
"Cepat jauhi retakan itu! Selamatkan diri kalian!" Reaksi Bobla ketakutan. Lalu berkata ditujukan pada lawan abadinya. "Kurang ajar kau Yun Cha!. Aku akan bertaruh nyawa dengan mu!. Bersiaplah!"
"Teknik kekuatan iblis Zongga! Hancurkan semua jiwa!"
"Hiaaaaa!"
Boom!
"Gawat! Teknik yang sudah musnah dan terlarang itu ternyata masih ada. Jika penggunanya berada di level penguasa. Maka seluruh jiwa termasuk para panglima tinggi akan binasa!"
"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus mengabarkan ini pada Arya, agar menangkalnya dengan teknik pemanggil jiwa. Karena hanya itu satu satunya yang bisa meredam kedahsyatan teknik itu."
"Jika dibiarkan, maka seluruh jiwa akan terbakar. Termasuk anak cucu ku semua!" ucap Baladewa dari dalam lautan spritual milik Arya.
"Cucu ku! Dengarkan ujaran eyang mu ini. Di dunia denawa selain Ziangga. Masih ada musuh terkuat yang tidak disadari. Dia adalah Bobla, panglima tertinggi dibawah menteri pertahanan Banaspati atau Daman itu. Tugasnya adalah mengatur strategi pertempuran di lapangan."
"Saat ini dia sedang merilis teknik keji iblis Zongga. yang jika dilakukan dengan sempurna, maka tidak ada jiwa yang bisa selamat, termasuk seluruh jiwa kerajaan denawa."
"Oleh karena itu aku perintahkan padamu, untuk mengeluarkan teknik pemanggil jiwa alam semesta sebagai tandingannya."
"Teknik itu jauh lebih kuat dari teknik iblis Zongga. karena diciptakan oleh satu kekuatan semesta bernama Zen Dia Naga yang ada di tubuhmu itu."
"Panggil ia untuk datang dan mengurung lokasi ledakan agar tidak menyebar kemana mana!"ujarnya.
"Satu lagi. Setelah mengantisipasi ledakan itu. Tangkap tubuh Bobla dan ledakkan ditangan mu."
"Dengan demikian. Ilmu tersebut akan musnah dan berubah menjadi kekuatan mu."
"Hingga saat itu. Kekuatan baru mu tersebut belum ada tandingannya, karena setelah itu kau akan berada di puncak kekuatan alam semesta. dan di dunia ini kau tidak akan tertandingi lagi."
"Jadi lekaslah hadapi Bobla itu. Musnahkan kekuatan sesat tersebut sebelum terlambat!" petuahnya lagi.
"Baik eyang leluhur. Aku akan mengalahkannya demi keseimbangan alam ini." jawab Arya patuh saja.
Lalu berteriak lantang dan menyebutkan jurus pamungkasnya. "Teknik pemanggil jiwa suci alam raya. Bergabunglah dengan kesadaran ku, dan hancurkan dominasi iblis Zongga!"
"Keluarlah kau menghadap ku!"
"Hiaaaaa!"
Slash!
Jder!
Dhuar!
Boom!
"Hahahaha!. Lawan yang cukup kuat! Tapi jangan senang dulu.Lihatlah ini!"
"Teknik iblis Zongga!. Bergabunglah dengan jiwa ku dan hancurkan jiwa jiwa pemberontak itu. Jangan sisakan seorangpun untuk hidup. Biar aku satu satunya yang akan tinggal di alam ini!" teriak Bobla bergetar suaranya.
"Hentikan Bobla!. Jangan lakukan itu!. Apa kau ingin membunuh rajamu juga?" teriak Dasamuka marah, sambil melontarkan. pukulan jarak jauhnya ke arah panglimanya. Namun sebelum sampai pukulan tersebut mental dibuatnya.
"Percuma kau lakukan itu Muka! Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa menghentikan kekejiannya."
__ADS_1
"Apalagi saat ini, entah bagaimana Bobla yang kau banggakan itu sudah berada dilevel penguasa? Itu berarti seluruh jiwa yang ada disini akan binasa, termasuk musuh yang menyerang kita itu."
