
"Apakah kau bodoh Alex?. Bukankah kau tahu bahwa Arya itu sudah sangat kuat sekarang?"
"Kalau aku bilang kita hancurkan tempat itu saat Arya tidak ada kenapa kau malah membantah?. Apakah kau sudah merasa kuat?" Ucap Tanu sangat menyakitkan.
"Bukan begitu bos!. Aku memang tidak kuat, tapi aku punya dendam yang sangat besar terhadapnya."
"Gara-gara dia, daerah kekuasaan ku sekarang tidak ada lagi. Bahkan aku hanya dijadikan kacungnya saja!"
"Yang lebih menyakitkan adalah, dia tidak menempatkan ku pada tempat yang semestinya. malah menempatkan ku beserta anak buahku menjadi pengaman tempat itu saja!"
"Oleh karena itu aku sangat dendam dengannya!" Ujarnya berterus terang.
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah Arya bisa kita kalahkan?" Tanya Tanu ingin tahu.
"Aku ingin mencincang tubuhnya, dan menghancurkan apa saja yang dia punya!"
"Tapi jika memungkinkan akan mengambil tempat itu untuk dijadikan tempat usaha atau markas anak buahku saja."
"Tidak seperti saat ini!. Mentang-mentang sekarang dia sudah kuat, dan mampu mengalahkan ku, dia bertindak semena mena terhadap kami!"
"Memerintah, menindak mengancam dan lain sebagainya itu sering diucapkan padaku."
"Akibat ucapannya itu hatiku merasa tidak tenang, dan pikiran ku menjadi kacau!"
"Tapi walaupun begitu. aku harus berpura pura patuh dan bekerja padanya, sambil mencari kesempatan menemukan orang yang tepat untuk menghancurkannya!"
"Kebetulan bos Tanu datang, yang aku tahu kekuatannya tidak ada yang bisa mengalahkannya."
"Oleh karena itu kami sangat berharap, agar bos Tanu bisa mengembalikan posisiku lagi seperti semula." Jawab Alex apa adanya.
"Ah dasar kau nya saja yang lemah.Jarang berlatih, guna mengasah kemampuan. Malah yang sering kau asah barang itu saja."
"Dapat duit pergi ke tempat hiburan, begitu habis memalak, memeras bahkan merampok lagi!" Ujar Tanu cukup menyinggung perasaan bawahannya.
"Bukankah bos juga begitu?. Selain perempuan, bos juga peminum kan?" Protes Alex tidak terima disalahkan.
"Jangan kurang ajar kau ya?. Apakah kau mau kerjasama kita ini kita batalkan?" Respon Tanu tidak senang.
"Eh jangan bos!. Aku minta maaf!"
"Aku berjanji akan selalu setia kepada bos!"
"Jadi tolong beri arahan kepada kami, agar kami bisa bersiap-siap menghadapinya." Respon Alex kaget dan tidak menyangka bahwa bosnya yang selalu bercanda dengannya itu bisa juga marah.
"Oke kalau begitu!"
"Malam ini kalian jangan kembali ke tempat itu, tapi pergi ke suatu tempat dan temui orang ini!" Sambut Tanu cukup tenang dan sudah sangat yakin sekali.
"Siapa dia bos?. Kenapa aku belum pernah melihatnya?" Respon Alex penasaran.
"Nanti kau akan tahu sendiri!"
__ADS_1
"Tapi supaya kalian tidak merasa penasaran akan aku katakan. Dia adalah petarung yang sudah mencapai gelar master, dan saat ini sudah berada di level delapan."
"Kekuatannya sangat luar biasa!. Batu yang dipukulnya bisa retak, apalagi kalau dipukul kan ke kepala Arya?"
"Aku yakin saat itu juga kepalanya hancur, dan nyawanya tanggal dari badan." Jawab Tanu mencoba menjelaskan duduk permasalahannya.
Diam sejenak mengambil nafas, tak lama kemudian berkata kembali."Aku yakin jika kita mendapatkan bantuannya, Arya itu tidak ada apa-apanya!"
"Jangankan Arya?. guru Arya saja mungkin tidak akan mampu melawannya?"
"Dia sudah banyak mengalahkan para petarung, bahkan yang sudah bergelar master pun pernah dia kalahkan. Bahkan tingkatannya jauh lebih tinggi darinya."
"Jadi kalian yakinlah! Arya itu akan bisa dibinasakan. bahkan lima Arya tidak akan menjadi masalah buatnya."
"Kalau kurang percaya kita lihat saja nanti, saat dia beraksi, dan kita tinggal memetik hasilnya saja."
"Tapi sebelum kalian menemuinya, berikan sesuatu padanya seperti ini!" Ucapnya tenang, sambil memberikan bungkusan kecil pada Alex yang dia tau itu barang terlarang.
"Siap bos!. Bos memang yang terbaik!" Jawab Alex senang, kemudian menerima bungkusan kecil itu untuk diberikan kepada orang yang ada di dalam foto tersebut.
