"


"Namun tidak disangka, hari ini kita malah berdiri disini, untuk bersama sama menyaksikan berdirinya perusahaan berskala besar, yang digadang gadang bakal menyaingi perusahaan serupa di dunia."


"Jika aku tahu sejak lama. Mungkin perusahaan ku yang akan bertahta disini. Tapi pemimpin agung kita yang malah mendapatkannya. Sungguh ini satu keberuntungan besar dan luar biasa!" jawab temannya.


"Bukan hanya itu saja. Selain pabrik pengolahan ikan tuna segar dan hasil laut lainnya. Tuan muda Arya juga akan mendirikan perusahaan tambang emas, yang secara tidak sengaja ditemukan oleh tim yang ia kirimkan beberapa bulan lalu, dan akan segera direalisasikan tak lama kemudian."


"Jika itu terealisasi, perusahaan kita yang akan kebagian untungnya. karena bagian konstruksi diserahkan pada kita. Jadi secara tidak langsung kita juga yang diuntungkan?" balas temannya tidak kalah gembira.


"Ya kau benar! Pemimpin muda kita memang sangat luar biasa! Kalau dia belum bersama nona Amanda juga Kanaya. sudah lama putriku yang bernama Mona, ku suruh untuk mendekatinya. Hitung hitung bisa mendapatkan calon menantu yang sangat luar biasa itu. Hahahaha!" gelak temannya tak kalah kocak pula.


"Mimpilah kau tu! Tuan muda itu orangnya setia, dan tidak keganjenan seperti anak orang kaya lainnya. Jika posisinya itu dipegang oleh anak Braga si pengkhianat itu. Entah apa jadinya dengan nona Kanaya juga Amanda tersebut. Mungkin sudah jadi bulan bulannya?"


"Beruntung mereka bersama dengan tuan muda Arya. Mudah mudahan mereka bisa hidup rukun, atau mengalah salah satunya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada cinta segitiga mereka?" kelakar yang lainnya pula


"Huss! Kita datang kesini bukan untuk mengatainya. Tapi untuk mendukung apa yang akan dilakukan di pulau ini, dan mendapatkan manfaat darinya!" hardik Parnia pada temannya.

__ADS_1


"Hehehe! Bercanda." responnya malah enteng saja.


"Saudara saudara sekalian, terutama penduduk asli pulau ini! Saya Arya, orang yang akan merubah tempat ini menjadi kota dengan fasilitas lengkap selayaknya kota maju di dunia!"


"Tapi itu baru merupakan rencana, dan butuh persiapan matang sebelum melakukannya. Namun jika warga pulau ini mendukungnya. Tidak ada yang tidak mungkin buat kita semua!"


"Untuk itu saya secara pribadi, yang mewakili ratusan orang pengusaha besar lainnya berharap, agar seluruh warga desa juga yang ada, mendukung rencana besar saya, untuk menyulap pulau ini juga pulau pulau lainnya, guna dijadikan tempat tujuan wisata juga usaha bersekala nasional. dan jika tiba saatnya,akan ditingkatkan menjadi taraf antara bangsa!"


"Jika itu terlaksana. Saya yakin kehidupan ditempat ini akan maju, dan para penduduk desa, terutama yang masih produktif, akan merasakan dampaknya. dengan ikut bekerja, dan menjadi karyawan tetap di perusahaan saya!"


"Untuk itu saya ingin bertanya. Apakah saudara saudara sekalian setuju, jika saya membeli pulau ini dan delapan pulau pulau lainnya dari pemerintah pusat, dan mengembangkannya sesuai dengan keinginan saya?" ujar Arya, dalam kesempatan saat dipersilahkan untuk menyapa warga pulau Angsa dan sekitarnya.


Satya dan Dave tua, terutama ratusan pengusaha yang mengikuti Arya, dibuat terpana dengan pertanyaan tuannya. Apalagi dengan ribuan warga yang mendiami pulau Angsa dan dua pulau kecil lainnya.


Mereka seakan bermimpi dengan keinginan Arya, yang mereka nilai masih muda. Tapi mempunyai keinginan dan cita cita yang begitu besar.


Namun Arya begitu yakin dengan tekadnya tersebut. Hal itu bisa dilihat ketika dia hanya tersenyum penuh keyakinan, saat kerumunan warga yang duduk tertib itu memandang keheranan kearahnya.


Bagi Arya. membeli sembilan pulau itu hanya seperti membalikkan telapak tangan saja. Bahkan untuk membeli sebuah negara, ia masih sanggup melakukannya. Apalagi sekedar membeli sembilan pulau dengan ukuran kecil dan sedang. serta tiga pulau yang ukurannya cukup besar.


Sembilan pulau itu, sejatinya akan dibeli oleh Arya, karena selama ini pemerintah pusat kesulitan untuk mengakomodir pemerataan pembangunan, apalagi keamanannya.


