
Waktu pun terus berjalan. dan sekarang sudah mendekati H- 5. Sementara pelatihan Arya belum juga selesai. Namun kekuatannya sudah naik walau belum begitu sempurna.
Jika harus berhadapan dengan Medusa, kemungkinan Arya bisa menang. Tapi itu tergantung dari usaha Arya sendiri. Sedangkan Suta apalagi Dragon tidak mau turun tangan, kecuali jika keadaan sangat memaksa.
Untuk sementara pembangunan di sembilan pulau dihentikan. Termasuk pembangunan jembatan juga dermaganya, karena dipastikan semuanya bisa hancur jika kemunculan Medusa tidak bisa diatasi.
Namun tanpa Arya sadari. Dragon melalui anaknya telah memasang segel kehampaan disekitar pulau tersebut, dimana Medusa dan saudaranya tersegel dibawahnya.
Jika mereka muncul, otomatis segel yang dipasang akan membawa mereka ke ruang hampa. dimana ditempat tersebut Medusa harus dihancurkan. dan itu adalah tugas Arya.
Sementara Arya kekuatannya sekarang sudah semakin berkembang. Pukulan raja Bajra dampaknya sangat terasa. Batu puluhan ton, hancur hanya dengan sekali sentuh saja. Jika itu tubuh manusia. Maka sudah dipastikan, ia nya akan meledak, dan hancur tidak tersisa. Itulah harapan Suta.
Selain teknik kehancuran. Teknik hukum ruang dan waktu pun diajarkan pada Arya. Sehingga sekarang kesaktiannya semakin hebat dan berkembang.
Tidak dipungkiri lagi kalau berhadapan dengan musuh, Arya bisa dipastikan menang. dan pulau Permata serta pulau disekitarnya bisa diselamatkan.
Sementara segel penangkap jiwa pun sudah disempurnakan. Begitu juga dengan jarum pelumpuh Sukma. Kekuatannya sudah mendekati kekuatan Suta. Namun masih jauh dari harapan.
Tak lupa Suta juga memberikan sejenis teknik tingkat tinggi, yang diambil dari kitab Kalamurka. Yaitu teknik kekosongan, dari ada menjadi tiada. Begitu juga sebaliknya.
Jika Medusa tidak bisa dihancurkan, minimal disegel, dan dipindahkan ke alam hampa, melalui teknik yang sudah dipasang disana. Kalau sudah masuk ke sana. maka tidak ada satu makhluk pun yang bisa kembali. Kecuali jika Suta menghendakinya.
Sebenarnya Suta ingin turun tangan, tapi dicegah oleh ayahnya, karena ia ingin melihat seberapa kuat cucu keturunan Wangsa. Jika sesuai harapan, maka Arya akan diangkat sebagai muridnya.
"Biarkan dia berkembang. Jangan teknik dan jurus itu saja yang digunakan. Ajarkan padanya bagaimana memaksimalkan perpaduan antara Kasutpada dan Rompi Antakusuma. Agar eyang Ditya tidak kecewa telah memberikan benda-benda sakti itu pada bawahannya." ucap Draco sesaat setelah Suta dan Clara kembali menemuinya.
"Akan kami lakukan ayah. karena dengan kemenangannya itu, gelar yang sudah ayah persiapkan bisa ia gunakan, dan dunia mengetahui bahwa gelar itu memang ada." jawab Suta.
"Bagus! Itu yang ayah harapkan! Sekarang bukalah gerbang kehampaan, agar anak itu bisa memasuki tempat tersebut dan bisa berlatih disana." responnya.
***
Satu jam kemudian tanpa mampu ditolak oleh Arya. Tubuhnya disedot keruang jiwa yang bukan miliknya, serta dibiarkan kebingungan disana.
Kejadian tersebut tentu saja membuat Arya jadi bertanya tanya. Apa, siapa dan kenapa bisa ada di tempat itu. Siapa yang melakukannya. "Uh! Tempat apa ini. Kenapa sunyi sekali?" batinnya. Lalu mengedarkan aura kesadarannya, serta merilis teknik mata dewa untuk melihat ada apa disana.
Sekitar satu menit Arya melakukan itu. Namun tidak menemukan apa apa. yang ada hanya kesunyian, kesendirian serta kehampaan. Tapi tiba tiba terdengar sebuah suara yang cukup dekat dengannya. dan itu tentu saja membuat Arya keheranan. "Berlatihlah disini anak muda. karena calon musuh mu itu akan ditarik kesini."
__ADS_1
"Kuasai hukum ruang dan waktu, agar ketika dia muncul kau sudah tidak canggung lagi. dan ini adalah kesempatanmu untuk menyempurnakan teknik tersebut." ujarnya.
"Siapa kau. Kenapa aku tidak bisa merasakannya?" reaksi Arya.
"Mengenai siapa aku tidak perlu kau pikirkan. Yang harus kau pikirkan adalah bagaimana caranya bisa mengalahkan Medusa karena dia sangat kuat sekali."
"Jarang ada lawan yang bisa bertahan, kecuali jika orang tersebut sudah mengetahui kelemahannya. dan itu adalah tugasmu untuk menemukannya." jawab orang tersebut ambigu buat Arya.
"Kalau sudah tahu jika makhluk itu kuat, kenapa tidak kau sendiri yang melawannya. Kenapa harus aku?" protes Arya.
"Apa gunanya ilmu yang sudah kau dapatkan. jika hanya sebagai pajangan saja. Percuma leluhurmu dianugerahi ilmu tersebut, jika keturunannya tidak bisa mengamalkannya." ketus dia saat menjawabnya.
