
Jika Yang Maha Kuasa belum mengizinkan hambaNya untuk mati, maka sekuat apapun mereka berusaha, tidak akan berpengaruh apa apa pada yang dilindunginya. termasuk Arya dan pengikutnya. Sampai saat ini mereka masih tetap hidup juga. karena sedetik sebelum ledakan besar iblis Datu yang mengurung tubuhnya terjadi. Arya sempat menghilang dan menggantikan posisinya dengan orang lain yaitu Dasamuka, yang wajahnya dia serupa kan dengan wajahnya. dan itu tidak disadari oleh Ziangga. karena Arya menggunakan teknik pencipta yang baru kali ini digunakannya.
Dasamuka yang tubuhnya dipindahkan ke dalam lingkaran penghancuran. Tidak bisa berbuat apa apa. dan tidak bisa berkomunikasi dengan leluhurnya. Walau tingkat kekuatannya berada di alam penguasa pertengahan. Namun menghadapi teknik pencipta milik Arya, dia tidak sebanding dengan musuhnya.
"Matilah kau sekarang hai manusia durjana! agar dendam arwah cucuku terbalaskan!" teriak Ziangga sudah mulai merasa menang.
"Leluhur tunggu! Jangan diledakkan! Ada aku di dalam formasi mu. Tolong dengarkan aku!"
"Hentikan aksimu leluhur! Aku belum mau mati sebelum bisa membalaskan dendam ku pada manusia itu!"
"Lihat dia ada disana! Ini Dasamuka cucumu! Jadi jangan kau ledakkan tubuh keturunan mu sen...!"
Boom!
Belum selesai Dasamuka berkata. Tubuhnya sudah hancur duluan, bersamaan dengan hancurnya lingkaran besar yang diciptakan oleh Ziangga dengan segenap kemampuannya. Rasa penasaran yang tinggi langsung menyelimuti jiwa Dasamuka, yang tidak terima harus mati ditangan leluhurnya sendiri.
Tapi apa mau dikata. Sekarang wujudnya nyawa yang tidak berdaya, dan hanya bisa melayang di udara hampa tanpa sedikitpun kekuatan yang menyertainya, kecuali ada raga yang cocok dengannya. Namun itupun kalau dia beruntung mendapatkan raga yang sudah terlatih, tapi tingkatannya pasti diulang dari awal.
Sebaliknya Ziangga yang merasa sudah berhasil menghabisi Arya, langsung tertawa terbahak bahak, tanpa menyadari kalau Arya mengawasinya dari belakang.
"Puas rasanya bisa menghabisi orang yang telah membunuh keluarga kita ya? Walau ia nya sudah tidak bisa kembali, tapi setidaknya dendam sudah terbalaskan. Benarkan leluhur Ziangga?" terdengar sebuah suara yang mirip dengan suara Dasamuka dari belakangnyaya.
"Ya kau benar!. Jika ada dua nyawa dan dua raga pun akan aku ledakkan juga. Tapi sayangnya, dia hanya punya satu raga dan satu nyawa. Jadi dendam ku belum begitu imbang dan sebanding dengan kerugian yang ia timbulkan."
"Namun setelah ini aku akan pergi ke dunia manusia, dan meminta pertanggungjawaban dari mereka, agar arwah cucu ku mempunyai teman disana." jawab Ziangga masih dilapisi dendam, tanpa melihat dengan siapa dia berbicara.
"Baguslah kalau begitu! Setidaknya nyawa Dasamuka dan cucu kesayangan mu itu tidak mati sia sia. Jadi aku mendukung rencana mu itu."
"Namun sayangnya kau sudah tidak punya kesempatan untuk berbuat itu, karena musuh yang kau ledakkan itu bukan Arya. Tapi...? " reaksi orang tersebut tidak sopan, dan sengaja menggantungnya.
Ziangga langsung memutar badannya, dan langsung berkata. "Kau?" reaksi Ziangga tidak percaya. Sambil mengucek matanya yang sudah rabun itu beberapa kali, dan mendapati bahwa orang yang sedang berkata padanya itu bukan Dasamuka, tapi Arya.
__ADS_1
"Hai! Apa kabarmu Ziangga? Apa kau sudah puas membunuh Dasamuka. Tentu rasanya mak nyos ya?"ujar Arya dibuat santai saja.
"Kurang ajar! Dasar hina!. Bagaimana kau masih bisa hidup. Bukankah..?" reaksi Ziangga ketakutan, sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh padang tandus hasil ledakan yang diciptakannya.
"Oh tentang itu?. Aku hanya sedang beruntung saja!"
"Kebetulan waktu terkurung itu, aku ingin buang air kecil. Jadi aku keluar begitu saja, dan menggantikannya dengan Dasamuka, raja kesayangan mu itu. Dan kebetulan pula dia mau. Maka ya Boom lah dia. Dia mati begitu saja tanpa aku harus turun tangan." jawab Arya cuek saja.
