
Tiga hari kemudian. event yang ditunggu-tunggu pun sudah tiba.
Sebanyak 115 sekolah, termasuk Madrasah Aliyah ikut serta dalam event tersebut. Tapi dilaksanakan di kabupaten masing-masing.
Nanti setelah mereka menang, baru bertemu di tingkat provinsi.
Jumlah pesertanya cukup banyak. Masing-masing sekolah mengirimkan 6 peserta, yang terdiri dari 3 putra dan 3 putri dengan dua orang pembina yang mendampingi nya.
Dalam kesempatan ini SMA Tunas Bangsa mengutus Arya, Drajat dan seorang siswa yang terkenal badung di sekolah itu, yang bernama Dadung Awuk. hanya tambahan saja, sesuai dengan sifat liarnya itu.
Tapi dalam masalah olahraga dia berprestasi. Namun dalam segi akademik tertinggal jauh dari teman temannya.
Sementara dari kelompok putri, terdiri dari Noviana, Amanda dan Novianti, untuk masing-masing cabang olahraga atletik itu.
Pada awalnya mereka tidak akan diikutsertakan, tapi karena sudah tidak ada lagi orang lain. Jadi mau tidak mau mereka tetap diikutsertakan juga.
Tapi saat mau berangkat, tiba-tiba siswa yang bernama Novianti jatuh sakit, dan tidak bisa mengikuti event itu. maka posisinya digantikan oleh Natasha Bella, yang terkenal sangat membenci Arya.
Tapi saat melihat bahwa Arya tidak sesederhana itu, perasaan Natasha mulai berubah. Dia selalu mencari perhatian agar Arya mau mendekatinya.
Tapi Arya selalu bersikap cuek, karena dia tahu Natasha mempunyai maksud terselubung terhadapnya.
Dia tahu bahwa Arya sekarang bukanlah orang biasa. Ternyata rumah yang dikatakan berhantu itu adalah miliknya, dan dia merupakan keturunan dari orang yang selama ini menjadi legenda di kampung tersebut. Dia adalah Purbaya. ketua kampung ini sebelumnya.
Jadi saat dipilih itu dia merasa senang Berarti dia bisa dekat-dekat dengan Arya.
Tapi saat menyadari bahwa Amanda yang selalu bersamanya itu juga dipilih.Tentu saja Natasya menjadi tidak senang, dan berusaha untuk menyingkirkan Amanda dari sisi Arya.
Namun Bu siska yang sikapnya tegas itu, selalu melindungi Amanda, karena dia tahu apabila Amanda terluka, maka mereka akan menerima akibatnya.
"Sudah siap semua?" Tanya Siska pada anak didiknya.
"Kami sudah siap bu, tinggal berangkat saja." Jawab Arya mewakili teman-temannya.
"Bagus!. Kalau begitu mari kita berangkat!"
"Tapi mohon doa dulu dari guru-guru mu, juga kepala sekolah kita. Biar misi kita di sana berhasil." Ujar Siska memberi semangat pada 6 anak didiknya itu.
Maka tak lama kemudian. mereka sudah sampai di gedung olahraga yang dijadikan pusat pertandingan itu.
Untuk Kabupaten tempat sekolah Arya berada. 21 sekolah yang terdaftar, semuanya ikut, dan mengirimkan perwakilan nya. Jadi jika di total jumlah seluruhnya adalah 126 orang siswa.
Sementara event tersebut dilaksanakan selama 3 hari. Jadi praktis Arya dan teman-temannya harus menginap di wisma yang sudah disiapkan oleh panitia.
"Sekarang mari kita mulai!"
"Cabang atletik lompat jauh, akan dipandu dan dinilai oleh dua orang juri."
"Dari perwakilan SMA Tunas Bangsa putri. Silakan maju perwakilan nya!" Terdengar suara dari panitia perlombaan mengagetkan mereka.
"Kenapa kita dipanggil dulu?. Bukankah nomor undian kita masih lama?"
