Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Sihir neraka


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja dan tidak melawan? Apakah kau ingin cepat cepat mati?" kesal Suta dibuatnya.


"Maafkan saya pangeran! Saya tidak berdaya." jawab Arya jujur saja.


"Bukankah pakaian yang kau kenakan itu bisa menangkal sihir. Tapi kenapa masih bisa terpengaruh juga?" protes Suta masih masih dengan ekspresi kesal.


"Itulah yang membuatku tak habis pikir. Biasanya jenis sihir apapun tidak akan mempan pada saya.Tapi entah kenapa kali ini bisa?" jujur Arya saat menjawabnya.


"Ya sudahlah! Telan ini. Khasiatnya sangat banyak. Salah satunya mampu mengembalikan vitalitas mentalmu agar tidak mudah terluka."


"Ketahuilah olehmu Arya! Sihir yang barusan mempengaruhi mu itu adalah salah satu dari tiga jenis sihir paling kuat di dunia. Namanya sihir neraka. Dampaknya sangat terasa bagi pendekar yang jiwanya masih lemah. Salah perhitungan nyawa taruhannya." petuah Suta pada Arya.


"Sekali lagi maafkan saya pangeran Suta! Lain kali saya akan berhati hati." respon Arya malu dibuatnya. Sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di dada.


"Sudah sudah! Ayo kita satukan kekuatan. Nampak nya Medusa asli sudah mulai menampakkan diri?" respon Suta.


Tak lama kemudian.Wujud asli Medusa dua, atau yang sekarang disebut Medusa utama telah menampakkan diri, dan siap melawan siapa saja yang mencoba mencelakainya.


Tatapannya garang, penuh dengan intimidasi.Cakar dari kakinya terus mengembang. Seakan ingin mencabik cabik siapa saja yang sedang berurusan dengannya. Ditambah dengan nafas api berwarna merah. Yang terus saja keluar dari mulutnya. Mengisyaratkan bahwa dia sangat tidak senang, atas kedatangan Suta dan orang orangnya.Terutama Arya.


Medusa tahu bahwa yang membunuh saudaranya adalah Arya. Termasuk yang menghancurkan nyawa cadangannya di udara itu. Jadi saat melihat Arya ada bersama mereka. Dia segera menggunakan sihir neraka. Untuk menarik Arya agar mendekatinya, walau dia masih didasar lautan. tapi pengaruhnya jelas terasa.


Dia melakukan itu, agar mudah membunuh Arya, guna membalas dendam atas kematian saudara saudaranya. Tapi beruntung Suta bergegas menyelamatkan Arya. Mungkin jika terlambat sedikit saja, Arya akan mati, atau minimal terluka.


Kini pandangan Medusa masih saja terarah pada Arya, dengan maksud membuat jiwanya kembali terluka. Namun berkat pil jiwa tingkat tinggi yang diberikan oleh Suta. Reaksi Arya jadi biasa biasa saja.


"Kurang ajar! Dasar manusia rendahan! Senangnya keroyokan!" reaksi Medusa tidak suka.Walau itu dikatakannya dalam hati.


"Grouuuch!" lengkingan suara parau keluar dari tenggorokan Medusa. Hingga mampu menerbangkan apa saja yang ada didekatnya.


Kobaran api semakin kuat dan membesar. Membakar tumbuh tumbuhan yang ada di sebuah pulau, yang tak jauh dari gravitasi Saint Saiya. Hingga membuat pemandangan disekitar begitu mencekam. Beruntung Suta dan anak buahnya tidak terpengaruh oleh teriakan itu, apalagi terpental karenanya.


"Menjauh semua! Biarkan aku yang menghadapi makhluk jelek itu dan memusnahkannya!" seru Jena mendahului Jenifer, yang dari awal telah disuruh untuk maju melawan Medusa. Namun reaksi Dyah Isma jelas tidak akan mengijinkannya.


"Mundur lah Jena. Biarkan senior Jeni yang menghadapinya!" tegah Dyah Isma.