Jadi Arya, berdasarkan petunjuk yang didapatkan melalui pertemuannya dengan baladewa serta kakek buyutnya itu. diharuskan membeli sembilan pulau tersebut, guna dikembangkan demi memujudkan keinginan leluhur Baladewa, untuk membangun kembali kejayaan trah Wangsa nya.


Oleh karena itu, dia mengajak sebagian pengusaha untuk ikut dengannya ke pulau Angsa. untuk bersama sama mendengar jawaban warga, apakah mereka setuju atau tidak, jika sembilan pulau itu menjadi miliknya.

__ADS_1


Tidak disangka sangka, apalagi setelah Arya mengatakan, bahwa harta rampasan yang diambil dari Daksa alias Braga si muka dua itu akan diberikan kepada seluruh warga. Ditambah dengan jaminan, bahwa hak hak mereka di pulau itu tidak akan diusik, bahkan akan ditambah dengan diberikan fasilitas yang memadai sebagai calon penghuni kota yang akan Arya bangun. Sontak membuat seluruh warga setuju dengan keinginan calon tuannya itu. Bahkan sangat mendambakan keinginan tersebut direalisasikan dalam masa dekat ini.


Mendengar jawaban warga yang ada maunya itu, membuat Arya dan rombongannya merasa senang. Karena mereka tidak menduga, perundingan yang diperkirakan alot, akan selancar itu. Bahkan warga sangat antusias dengan rencana Arya. Apalagi saat Arya meminta kepada orang-orangnya, untuk membagikan uang kontan kepada mereka. Maka jadinya keadaan bisa ditundukkan dengan begitu mudahnya.


***


Satu minggu kemudian. Datang seorang utusan dari Dave tua, kehadapan Arya, yang sedang berada di kantor perusahaannya. Dia datang tidak sendiri. tapi didampingi oleh tiga wakil pemerintah pusat, serta lima wakil daerah, yang mengatakan bahwa, keinginan Arya telah dipahami oleh mereka. bahkan disambut dengan baik.


Saat menghadap itu anak buahnya berkata. "Lapor tuan muda. Pemerintah pusat dan daerah telah setuju dengan keinginan anda, karena menurut mereka, anda akan menjadi pilar terdepan dalam mengamankan wilayah, yang selama ini sulit untuk mereka kembangkan serta mereka pertahankan."


"Mereka meminta agar ditempat itu dibangun pangkalan, untuk menempatkan pasukan jika sewaktu waktu diperlukan."


"Namun setelah mendengar bahwa anda akan membangun pangkalan sendiri, dan memperlengkapinya dengan senjata modern. Mereka jadi merasa senang. Tapi syaratnya anda harus berada dibawah komando mereka. Begitu juga dengan keamanan wilayah yang ingin anda dapatkan."


"Keinginan mereka itu tentu saja kami mentahkan. karena mereka belum memahami konsep pertahanan yang anda inginkan. Tapi nampaknya pihak militer belum menyetujuinya."


"Menurut mereka, itu sama dengan negara dalam negara. jika komando pemerintahan berada di tangan anda. Jadi untuk masalah keinginan anda, yang berencana meminta keistimewaan wilayah, nampaknya belum bisa mereka kabulkan, kecuali jika anda mau menandatangi pakta integritas, bahwa pulau yang ingin anda beli itu tetap dibawah komando mereka, walau nantinya akan menjadi pulau anda."


"Jika anda keberatan, maka pemerintah pusat tidak akan menjual pulau tersebut apapun alasannya. Kepada anda hanya diberikan hak sebagai penyewa pulau saja. Itupun waktunya dibatasi. kecuali..?" lapor utusan itu terhenti perkataannya.


"Sudah jangan diteruskan! Aku sudah tahu apa yang mereka inginkan. Serahkan saja pada ku." respon Arya cukup tenang saat menanggapinya.


Dia sudah tahu bahwa keinginan untuk memiliki wilayah sendiri itu memang sangat sulit, walau ia mempunyai banyak uang. Karena sejatinya mereka belum tahu, bahwa yang ingin membeli sembilan pulau itu adalah dirinya.


Arya hanya mengatasnamakan asosiasi perdagangan, tanpa menyebutkan jati dirinya. Jadi sebagian besar wakil rakyat, beserta belasan utusan pemerintah, terkesan masih tarik ulur, sebelum mengetahui keseluruhan konsepnya.

__ADS_1


Maka jadinya untuk seminggu ini, keinginan Arya belum bisa dikabulkan, karena terkendala dengan mekanisme yang cukup rumit, yang memang itu aturannya. Walau mereka mengatakan, bahwa keinginan Arya melalui asosiasi perdagangan negara sangat mereka dambakan. Tapi kenyataannya berbeda.


"Apa benar memang seperti itu urutannya?" batin Arya.


__ADS_2