
Sementara itu di kota Seraya. Jodi yang jadi ketua pengamanan tempat usaha milik Arya, sekaligus merangkap sebagai manajernya. Sedang mengalami sedikit kesulitan, karena ada sekelompok orang, yang dipimpin oleh seorang penatua cukup sakti, dari sebuah keluarga kaya kota lain, sedang memaksakan kehendaknya, sekedar ingin mendapatkan kamar VIP utama, yang sudah dipesan oleh orang lain, tapi mereka tidak terima saat diberitahu oleh pengelolanya.
Mereka menganggap, bahwa tindakan Jodi sudah melanggar harga diri mereka sebagai pengawal seorang tuan muda, yang ingin makan ditempat itu, karena menurut kabarnya, di restoran tersebut terdapat sejenis menu spesial, yang bila memakan atau meminumnya, akan membuat tubuh seseorang menjadi sehat, kuat, bahkan bisa membangkitkan kekuatannya.
Berkat berita itulah, banyak orang orang kaya juga orang biasa jadi tertarik untuk datang, hanya sekedar ingin membuktikan, bahwa berita tersebut tidak hoax semata. Termasuk seorang tuan muda yang bernama Sagara, putra seorang pengusaha kaya raya dari pulau seberang.
Ditemani oleh 25 orang pengawalnya, dia menyebrangi lautan, untuk membuktikan berita tersebut benar atau tidaknya. Kebetulan pula dia sedang mengalami sindrom tulang belakang. atau istilah medisnya disebut dengan flat back syndrome, yaitu sejenis kelainan, yang lengkung tulang belakangnya hilang, Biasanya disebabkan operasi, kecelakaan, proses penuaan, hormonal atau cidera.
Dalam hal ini pemuda yang bernama Sagara, kelainannya itu disebabkan karena cidera saat terjadi kecelakaan, hingga membuat lengkung tulang belakangnya mengalami masalah.
Karena masalah itulah, keluarganya membawa anak semata wayangnya tersebut ke restoran milik Arya, yang menjual menu sepesial berupa Sup Tulang Naga, walau cuma istilah saja. Tapi khasiatnya memang terbukti benar.
Banyak orang orang tua, muda. lelaki, perempuan, saudagar kaya bahkan pemimpin dunia, yang telah berhasil disembuhkan oleh hidangan tersebut. Jadi orang tua dari Sagara, menyuruh anak buah nya, untuk membawa tuan mudanya ke tempat itu, dan meminta fasiltas kamar VIP utama, agar kegiatan pengobatan anaknya berjalan dengan lancar.
Namun sangat disayangkan, kamar VIP paling istimewa tersebut sudah dipesan oleh seorang penguasa, yang membawahi sekitar 5.500 orang pekerjanya, dan sudah tidak boleh ditawar tawar lagi. Tapi pengawal Sagara tetap ingin mendapatkan nya, karena kesalahpahaman komunikasi, saat lengkingan suaranya terdengar menyakitkan buat yang mendengarnya.
Karena kejadian itulah, membuat Arya harus cepat turun tangan, dan kembali serta menyelesaikan perselisihan tersebut agar tidak mempengaruhi pelanggan lainnya.
"Selamat datang bos!. Syukurlah anda datang." UjarJodi merasa senang. Sambil melirik ke arah Sagara juga anak buahnya dengan pandangan kesal.
"Kamu pemilik tempat ini?" Tanya ketua kelompok pengawal itu dengan ekspresi meremehkan.
"Ya, kenapa, ada masalah?" Jawab Arya cuek saja.
"Dengar ya! Sebagai pemilik tempat kumuh ini, kau seharusnya tahu, bahwa anak buah mu telah menolak rezeki dari calon pelanggan mu, karena katanya, kamar utama yang kami inginkan sudah dipesan oleh orang lain. Jadi tolong jelaskan kebenarannya pada kami sebelum tempat usaha mu ini kami tutup!" Jawab Barra, ketua pengawal Sagara tersebut cukup menjengkelkan.