"Tapi bibi! Aku ingin bertarung juga. Aku ingin menunjukkan pada kak Suta, bahwa aku juga mampu menghadapi Medusa?" protes Jena tidak terima.


"Bibi tahu bahwa kau mampu bertarung seimbang dengan Medusa. Tapi berhubung masih ada yang lain. Apa salahnya kalau kita serahkan saja masalah ini pada mereka?" bantah Dyah Isma. Dengan tatapan matanya yang sangat mengintimidasi.


Jena tentu saja paham, jika dia terus memaksa, maka akan dilaporkan pada Dragon ayahnya. dan hukumannya jelas saja tidak ringan. Karena tugasnya disana, hanya sebagai penjaga formasi, agar Medusa tidak bisa melarikan diri. Jadi mau tidak mau dia harus mematuhinya.


"Khiaaaaaa!" teriak Jenifer kuat kuat, sambil mengepakkan kedua sayapnya diudara. Entah sejak kapan dia sudah pergi menjauh, dan alih alih sudah berada ditempat lain.


"Grouuuch!" balas Medusa tidak senang. Lalu terbang menuju kearah musuhnya.


Untuk sesaat dia melupakan dendamnya pada Arya. dan urusan itu akan dilakukan setelah membunuh sesosok mahluk, yang sekarang sedang merubah wujudnya menjadi Phoenix api. Tentu saja dia suka.


Slash!


Shut!


Boom!


Dua kekuatan segera bertemu, yang dampaknya akan sangat terasa, bagi petarung berlevel rendah jika saat ini mereka ada. Namun semua petarung yang dibawa oleh Suta saat ini tidak begitu terpengaruh karenanya. Malah membuat tubuh mereka bercahaya, karena aura kekuatan semesta, otomatis keluar dari tubuh tubuh mereka. Dan itu sangat berguna.


Swus!


Slash!


Bamm!


"Grouuuch!" sambil berteriak menjauh akibat terpental dari pukulan sayap Phoenix api. Medusa memanfaatkan pukulan tersebut, dengan melancarkan serangan dahsyat dari matanya, dan langsung tertuju pada Arya.

__ADS_1


Namun untuk kali ini, Arya sudah siap dengan rencana musuhnya. Dengan yakin dia merilis teknik kekosongan, dan menyambut serangan dari Medusa.


Slip!


Jes!


Serangan yang maha dahsyat itu menghilang entah kemana, hingga membuat Medusa marah dan kembali melancarkan serangannya.


Swus! Swush!


Slash! Slash!


Empat serangan kuat terlihat meluncur kearah Arya, dan itu membuat siapa yang melihatnya merasa khawatir.Termasuk salah satu trio panglima. "Awas Arya!" teriak mereka mengingatkan Arya.


Dia tahu kalau tembakan yang berasal dari mata Medusa bisa membuat yang terkena menjadi batu, dan itu sangat berbahaya. Namun Arya malah tenang tenang saja.


Khawatir jika Arya bakalan celaka. Bumi segera merilis teknik saktinya, dengan merubah bebatuan serta tanah yang ada menjadi benteng, dan diperkuat oleh Awan dengar merubahnya menjadi benteng, yang bisa menyerap sihir dari Medusa.


Tak cukup dengan itu. Langit juga membantunya. Dia mengeluarkan enam buah Cakra bergerigi tajam. yang diaturnya agar berputar putar disekitar benteng, dan siap kapan saja jika Medusa kembali menyerang Arya. Dan akibatnya.


Swush!


Boom!


Benar seperti yang diperkirakan. Serangan dari Medusa tidak mampu menembus benteng yang dibuat oleh trio panglima, dan itu membuatnya marah.


Splash!


Bamm!


Belum selesai keterkejutan Arya. Dia kembali diserang. dan itu membuat trio panglima menjadi marah. Sungguh Medusa tidak memandang mereka. Dia menganggap bahwa musuhnya hanya Arya.


"Kurang ajar! Ayo kawan kawan! Kita serang bersama sama!" teriak Bumi yang paling pertama bereaksi, dengan menghancurkan tekniknya dan dilemparkan kearah Medusa.