"Apakah telah terjadi perubahan?" Respon Siska tidak berdaya.
Kemudian maju mendekati ketua panitia tersebut, yang kebetulan adalah sahabatnya.
"Mohon maaf ketua!. perwakilan dari sekolah kami memegang nomor undian 3, tapi kenapa digeser seperti itu?. Apakah telah terjadi perubahan?" Tanya Siska pada ketua perlombaan tersebut ingin tahu.
"Oh bu Siska ya?. Begini bu, maaf sebelumnya."
"Memang benar urutan sekolah ibu berada dinomor 3. tapi peserta dengan undian nomor 1 dan 2 saat ini belum datang."
"Jadi mau tidak mau posisinya harus digantikan oleh peserta dari sekolah ibu."
"Karena barusan kami mendapatkan kabar, bahwa mereka sedang berada di jalan, karena salah satu ban mobil mereka bocor."
"Oleh karena itu, mereka datang tidak tepat waktu." Jawab Wirya, ketua perlombaan itu menerangkan.
"Oh saya mengerti!" Respon Siska baru paham.
"Noviana, Amanda juga Natasha. Silakan ambil tempat!"
"Kita yang akan tampil pertama. Jadi tampilkan performa terbaik kalian!"
"Tunjukkan pada mereka, bahwa sekolah kita bisa!" Ucap Siska memberi semangat kepada murid muridnya.
"Bersiap!"
Priiit!
Tap! tap! tap!
Wus!
__ADS_1
Bruk!
"Enam koma dua meter." Teriak tim pengukur kuat kuat. menyebutkan prestasi yang dibuat oleh Noviana.
Kemudian dilanjutkan lagi dengan Natasya.
Tap! tap! tap!
Bruk!
"Enam koma tiga meter!" Teriak panitia selanjutnya.
"Sekarang peserta ketiga dari SMA Tunas Bangsa. Silakan maju!" Ujarnya lagi.
Mendengar seruan tersebut, Amanda langsung bersiap siap, mengambil ancang-ancang untuk berlari.
Dia mengambil ancang ancang di lintasan pacu sejauh 25 meter. Kemudian berlari cukup kencang, dan..
Wus!
Bruk!
"Enam koma delapan meter!" Teriak panitia menyebutkan rekor yang diukir oleh Amanda yang cukup mengejutkan itu.
"Mantap!. Kalian benar benar hebat, melebihi ekspektasi kami yang hanya mencari target 5 meter saja."
"Tapi kalian telah mampu melampaui nya!"
"Jika dari sekolah lain tidak ada yang melebihi rekor kalian, maka sekolah kita yang akan menjadi juaranya." Respon Siska sangat senang.
Satu setengah jam kemudian. Seluruh peserta yang akan bertanding dalam lompat jauh putri, sudah selesai melakukan tugasnya.
SMA Tunas Bangsa, meraih juara pertama kecuali Noviana, yang bersaing ketat dengan peserta dari sekolah lain yang nilainya juga sama.
Jadi untuk mereka berdua, akan dilakukan pertandingan ulang, supaya bisa ditentukan, siapa yang akan menjadi wakil Kabupaten untuk pertandingan di tingkat provinsi nanti.
Kini giliran tim pria yang akan diuji. Kebetulan SMA Tunas Bangsa untuk putranya mendapat nomor undian terakhir, yaitu undian 21.
Jadi masih punya banyak waktu untuk melihat rekor rekor yang akan diukir oleh lawan-lawannya tersebut.
Satu setengah jam berikutnya, giliran SMA Tunas Bangsa yang akan melakukan lompatan terbaiknya.
Kebetulan hari ini, hanya ada satu cabang olahraga saja yang diperlombakan, dari empat cabang yang ada, karena harus ada acara pembukaan.
Besok baru akan dilanjutkan dengan lompat tinggi dan lompat galah. Hari terakhir baru lari 100 meter dan sebagainya.