"Jadi bersiap siaplah untuk menyambut kematian yang tidak kita inginkan ini!" teriak Ziangga mengingatkan cucunya.
"Tapi leluhur? Bagaimana dengan naga iblis yang berhasil kau tundukkan sebulan yang lalu?. Bukankah itu bisa digunakan untuk melawan kekuatan Bobla, agar istana dan negara kita terhindar dari kehancuran?" protes Dasamuka tidak terima.
"Tidak bisa juga, Karena iblis naga hitam itu levelnya berada di bawah naga iblis Zongga. Jarak kekuatannya sangat jauh sekali. Jadi percuma melakukan itu!" jawab Ziangga tidak berdaya.
"Jadi..?"
"Ya! Kita semua akan mati! Termasuk pemuda itu!" jawab Ziangga lagi.
"Hehehehe!. Jangan kau samakan cucu ku dengan panglima bodoh mu itu Janggi!. Teknik lemah seperti itu tidak akan mampu menghanguskan sehelai rambut pun yang dia punya."
"Bahkan sebaliknya. Sekali serang jiwa orang itu akan binasa. Kalau kau tidak percaya, lihatlah kesana!"
"Kekuatan teknik pemanggil jiwa nya sudah berada di tingkat sempurna. Jadi kau bisa tenang untuk sementara."
"Namun dia tidak akan melindungi kalian. Tapi akan membiarkan nyawa kalian melayang karena kebodohan anak buah mu sendiri."
"Hahahaha!" ucap Baladewa penuh ejekan, yang disampaikan melalui tranmisi suara pada musuh abadinya tersebut.
"Kurang ajar kau Wangsa!. Jika aku mati karena itu, maka jiwa pertama yang akan aku kejar adalah kau! Tunggu saja!" maki Ziangga tidak terima diremehkan lawannya.
"Hancurkan semesta ini berikut jiwa jiwanya!"
"Hiaaaaa!"
Boom!
Dhuar!
Bobla yang punya angkara juga mati karena ledakan itu. Namun tidak termasuk Ziangga, Dasamuka dan Suma. Karena sebelum ledakan tersebut terjadi. mereka sempat melarikan diri melalui ruang dimensi rahasia yang diciptakannya baru baru ini. Jadi nyawa ketiganya untuk sementara terselamatkan.
Sementara anak buah Arya tidak ada ditempat itu. Namun tidak termasuk dirinya. Lalu kemana mereka? Apakah mereka mati?
Jawabannya tentu saja tidak. Satu detik sebelum ledakan besar itu terjadi. Tubuh Bobla ditangkap oleh Arya dan diledakkan ditangannya, serta diserap esensi kekuatannya, lalu dimurnikan oleh Baladewa melalui esensi penguasanya.
Bersamaan dengan itu. Arya membentengi seluruh anak buahnya dengan menggunakan teknik pemanggil jiwa. serta menarik jiwa dan raga mereka kedalam ruang jiwa miliknya. Tapi mereka ditarik dalam keadaan tidak sadarkan diri, termasuk ketiga raja dan panglima panglimanya.
Sedangkan Arya sendiri tetap berada ditempat itu. dan tidak terpengaruh oleh ledakan besar tersebut. Malah kondisinya baik baik saja dan tidak kurang suatu apapun.
Ternyata teknik pemanggil jiwa Zen Dia Naga benar benar ampuh, dan terbukti berjasa dalam mengantisipasi teknik iblis Zongga, yang sangat dibanggakan oleh Bobla, keturunan langsung dari pencipta teknik tersebut.
Namun sayangnya. Jiwa bobla tidak bisa diselamatkan, karena dia sendiri sudah tersalah jalan dalam menerapkan ilmunya. Maka untuk pertama dan terakhir kalinya. Dia mati karena kesombongannya sendiri. Tanpa sedikitpun terpikirkan akibatnya.
Di bagian Arya. "Hemm! Ternyata pengecut juga kalian ya? Melarikan diri tanpa memikirkan nasib rakyatmu, dan menyelamatkan mereka dari kematian!"
"Kalau tahu begini, sudah dari tadi ku cabut nyawa kalian dari raga busuk mu itu!"
"Tapi sekarang aku tidak akan sungkan sungkan lagi dalam mengambil keputusan!"