"Katakan siapa kau sebenarnya? Kalau berani tunjukkan muka, agar aku bisa menghajar mu supaya tidak bersikap jumawa!" reaksi Arya.
Syut!
Bugh!
"Argh!" teriak Arya kesakitan, sesaat setelah tubuhnya dihantam sebuah kekuatan besar, yang langsung menghilangkan seluruh kekuatannya.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menghilangkan kekuatan ku? Kembalikan!" teriak Arya tidak terima.
"Ketahuilah anak muda! Untuk menghilangkan serta mengembalikan kekuatan mu itu mudah bagiku. Seperti membalikkan telapak tangan saja. dan itu sudah terjadi sekarang."
"Oleh karena itu dengarkan aku baik baik! Pertama. Benda benda sakti yang ada di tubuhmu itu hanya dipinjamkan saja. Jika keturunan Wangsa tidak becus dalam menggunanya. Maka saat itu juga aku akan menariknya."
"Namun jika bisa. Maka aku akan meningkatkan kekuatannya. Bahkan menjadi semakin kuat dan sulit untuk lawan menghancurkannya."
"Kedua adalah tentang rompi Antakusuma yang kau pakai itu. Kekuatannya masih bisa ditingkatkan. Tapi itu semua jika kau layak mempertahankannya."
"Kujang emas yang tidak pernah kau gunakan itu, sekarang sudah aku ambil, dan akan aku kembalikan setelah kekuatannya disempurnakan."
"Yang terakhir. Teknik seribu pedang yang kau kuasai itu. sekarang sudah aku hilangkan, dan akan aku ganti dengan teknik inti pedang, yang bisa menciptakan jurus apa saja yang kau kehendaki. termasuk jurus seribu pedang. dan itu adalah nyata." ujarnya.
Kemudian mengembalikan kekuatan Arya, hingga membuat tubuhnya bergetar saking kuatnya tekanan.
"Aaaaargh!" teriaknya tiba tiba. Lalu diam karena Arya segera jatuh pingsan.
__ADS_1
"Sayang sekali! Masih terlalu lemah!" reaksinya. Lalu bergegas keluar dari ruang hampa, dan membiarkan Arya sendirian disana.
Satu jam kemudian. Arya siuman dari pingsannya, dan mendapati kekuatannya semakin bertambah. Bahkan aura intimidasinya semakin terasa.
"Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa persepsi ku tidak mampu merasakannya?" batin Arya. Kemudian sekali lagi mengedarkan aura kesadaran, untuk menemukan keberadaannya.
Namun setelah sekian menit. usahanya tidak berhasil, dan langsung berkata. "Ah sudahlah! Mumpung aku ada disini. Lebih baik aku latihan saja!" ujarnya.
***
Sementara itu di dunia nyata. Amanda serta Kanaya yang kehilangan sosok Arya jadi ketakutan. karena tiba tiba tubuhnya menghilang, padahal saat itu dia sedang bersama dengan mereka.
"Apa yang terjadi? Kemana Arya?" reaksi Amanda.
"Ayo kita cari! Mungkin dia sedang mempermainkan kita?" jawab Kanaya. Lalu bergegas turun dan mencari keberadaan Arya.
"Kalian melihat bos kita lewat? Kemana dia?" tanya Manda pada beberapa orang penghuni apartemen tersebut dengan ekspresi khawatir.
"Tidak nona Manda! Dari tadi kami duduk disini dan tidak melihat bos kita lewat." jawab salah seorang dari mereka.
"Cepat bantu cari! Siapa tahu dia ada di suatu tempat?" reaksi Manda.
"Baik!" jawab mereka serempak dan berpencar untuk mencari keberadaan Arya.
Namun setelah satu jam. Arya tidak ditemukan juga. dan itu membuat kedua wanita tersebut jadi ketakutan.
Kanaya yang menyadari itu mencoba menghubungi nomor Arya. Tapi tidak ada jawaban. Lalu menghubungi Dave tua untuk mengabarkan tentang Arya. "Ayah! Arya menghilang. Nomornya juga tidak bisa dihubungi. Tolong kerahkan para bawahannya untuk mencari keberadaan Arya!" pintanya.
Amanda juga tidak ketinggalan. Dia segera menghubungi Satya untuk mengabarkan kondisi Arya. Tak ketinggalan pula dia menghubungi Prana agar segera datang.
Kebetulan saat itu dia dan dua orang bawahannya sedang berada di ibukota. Jadi saat dihubungi, satu jam kemudian mereka sudah pada datang.
Begitu mereka sampai langsung bertanya pada keduanya. "Tolong ceritakan awal mulanya tuan muda menghilang. Apakah ada sesuatu yang dikatakannya?" tanya Prana.
"Kami tidak tahu paman. Tiba tiba saja kak Arya menghilang dan jejak auranya tidak bisa ditemukan." jawab Kanaya.
"Aneh. Tidak seperti biasanya tuan muda melakukan itu. padahal tak lama lagi musuh akan datang. Apa jangan jangan tuan muda menunggu disana?" Guman Prana. Lalu memandang ke seluruh ruangan, tempat pertama Arya pergi secara tiba tiba itu.
__ADS_1
"Tidak ada aura yang tertinggal. Kalau penculikan tentu saja aura orang tersebut ada. Ini tidak?" batinnya. Kemudian sekali lagi mengedarkan persepsinya untuk menemukan keberadaan Arya. Namun usahanya itu sia sia saja.
"Kemana tuan muda Arya ya?" batinnya.