Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Jodi menjadi kuat


__ADS_3

"Ma ma master Arya?" Reaksi Prana tidak menduga.


"Ya ini aku paman Prana!. Ada apa kau datang ke tempat ku?. Apakah ingin merusaknya?" Jawab Arya terdengar polos.


"A a aku tidak tahu kalau tempat ini milik anda. Aku hanya....?"


"Tidak perlu kau jelaskan, aku sudah tau."


"Para badjingan inilah yang punya gara gara!"


"Tidak punya kekuatan tapi memanfaatkan kekuatan orang lain untuk mengintimidasi ku."


"Percuma punya jumlah banyak, tapi mentalnya rusak semua!"


"Kalian pikir aku tidak tau siapa yang menyuruh kalian untuk merusak tempat ku ini ha?"


"Dia adalah Tanu!, datang atas suruhan Teddy yang penakut itu!"


"Sudah tau diri lemah tapi tetap juga memusuhi ku."


"Kalau kau hebat kenapa tidak langsung mendatangi ku!"


"Kenapa malah menyuruh orang tua ini untuk bermusuhan dengan ku?"


"Apakah kau tidak tau bahwa orang ini adalah anak buah ku?" Wejangan dan tanya Arya cukup membuat mereka yang mendengarnya menjadi penasaran.


"Master Prana?. Benarkah itu?" Tanya Tanu malah tidak percaya.


"Kalau kau bukan orang yang pernah menolong ku Tanu, sudah sejak tadi ku hajar kau!"


"Tapi demi membalas budi, aku bersedia membantu mu untuk menyingkirkan seseorang!"


"Tapi orang yang kau suruh untuk dihabisi itu adalah atasan ku, tuan dan master Arya yang perkasa?"


"Apa yang bisa aku lakukan terhadapnya?"


"Dia master di atas master!. Kekuatan kami berenam saja belum mampu menghadapinya, apalagi kalian?"


"Jadi cepat berlutut dan memohon ampun agar kalian tidak tertimpa kesialan!" Jawab Prana apa adanya.


"Huh!. Cecunguk kecil seperti itu apa istimewanya?"


"Aku seorang saja mampu mengalahkannya, karena aku preman Rawa Buaya, terminal yang bobrok itu!"


"Jadi ayo maju!. Biar kau tau siapa aku?" Ucap Tanu menantang Arya.


"Hah!. Preman kampung seperti itu saja ingin menantang ku?. Percuma!"


"Kau hadapi saja anak buah ku ini. Aku jamin dalam dua jurus kau sudah keok!" Reaksi Arya cuek, dan tidak mau meladeni tantangan Tanu.


"Jodi!. Kau wakili aku ya?. Tolong kalahkan dia untuk ku." Ujarnya pada Jodi.


"Tapi bos?. Kekuatanku tidak ada apa apanya dengan Tanu itu. Dengan Alex saja aku kalah, apalagi Tanu?"


"Jadi mohon bos bermurah hati agar tidak menyuruh ku melawannya?" Protes Jodi tidak berdaya.


"Kau maju saja!. Aku yakin kau bisa!" Jawab Arya tegas, sambil menempelkan tangannya di bahu Jodi, dan secara diam diam memasukkan kekuatannya ke tubuh anak Jodi.


"Bagaimana?. Kau sudah merasa yakin kan?"

__ADS_1


"Aku tahu kau bisa mengalahkannya!" Ucap dan tanya Arya memberi semangat kepada anak buahnya.


"Baik bos!. Sekarang aku yakin bahwa aku bisa mengalahkan si Tanu itu!"


"Sini kau Tanu!, lawan aku!"


"Kau belum pantas untuk melawan bos ku!"


"Jadi kau lawan saja aku!. Ayo maju!" Ujarnya tidak takut lagi.


"Kurang ajar kau penghianat busuk!. Jangan kurang ajar pada bos Tanu kita!. Ayo lawan aku!" Reaksi Alex tidak suka.


"Bos kita?.Hahahaha!"


"Alex?. Alex?. Aku suka gaya mu itu!. Mengkambing hitamkan orang lain. Yang pengkhianat itu kamu, bukan aku?"


"Udah jelas-jelas bos baru kita ini memberikan pekerjaan untuk kita. tapi kaunya saja yang tidak terima."


"Sekarang mau coba pula untuk mencelakai bos Arya!"


"Kami sebagai anak buahnya tentu saja tidak suka!"


"Oleh karena itu dengan senang hati aku akan meladeni tantanganmu!"


"Katakan saja dengan cara bagaimana kau akan mati?"


"Apakah dengan tangan patah atau kepala tanggal dari badan?. Kau katakan saja!"


"Maka aku akan dengan senang hati mengabulkannya." Reaksi Jodi terkesan jumawa.


"Brengsek!. akan ku bunuh kau!" Reaksi Alex tidak terima.


Tinju kebanggaannya, yang sangat terkenal kuat itu, segera beraksi. diarahkan langsung ke dada Jodi. Kakinya juga tidak mau tinggal diam. Pukulan dan tendangan kombinasi yang dilancarkan itu, bagi orang biasa akan sangat menyulitkan.


Tapi buat Jodi yang sekarang sudah mempunyai kekuatan dari Arya, pukulan dan serangan kombinasi seperti itu tidak ada apa-apanya.


Dengan tenang dia menangkis serta menghindari serangan dari Alex itu, bahkan mampu pula menyarankan pukulannya ke arah dada, hingga membuat tubuh Alex terjengkang ke belakang.