Arya, Drajat dan Dadung, yang ditunjuk untuk mewakili SMA Tunas Bangsa, sudah bersiap siap untuk memulai lompat tingginya.
Orang pertama yang akan melakukan start adalah Dadung, disusul oleh Drajat, dan yang terakhir adalah Arya.
"Bersiap!. Peserta terakhir adalah kalian!"
"Jadi tolong tunjukkan penampilan terbaik kalian pada kami. Karena dari semua yang ikut bertanding, rekornya biasa-biasa saja."
"Mudah mudahan dari yang tersisa ini, bisa membuat kami merasa senang." Ucap ketua panitia pada Arya dan kelompoknya itu dengan penuh harap.
"Baik pak ketua!. Kami akan tampil semaksimal mungkin, dan akan menunjukkan performa terbaik kami!" Jawab Arya cukup sopan.
Kemudian menuju ke tengah lapangan untuk memulai start lompat tingginya.
"Siap semua?" Teriak juri pada kelompok Arya.
"Satu, dua, tiga!"
Priiit!
Tap! Tap! Tap!
Wus!
Bruk!
"Wah!. Lompatannya tinggi sekali. pasti rekornya tinggi?" Reaksi beberapa orang peserta saat melihat Dadung yang ugal-ugalan itu memulai debutnya.
Benar saja apa yang mereka perkirakan. jarak lompatan Dadung mencapai 7,01 meter. dan itu memecahkan rekor dari peserta yang ada, yang cuma mencapai 6,98 meter.
Kini giliran Drajat yang tampil. Dia bersiap siap untuk lari. dan setelah dianggap siap. Drajat langsung mendorong kaki kirinya untuk memulai start nya, dan..
Tap! tap! tap!
Wus!
Bruk!
__ADS_1
Kaki Drajat mendarat mulus di tanah berpasir itu, dan setelah diukur jarak loncatannya sejauh 7,2 meter. Berarti rekor baru sudah tercipta
Tahun terdahulu hanya mencapai 7,15 meter. Tapi hari ini sudah sejauh itu.
"Sekarang giliran mu Arya!. Ibu ingin kau tunjukkan performa terbaik mu, dan jangan kau tahan tahan lagi tenaga mu seperti kemarin!"
"Kami tahu kau menyembunyikan kekuatan. Hari ini harus kau lepaskan!"
"Jangan sampai membuat kami kecewa!" Ucap Siska pada muridnya.
"Baik buk, Saya akan melakukannya demi SMA Tunas Bangsa. juga demi ibu siska dan pak Permana!" Jawab Arya tegas.
Kemudian mengambil ancang-ancang untuk memulai lompat tingginya
"Siap Arya?" Terdengar suara pemandu bertanya padanya.
"Siap pak!" Jawab Arya singkat. Kemudian menunggu aba-aba yang akan diberikan oleh juri tersebut.
"Satu, dua, tiga!"
Priiit!
Whus!
Tap!
Begitu peluit dibunyikan selesai. kaki Arya langsung terdorong ke depan, dan melaju kencang. Ketika sudah sampai di titik yang ditentukan. Dia melompat tinggi-tinggi, hingga melampaui lapangan lompat jauh tersebut yang panjangnya cuma 9 meter.
Sedangkan jarak lompatan Arya sejauh 10,74 meter. Berarti lebih 1,74 meter. Mengalahkan rekor dunia lompat jauh, yang dipegang oleh Tentoglou asal Yunani itu, yang hanya mencapai jarak 8.15 meter dalam percobaannya yang ketiga. Hingga Ia dinobatkan menjadi atlet terbaik dalam lompat jauh tahun ini.
Orang-orang yang melihat itu tentu saja bersorak senang. Baru kali ini mereka melihat ada seorang siswa yang lompatannya sangat jauh, melampaui atlet profesional dunia.