***
"Ternyata begitu?"
"Tidak kusangka Alex bisa berbuat demikian?. Aku kira dia sudah benar-benar insyaf, tapi ternyata masih menyimpan dendam yang cukup besar padaku!"
"Kalau begitu ceritanya, aku harus bertindak cepat. Kalahkan orang itu dulu, baru menunggu dia datang." Respon Arya sesaat setelah menerima pemberitahuan dari anak buahnya itu.
"Ayo ikut aku!. Ada sebuah pertunjukan besar yang ingin aku tunjukkan pada kalian!" Ucap Arya terdengar membingungkan.
"Mau ke mana Bos?" Ujar Jodi mencoba bertanya
"Jangan banyak tanya!, ikut saja!"Jawab Arya menakutkan.
"Tapi tempat ini?" Reaksi Jodi masih ragu-ragu.
"Biarkan saja, karena sudah ada yang menjaganya." Jawab Arya cepat.
"Siapa bos?, di mana?" Reaksi Jodi penasaran.
"Eits!. Apakah kau sudah lupa apa yang aku katakan beberapa hari yang lalu?" Cegah Arya tidak senang, dengan niat agar Jodi tidak menanyakannya lagi.
"Oh, baik bos!. Maaf!, Saya keceplosan." Responnya tidak enak hati.
"Ayo semuanya!, kita ikuti langkah bos, jangan ada yang berani membantah!" Ujarnya memberi perintah.
***
Tak lama kemudian. mereka sudah berada di suatu tempat, atau tepatnya di sebuah bangunan yang cukup besar, tapi bergaya unik.
Namun begitu masuk ke dalam. suasananya sangat luar biasa sekali. Halaman dalamnya cukup luas, malah ada arena berlatih pula.
__ADS_1
Tempat itu adalah milik seorang master beladiri, yang akan dimintai bantuannya oleh Tanu melalui Alex.
Baru saja Arya dan anak buahnya menjejakkan kaki di halaman yang cukup luas itu, terdengar sebuah suara dari belakang mereka.
"Selamat datang anak muda!. Aku tahu kau akan mendatangiku."
"Kau ingin tahu siapa aku, dan ingin menantangku berduel. Bukankah begitu anak muda?" Ujarnya mengejutkan.
"Luar biasa!. Tanpa dikatakan pun kau sudah tahu maksud kedatangan ku ke sini."
"Jadi karena sudah terlanjur diketahui, baik aku katakan saja."
"Kedatanganku ke sini memang ingin menantang mu, karena kata orang kekuatanmu cukup mumpuni."
"Jadi aku merasa penasaran dengan berita yang di besar-besarkan itu, oleh karena itu aku datang ke sini untuk menjajal kekuatanmu itu."
"Kebetulan aku menguasai satu dua buah jurus, yang kemungkinan besar bisa mengalahkan mu."
"Tapi jika aku tidak mampu, mohon beri tunjuk ajar padaku, dan angkatlah aku menjadi muridmu." Jawab Arya berterus terang.
"Hahahaha!. Aku suka gayamu!"
"Seorang anak muda yang cukup percaya diri, jumawa lagi?"
"Tapi sayangnya kau belum cukup mampu untuk mengalahkanku." Respon master tersebut terkesan meremehkan.
"Oh benarkah?. Bagaimana kalau kita berlaga di atas arena itu?, siapa tahu pukulan lemah ku ini mampu membuat mu terbang?" Sambut Arya cukup berani.
"Wah anak muda yang cukup bersemangat!. Kalau begitu mari!"
"Aku akan tunjukkan kekuatan yang sebenarnya."
"Tapi jangan salahkan aku jika wajahmu yang tampan itu akan rusak karena cakar ku ini!"
"Dia tidak mengenal belas kasihan, baik laki-laki maupun perempuan tidak akan aku ampuni kalau dia sudah berani meremehkan ku. termasuk kau!"
"Namun sebelum terlambat, aku sarankan padamu Untuk membatalkan niatmu barusan, dan berlutut kepadaku meminta maaf, agar nyawamu serta anak buahmu itu selamat!" Sambungnya pula.
"Wah!, kau sudah merasa yakin bisa mengalahkan ku?"
"Belum bertarung saja sudah sangat sombong!"
"Aku ingin tahu seberapa kuatnya cakar yang kau banggakan itu?"
"Apakah mampu menggores kulitku yang bagus ini?"
"Tapi sebelum kita bertarung, aku sarankan padamu agar menyerah saja, dan mengakuiku sebagai gurumu!" Ucapan Arya cukup menyinggung perasaan dari calon lawannya tersebut.
"Jangan kurang ajar kau bocah!. Pantang bagi ku menyerah sebelum bertarung."
"Kau akan menyesal karena sudah berani bersikap kurang ajar padaku serta berani melawanku!" Teriaknya marah.
__ADS_1
Kemudian melompat ke atas arena dan menunggu Arya datang.