"Dasar licik, pengecut, hina! Akan ku bunuh kau sialan!" reaksi Ziangga sangat emosi. Kemudian berteriak lantang sambil merilis ilmu tertingginya selain teknik pemusnahan iblis datu kebanggaannya.
Dalam sekejap saja tubuhnya membesar dan berubah menjadi iblis naga hitam. Dengan kuku kukunya yang panjang dan taring taringnya yang runcing. Siap mencabik siapa saja yang mencoba menghalanginya.
Namun Arya hanya tersenyum ringan. Baginya perubahan kecil itu sudah biasa. Karena fluktuasi energi yang dipancarkan tidak mampu membuat pakaiannya berkibar. Malah hembusan anginnya sejuk sekali. Tidak panas seperti yang diharapkan oleh lawan.
Namun Ziangga yang sudah berubah jadi iblis itu tidak peduli. Baginya Arya harus mati, karena telah berani mempermainkannya.
Sebagai leluhur bangsa denawa. Ziangga tidak terima diremehkan. bahkan oleh seorang manusia yang usianya sebaya dengan Suma. Oleh karena itu dia bertekad untuk menghabisi Arya dengan ilmu sesatnya itu.
"Hiaaaaa! Terimalah kematian mu hai manusia hina!"
Boom!
Dhuar!
"Menyebalkan! Dasar manusia tidak tahu diri!"
"Hiaaaaa!"
Slash!
Dhuar!
__ADS_1
"Masih kurang panas. Silakan tambah lagi kekuatan mu. Aku sedang kesejukan." ujar Arya semakin mempermainkan emosi lawannya.
"Keterlaluan. Tenaga ku hampir habis. tapi dia tenang tenang saja. Ini sangat memalukan komunitas naga hitam.Ini tidak boleh dibiarkan!" teriak Ziangga jadi jadian sangat memalukan.
"Bagaimana Ziangga? Apa permainan ini masih bisa kita teruskan?. Aku sudah mulai bosan nih?" tanya Arya meremehkan.
"Izinkan aku pergi. Aku berjanji tidak akan memusuhi mu lagi. Aku tobat!" sahut Ziangga sangat mengejutkan, sambil mengulur waktu untuk mengumpulkan kekuatan serta melakukan serangan dadakan.
"Kau mau pergi? Ya silakan! Aku izinkan. Asal kau tinggalkan nyawa busuk mu disini. sedangkan ragamu boleh pergi." jawab Arya cukup membingungkan.
"Tolong ampuni aku! Aku berjanji akan patuh padamu, dan akan menjadi abdi mu." responnya sungguh memalukan. Sambil mendekati Arya dengan maksud untuk mencari kesempatan, guna meledakkan diri di dekat Arya.
Namun belum juga sampai. atau dalam jarak sekitar sepuluh meter. Tubuh Ziangga tiba tiba bergetar, karena memasuki atmosfir kesadaran Arya, yaitu teknik pencipta asal kehampaan. dan tak lama kemudian tubuhnya terkunci, serta langsung berubah menjadi tubuh Ziangga asli tanpa perubahan.
"Kau mau mengakali ku Ziangga. Kau pikir aku tidak tahu trik murahan mu itu? Sungguh keterlaluan!" ujar Arya menakutkan.
"Teknik asal penciptaan. Hancurkan!"
Crash!
Boomm!
Dhuar!
Tubuh Ziangga lebur menjadi debu, tanpa sempat melakukan perlawanan. Bahkan untuk bersuara pun dia tidak mampu, karena Arya sudah mengunci jiwanya ke dunia kehampaan. dan menghancurkannya di sana.
Bersama dengan hancurnya jiwa Ziangga dan Dasamuka. Maka hancur juga dominasi mereka di dunia metafisika. Petualangan hidup leluhur dan keturunannya juga berakhir. serta membawa perubahan besar buat umat manusia, terutama buat Arya.
Mudah mudahan dunia manusia akan kembali aman tanpa adanya mereka.
"Selesai sudah. Setelah ini aku ingin beristirahat, sebelum meneruskan cita-cita leluhur untuk mengembalikan kejayaan trah Wangsa di dunia manusia." Guman Arya lirih pada diri sendiri. Kemudian mengeluarkan jutaan pengikut setia beserta raja rajanya.
__ADS_1
Saat mengeluarkan mereka itu, Arya merubah dirinya menjadi wujud kaisar naga, yang bentuknya sangat besar sekali.
Hal itu sengaja dilakukan, karena mereka harus tahu bahwa Arya sekarang adalah tuan mereka di dunia metafisika. Serta memberitahu mereka bahwa sekarang dia adalah kaisar naga. Jelmaan leluhur mereka, Wangsa Baladewa.