Mereka yakin, suatu saat nanti, Arya akan menjadi atlet yang terkenal di Nusantara bahkan dunia.
"10,74 meter!" Teriak pengukur hasil lompatan peserta cukup lantang, karena dia juga terkejut, ada seorang manusia yang bisa melompat sejauh itu.
"Luar biasa?. Siapa namamu?" Tanya ketua panitia pada Arya.
"Namanya Arya Kamandanu pak Wirya!. Berasal dari SMA Tunas Bangsa!" Jawab Bu siska merasa bangga.
"Ya itu aku tahu!. Tapi namanya?" Reaksi Wirya menjadi penasaran.
"Arya pak!" Jawab Arya menyebutkan namanya sendiri.
"Luar biasa!"
"Bagaimana kalau anak ini kalian pindahkan ke sekolah ku?. Maka segala sesuatunya akan dibuat gratis untuk dia." Respon pak Wirya pada sahabatnya Siska
"Enak saja!. Susah payah kami melatih, membimbing dan menggemblengnya. begitu sudah matang, kalian tinggal mengambilnya saja. Jangan bermimpi ya? Jawab Siska serius tapi dibuat bercanda.
"Sekolah mu sangat beruntung sekali Bu Siska. Aku sebagai ketua panitia, sudah bisa memastikan, bahwa sekolahmu lah yang akan menjadi wakil Kabupaten ini, dalam cabang olahraga lompat jauh."
"Mudah-mudahan dalam cabang lain, mereka juga bisa meraihnya?" Reaksi pak Wirya merasa bangga juga.
Kemudian mendekati Arya, dan langsung menyalaminya.
"Selamat untukmu Arya juga yang lain. kau dan timu sudah mengangkat SMA Tunas Bangsa ke peringkat pertama, dari peringkat 23 tahun sebelumnya."
"Harapan kami pada cabang olahraga lain, yang akan dilaksanakan besok, kalian bisa meraih juaranya juga?" Ujarnya memuji sekaligus memberi semangat kepada Arya dan timnya.
Padahal perwakilan dari sekolahnya kalah jauh dengan penampilan Arya dan kawan-kawannya. Tapi dia bersikap legawa, dan tidak mau bersikap curang.
Setelah selesai menyalami para peserta, terutama Arya dan timnya. pak Wirya segera berkata."Untuk hari ini, cukup sampai di sini dulu."
"Silakan kalian menuju ke wisma untuk beristirahat." Ucap ketua panitia itu pada Arya dan timnya tersebut.
"Oh iya Bu siska dan pak Permana?" Ujarnya membuat mereka berdua menjadi penasaran.
"Jika anak ini dilatih lagi, maka aku yakin kedepannya dia akan menjadi atlet profesional. dan bisa mengangkat negara kita menjadi juara dalam olimpiade yang akan diadakan setengah tahun lagi." Ujarnya memberi masukan kepada Siska dan Permana.
"Sayangnya dia sudah kelas 12 pak Wirya. setengah tahun lagi dia akan lulus, dan meninggalkan SMA Tunas Bangsa."
"Nanti kementerian terkait lah yang harus mengurusnya. itupun jika Arya mau?"
"Kalau dia menolak, ya kita bisa berbuat apa?"
"Cuma yang disayangkan adalah, prestasinya yang gemilang itu, akan hilang begitu saja" Jawab Siska berterus terang.
Mendengar itu, Arya mau tidak mau harus menanggapinya juga, karena dia menyadari, bahwa aksinya tadi, telah membuat semua orang terkesan. dan berharap agar dirinya terus memupuk bakatnya tersebut.
"Lalu dengan mantapnya Dia berkata. "Kalian semua jangan khawatir!"
"Selagi masih bisa, maka saya akan lakukan demi negara. Tapi jika saya merasa itu bakal menghambat rencana saya untuk menjadi seorang pengusaha, maka saya akan menolaknya!" Ucap Arya mengagetkan mereka semua.
__ADS_1