"Kalau boleh tahu kamar utama mana? Apakah Galaxy, Alpha atau Andromeda?" Tanya Arya masih berusaha sabar.
"Apakah ada nama nama kamar sekerti itu?"Respon Barra keheranan.
"Ya, ada. Galaxy terdiri dari lima kamar 1 sampai lima. Alpha dan Andromeda juga demikian."
"Namun diantara 15 kamar utama itu ada satu kamar yang paling istimewa, yaitu Andromeda Alpha. Apakah kamar itu yang anda inginkan?" Jelas Arya.
__ADS_1
"Ya, jika boleh. Karena tuan muda ku ini sangat kaya raya. Berapapun biayanya akan dia bayar.Jadi kau tenang saja masalah biayanya." Jawab Barra masih dengan sikap sombongnya.
"Yakin bisa bayar atau berani menempatinya?" Respon Arya cukup bijaksana.
"Yakin, berani dan bisa!" Jawab Barra tidak mengenal asal usulnya.
"Baik. Kalau begitu silakan berunding dengan penguasa seribu pulau, karena dia yang akan menempatinya satu jam lagi. Bagaimana?" Respon Arya.
"Penguasa seribu pulau?" Tanya Barra mulai nampak ketakutan.
"Ya, dialah orangnya.Jadi kalau mau tukaran tempat, silakan hubungi nomor ini. Kami hanya sebagai perantara saja." Semakin tenang sikap Arya, semakin membuat Barra ketakutan.
"Oh, tidak tidak! Kami tidak jadi makan disini. Maaf, kami harus pergi!" Reaksi Barra mendadak ketakutan.
"Kenapa harus buru buru?. Bukankah tadi kau sangat menginginkannya?" Tanya Arya.
"Kami masih ingin hidup. Tuan seribu pulau itu sangat kaya, sakti juga berkuasa. Kami hanya debu buatnya." Jawab Barra berterus terang dan bergegas mengajak tuannya untuk pergi.
Namun sebelum sempat beranjak pergi, terdengar Arya berkata. "Sejujurnya aku sangat tersinggung dengan ucapan mu barusan. Seperti tidak menganggap orang lain tidak ada".
"Tapi demi kemanusiaan, aku mencoba untuk mengalah. Lagipula tuan muda mu itu sangat merasa kesakitan, akibat cidera di punggungnya."
"Jadi aku sarankan untuk kembali, dan menjalani pengobatan." Ujar Arya mencoba bersikap ramah pada tamu arogannya itu.
Bruk!
Belum sempat Arya mengambil nafas, Barra sudah menjatuhkan lututnya ke lantai, dengan sikap penuh penyesalan.
"Tolong maafkan sikap ku ini anak muda. Orang tua ini tidak tahu dengan siapa dia berbicara. Mohon jangan diambil hati." Reaksi Barra malu sendiri. dan semakin dalam menunduk ke arah Arya.
"Bangunlah!. Anda tidak pantas melakukan itu. Bawa tuan muda mu ini ke ruangan pengobatan. Aku sendiri yang akan mengobati nya." Balas Arya.
"Terima kasih tuan muda!" Respon Barra mulai merasa senang. Kemudian menyuruh bawahannya untuk mendorong kursi roda ke lif yang akan menuju ke lantai tiga.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Barra dan tuannya sudah berada di sebuah ruang, yang dikhususkan untuk tempat mengobati pasien, kalau Arya sedang tidak kemana mana. Itupun cuma pasien yang mengalami sesuatu yang luar biasa, dan tidak bisa ditangani oleh dokter ahlinya.
"Baringkan dia disana!" Ujar Arya setelah setengah jam Sagara selesai menyantap sup tulang naga buatan restorannya.
"Ruas tulang belakang bergeser satu, dan bentuk aslinya sudah berubah. Dengan meminum sup tulang ini, semoga ia nya akan kembali dan sembuh seperti sediakala."Ujar Arya pada tamu tamunya.
Benar seperti yang dikatakan,. Tiba tiba saja terdengar bunyi teredam.Tubuh Sagara yang masih diobati oleh Arya pun bergetar, sampai membuatnya menjerit kesakitan.