"Satu jurus!" Ujar Jodi dengan sikap tenang. sambil mengarahkan jari telunjuknya ke atas.


"Hah! Bagaimana bisa?"


"Alex yang terkenal kuat satu tingkat berada di bawahku bisa kalah di tangan Jodi?. padahal tingkatannya kalah jauh dengannya?"


"Tapi kenapa malam ini kekuatannya sangat luar biasa?" Ucap Tanu berterus terang, dan bisa didengar oleh orang lain.


Kemudian mendekati Alex untuk membantunya berdiri.


"Ayo banci!, pengkhianat busuk!. Bangun kau!"


"Masih ada satu jurus lagi yang akan aku berikan padamu!"


"Kali ini aku jamin kau akan mati atau minimal pingsan."


"Hari ini aku bertekad ingin melumpuhkan kekuatanmu, agar kedepannya kau tidak lagi berbuat kejahatan." Ujar Jodi sangat mengejutkan.


"Jangan keterlaluan kau Jodi!. Mentang-mentang bisa merobohkan Alex, kau sudah merasa jumawa!"


"Kalau kau berani lawan aku!" Respon Tanu tidak terima. Padahal hatinya sudah mulai ketakutan.

__ADS_1


Dia tidak tahu bagaimana Jodi tiba-tiba bisa menjadi kuat?, Padahal awalnya dia bukan siapa-siapa buat Tanu?. Kekuatannya pun berada jauh di bawahnya.


Tapi hari ini matanya telah terbuka. Alex yang berada satu tingkat di bawahnya, bisa Jodi kalahkan. bahkan membuat tubuhnya terluka. Bukankah itu luar biasa namanya?


Saat dia sedang merenung singkat seperti itu, tiba-tiba terdengar jawaban yang cukup membuat jantungnya berdebar kencang.


"Heh!. Ziapa juga yang tidak berani?. Jika perlu maju dua-duanya. Aku tidak akan takut!"


"Sekarang aku bukan Jodi yang bisa kau rendahkan lagi!"


"Kalau kurang percaya sini maju!. Biar matamu terbuka karenanya!" Jawab Jodi tidak terduga.


Kemudian maju mendekati Alex dan Tanu, biar jarak mereka semakin dekat. Lalu bersiap-siap menghadapi serangan keduanya.


Sementara itu di bagian Arya, master beladiri yang sudah mencapai level 9, yang beberapa jam lalu dia kalahkan, sekarang sedang berdiri mematung dengan kaki sedikit bergetar.


Di pergelangan tangannya, terdapat sedikit memar. sementara kulit tangannya terkelupas, akibat menahan kekuatan yang tiba-tiba saja menyerangnya tadi. tapi dia berusaha menahannya demi tidak membuat master barunya itu marah.


Lima orang temannya yang 3 diantaranya masih terduduk di tanah itu juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Kekuatan yang tadi menyerangnya, sudah berada jauh di atas kekuatan mereka, bahkan mereka berenam tidak mampu mengatasi kekuatan tersebut.


Namun pandangan tajam Arya, yang ada di depannya sangat membuat mereka takut, karena auranya sangat mengintimidasi sekali.


Sementara Jodi melayani Alex dan Tanu, dia juga ingin mendapat kepastian, Apakah masalah ini akan dilanjutkan atau tidak?


"Bagaimana Paman Prana?.Mumpung aku masih bisa menghargaimu, segera katakan, Apakah masalah ini ingin kalian lanjutkan atau tidak?.


"Kalau ingin aku sudah siap meladeninya." Ujar Arya membuat jantungan.


Diam sejenak menunggu reaksi, tapi tak lama kemudian berkata kembali. "Aku tahu kau hanya menuruti kemarahan mu saja, karena dikalahkan oleh orang lain."


"Tapi kau harus tahu dan harus kau renungkan. kalah ya kalah! karena kau masih terlalu lemah!"


"Walaupun aku masih muda, tapi kekuatanku sudah berada jauh di atas kalian."


"Sekarang aku ingin tanya? apakah kalian berenam ini ingin melawan ku?" Tanya Arya begitu mengagetkan.


"Master Arya!, tolong maafkan kesalahanku!. Sungguh aku tidak tahu, bahwa orang yang ingin mereka hancurkan adalah anda!"


"Bahkan aku tidak juga tidak tahu,bahwa yang mempunyai tempat ini adalah anda juga!"


"Oleh karena itu, mohon maaf kan aku!"


"Aku akui bahwa aku masih terlalu naif, tidak mau mengakui kekalahan."


"Oleh karena itu aku menjadi sangat marah. Ditambah lagi dengan provokasi dari Tanu dan anak buahnya itu, membuatku merasa tertantang."


"Karena merasa geram, baru saja dikalahkan. yang katanya pemilik tempat ini menantang semua master beladiri di kota ini, maka aku menghubungi mereka, dan sekarang ini kami semua sudah ada di sini berhadapan dengan anda."


"Oleh karena itu atas nama mereka, aku meminta maaf padamu."


"Sekarang aku sudah menjadi pengikutmu dan mereka juga pasti akan mengikutiku, karena aku adalah ketua mereka." Jawab Prana menjelaskan apa adanya.


"Apakah benar begitu paman-paman semua?"


"Mumpung suasana hatiku masih baik. Katakan apa yang kalian mau kan?"


"Apakah mau bertarung dengan ku atau menyerah saja?"

__ADS_1


"Kalau mau bertarung, ayo kita mulai!"


__ADS_2