Yang lebih marah adalah Langit. Selama ini Trio yang dipimpinnya belum pernah kalah, dan selalu mendapatkan kemenangan dimana mana.


Karena merasa diremehkan. Dia segera merubah enam bola Cakra menjadi besar, dan menyelimutinya dengan api berwarna hitam. Bila tubuh Medusa terkena, maka sudah dipastikan bakal celaka.


Arya juga idak mau ketinggalan. Senjaya sakti yang ada di dalam tubuhnya, semuanya dikeluarkan, termasuk kujang emas yang sukses menghabisi jiwa jiwa Medusa, yang disimpan dalam dua buah batu delima.


Lalu setelah merasa cukup. Mereka bertiga segera melemparkan senjata serta kekuatannya. Dibantu oleh Arya, dengan kilauan seribu pedang, yang melayang layang diudara. "Hemm! Menarik juga!" guman Suta dari kejauhan.


Sejauh ini dia hanya menonton saja, dan belum mau turun tangan. Begitu juga dengan Robin. Burgon serta yang lainnya.


"Semuanya! Aktifkan!" teriak seseorang mengompori rekan rekannya. "Sekarang!" ujarnya manambahkan. Lalu..


Swing!


Slash!


Krak!


Boom!


Boom!


Dhuar!


Jleb! Jleb!


Hong!


Byur!

__ADS_1


Tubuh Medusa meluncur kebawah, dan tenggelam di dasar lautan." Gawat! Dia melarikan diri!" Seru Arya tiba tiba.


"Ya, kau benar! Itu dia!" sambung Awan menguatkan pendapat Arya.


Slash!


Dhuar!


Serangan kuat berjumlah lima, tiba tiba muncul dari bawah mereka, dan itu membuat yang ada diatas jadi gelagapan.termasuk Arya.


Dia yang paling tidak siap, karena serangan tersebut dibarengi sihir neraka. Yang lagi lagi membuatnya berdiri kaku dan siap mati kapan saja.


"Celaka! Aku tidak boleh tinggal diam! Teknik kekosongan semesta aktifkan!" teriaknya tiba tiba.


Seung!


Bamm!


"Uh! Hampir saja!" Batin Arya.


"Kiaaaaaaa!" reaksi jenifer marah. Dia merasa diacuhkan oleh musuhnya. Dan segera terbang mengitari mereka denhan kode ingin menyusul Medusa.


Tapi Suta yang melihat itu segera mencegahnya dengan berkata. "Sabar Jeni. Jangan emosi begitu! Ini jebakan!" ujarnya.


Splash!


Boom!


Ucapan Suta dijawab dengan kepakan sayap Phoenix api. Berbentuk energi berujung runcing, yang panasnya sangat terasa. Dan akibatnya.


Slip


Zus!


Kratak!


Boom!


Boom!


Permukaan laut segera terbuka, dan memperlihatkan tubuh Medusa yang berusaha lari, karena sebagian besar tubuhnya terluka. Siapa bilang dia tidak apa apa?


Serangan Arya. Awan Langit dan Bumi, jelas telah membuatnya terluka, dan itu tidak bisa dianggap main main.


"Kiaaaaaaa!" kembali Jeni berteriak lantang. Karena musuhnya mencoba melarikan diri lagi, dan itu membuatnya sangat marah.


"Formasi penghancur segalanya! Aktifkan!" Teriak Suta tiba tiba.


Krak!


Boom!


Tubuh Medusa terangkat ke udara, dan mendekati Arya. "Sekarang saatnya!" teriak Suta.


"Teknik keserakahan jiwa! Aktifkan!" sambut Arya.


Boom!


Dhuar!


Tubuh Medusa hancur, dan berubah menjadi kabut darah, dan menguap sesudahnya.


"Selesai sudah!" reaksi Suta.

__ADS_1


"Dengan demikian musuh terkuat sudah tiada, dan kini saatnya membasmi pembuat onar disana." guman nya. Sambil menunjuk kearah Utara, dimana musuh manusia terkuat lainnya berada.


__ADS_2