Tapi tak lama sesudah itu, seringai halus muncul dari mulut Sagara, seperti tersenyum ke arah anak buahnya. Melihat itu Barra dan yang lainnya tentu saja senang.dan buru buru mendekati Sagara, tapi dicegah oleh Arya.
"Belum saatnya untuk bergembira. Masih ada serangkaian pengobatan lanjutan, agar tuan mu ini kembali seperti sediakala." Ujar Arya cukup tenang, sambil meneteskan air kehidupan ke mulut Sagara, dan menetralkan serta menguatkan bentuk tulang belakangnya.
Sedetik kemudian, Sagara sudah bisa berdiri, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. melihat itu Sagara dan anak buahnya tentu saja senang. Mereka tidak menyangka tempat dan orang yang mereka remehkan tadi, mampu menyembuhkan penyakit tuan mudanya, yang sudah berlangsung belasan tahun. dan sekarang sepertinya sudah sembuh.
Segera setelah itu Barra menghubungi tuan besarnya, untuk mengabarkan bahwa putranya sudah kembali, dan tidak duduk di kursi roda lagi.
Mendengar berita itu, tuan Rajasa tentu saja senang, dan menyuruh Barra untuk meminta nomor rekening Arya, agar bisa di isi sejumlah uang, yang jumlahnya cukup banyak, yaitu sekitar tiga ratus ribu dolar, atau sekitar 4.556,345.000 rupiah. Tapi sayangnya Arya menolak kebaikan itu, dan malah menyarankan untuk menyerahkan pada yayasan amal saja, karena dia merasa tidak berhak menerimanya.
***
Tiga hari kemudian. Berita tentang kesembuhan Sagara tentu saja membuat jagat maya heboh, karena tuan Rajasa menyuruh anak buahnya untuk mempublikasikan berita kesembuhan anaknya pada dunia bahwa satu-satunya pewaris keluarganya telah sembuh dan tidak cacat lagi.
Tidak tanggung-tanggung apa yang dia lakukan. Lebih dari 21 kanal yang ada, semuanya diberi tugas untuk memberitakan kesembuhan anaknya, berkat pertolongan dari Arya, karena meminum sup buatannya.
Membaca dan melihat berita tersebut, tentu saja membuat restoran Arya semakin mendapatkan perhatian. dampaknya adalah penuhnya pengunjung, baik dari kota-kota yang ada, maupun dari kota dari seluruh dunia.
Dampak lainnya adalah, hotel milik pak Satya, yang berada persis di depan restoran Arya, setiap harinya penuh, dan tidak menyisakan satu kamar pun untuk disewa, sampai membuat manajernya kewalahan, dan meminta bantuan dari bosnya untuk mengatasi masalah tersebut.
Arya juga terkejut karena pemberitaan itu. Dia tidak menyangka bahwa percobaannya untuk membuat sup tulang naga bisa setenar itu, padahal biasanya respon orang orang semula biasa biasa saja, dan tidak menggubris berita dari mulut ke mulut. kecuali beberapa orang yang ingin mendapatkan keberuntungan termasuk Sagara dan anak buah nya
Namun setelah pemberitaan menjadi marak dan tersiar kemana-mana, maka berbondong-bondonglah orang datang, untuk sekedar membuktikan, bahwa berita tersebut bukan bohong semata, tapi memang benar adanya.
Respon dari orang-orang tersebut tentu saja membuat Arya dan pak Satya kewalahan, karena restorannya tidak mampu menampung sejumlah pelanggan tersebut, kecuali jika mereka mau bersabar untuk antri mendapatkan giliran. Tapi tidak buat hotel bintang 5 milik pak Satya.
__ADS_1
Pengurusnya tentu saja tidak bisa menerapkan sistem bergiliran seperti restoran Arya, karena rata-rata tamu tamunya menginap selama tiga hari, walau harus membayar mahal.Tapi demi kesembuhan, mereka rela mengeluarkan uang banyak, karena mereka tahu sehat itu mahal.