"Terimalah teknik kecil ku ini. Teknik kekosongan jiwa! Tarik jiwa dan raga mereka dari retakan ruang itu!"
"Hiaaaaaa!"
__ADS_1
Slash!
Jder!
Boom!
"Ah sialan! Bagaimana bisa?" Reaksi Ziangga yang pertama kali bersuara setelah tubuh ketiganya ditarik secara paksa oleh Arya.
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi ku Ziangga!. Bahkan kau sembunyi kedalam lubang semut pun aku bisa tahu. apalagi cuma retakan ruang usang mu itu?"
"Jadi jangan kau herankan, bagaimana caranya aku menarik tubuh dan jiwamu keluar dari tempat itu."
"Sekarang kau terimalah hukuman dari ku. Karena kau telah membiarkan perbuatan tidak terpuji dari cucu pungut mu itu!"
"Untuk kau ketahui. Darah kembaran yang cucu mu inginkan tersebut sudah menyatu dengan darah ku!. Jika terluka sedikit saja, maka terluka juga kemarahan ku!"
"Jadi untuk kau ingat Suma! Gara gara kau, aku diramalkan tidak bisa bersama dengan Amanda. Tapi sekarang takdir ramalan itu akan aku patahkan, dengan cara menghabisi mu!"
"Kesini lah hai jiwa jiwa durjana! Datanglah dengan sukarela atau terpaksa!"
"Hiaaaaaa!"
Sret! sret!
Slash!
"Ayah! Tolong aku!. Sakit! Sungguh sakit!" Teriak Suma dibuat tidak berdaya oleh Arya.
"Hentikan anak muda!. Jangan kau lakukan itu!. Aku berjanji akan mendidiknya dengan baik. Tapi tolong lepaskan jiwanya, agar pembicaraan kita menjadi lancar!" teriak Dasamuka mencari cara untuk membebaskan anaknya.
"Benar anak muda!. Jika kau mau melepaskan jiwa cucu ku. Maka kami semua akan menjadi pengikut mu, dan akan selalu setia pada mu!" sambung Ziangga tapi membelok hatinya.
Dhuar!
"Ah, kurang ajar! Kenapa kau lakukan itu? Bukankah kami sudah memintanya secara baik baik? Tapi kenapa kau lakukan juga? Apakah kau sengaja mencari mati bhangsat?" Reaksi Dasamuka juga kakek leluhurnya marah. Lalu sama sama menyerang Arya secara membabi buta.
Mereka murka karena Arya telah membunuh pangeran Suma yang sangat mereka kasihi dengan kejinya. Menurut mereka itu sudah tidak bisa dibiarkan dan pelakunya harus segera dimusnahkan.
"Jiwa iblis Datu! Menyatu lah dengan teknik iblis naga hitam, untuk membentuk sebuah kekuatan tiada tara, guna menghancurkan manusia hina itu!"
"Datang dan aktifkan kekuatan kalian!. Bhuana Raya inti neraka!"
Baamm!
Bamm!
Dhuar!
"Hati hatilah cucu ku!. Jurus itu adalah jurus bunuh diri. Sama seperti jurus milik Bobla. Cuma bedanya, dia tidak menarik jiwa. tapi langsung menghancurkannya melalui saluran udara."
"Oleh karena itu jangan langsung berhadapan dengannya. Tapi gunakan kloning tubuh tidak nyata mu, agar jika terjadi ledakan besar, raga asli mu selamat, dan yang hancur hanya pisik semu belaka." ucap Baladewa masih tetap menggunakan tranmisi suara pada cucunya.
Sekejap saja. Apa yang disarankan oleh Baladewa telah dilakukan oleh Arya. Namun sayangnya sudah sedikit terlambat. Raga asli Arya sudah terkurung di formasi iblis Datu, yang sebentar lagi akan diledakkan, bersama dengan meledaknya tubuh Ziangga dan Dasamuka, yang juga akan meledakkan tubuh Arya bersama dengan dunia jiwa miliknya.
Apa yang akan terjadi pada jutaan jiwa yang sedang tertidur di dalam dimensi jiwa Arya. Akankan mereka juga akan mati bersama dengan matinya Arya?
__ADS_1