Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Penghuni baru


__ADS_3

Sebuah taman dengan kumbang-kumbang dan kawanan kupu-kupu terbang mencari madu terlihat seorang wanita paruh baya tengah bersantai sambil menikmati minuman di depannya.


Hingga kefokusan dalam membaca majalah yang berisikan model ternama berbalut pakaian serta perhiasan mahal terpajang sempurna disana, menjadi terganggu karena deringan ponsel miliknya.


Manik nya segera melihat siapa yang menghubungi nya, layar sentuh itu menampilkan putraku tersayang. Tanpa lama, jarinya segera menekan gambar telepon hijau itu.


"Ya Vander?" Sapanya sambil menunggu informasi yang dibicarakan putranya.


Manik yang sesekali menatap majalah dan satu tangan yang membolak-balikkan langsung terhenti mendengar ucapan terakhir putranya.


"Apa? Sungguh?" Dengan spontan, tubuh yang tadinya duduk manis langsung bangkit dengan suara serta mimik wajah yang pas dengan kekagetan.


"Akhirnya.... Mama akan segera kesana!" Panggilan terputus, tapi keaktifan wanita yang menjadi Oma itu tidak putus, menuju ke dalam kediamannya ia berteriak girang dengan tubuh yang tak karuan menunjukkan kebahagiaan membuat penghuni rumah kebingungan sekaligus khawatir bukan main.


********


Sedangkan di ruangan beraroma obat itu, Vander tampak masuk perlahan sambil menatap istrinya yang terbaring dengan mata tertutup sempurna. Langkah kakinya tak bisa ia kendalikan untuk mendekat dan menyentuh kening pujaan hatinya itu.


Senyum di bibirnya begitu lengkung bak bulan sabit yang tidak beranjak dari sana. Bibirnya ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa karena posisi senyumannya yang tak terkira.


Setelah kepergian senyumannya, bibir itu mengecup tangan yang begitu halus dan lentik yang terkubur di genggaman tangan besarnya. Hingga karena aktivitas itu, pemilik tangan perlahan terbangun, maniknya langsung menatap sosok tampan dihadapannya.


Karena nyawa yang masih terunduh membuat dirinya belum sadar mengenai keberadaan nya. "Honey, kau sudah sadar. Kau merasakan sesuatu?" Tanya suaminya yang membuat Yana belum bisa menjawab.

__ADS_1


"Aku kenapa? Aku dimana honey?" Tanya Yana yang tampak kebingungan.


"Honey, kau pingsan di kantor."


"Ahhh, ya. Aku baru ingat. Maaf, aku lupa makan siang karena begitu banyak tumpukan dokumen, kepala serta tubuhku sangat lelah, sehingga suara perut tidak terdengar." Yana mendapatkan kesadarannya dan mengerti kekhawatiran suaminya.


"Jangan ulangi lagi, karena kalau telat makan bukan hanya perut mu yang sakit tapi penghuni di dalamnya juga." Yana memiringkan kepalanya sambil menelaah ucapan Vander.


"Penghuni? Tentu saja lambung dan kawan-kawannya marah padaku dan membuat ku di rumah sakit, aku tidak akan mengulanginya lagi." Tampak nya Yana belum bisa diajak kerjasama sekarang.


"Bukan itu, tapi bayi kita." Vander mengelus perutnya dan membuat Yana terpaku sejenak.


"Bayi? Maksudnya....."


"Ya honey, bayi kita sudah disini. Ia akhirnya launching." Kekeh Vander yang begitu gemas dengan ekspresi istrinya yang polos.


Vander mengangguk cepat dengan senyuman dan membuat Yana segera memeluknya membuat sepasang suami istri itu saling menyalurkan kebahagiaan mereka.


"Ya Yana, kau hamil. Aku sangat bahagia! Terimakasih honey!" Dalam dekapan hangat itu, Vander melayangkan kecupan manis yang bisa ia daratkan.


Bagi Vander ini seperti keajaiban baginya, karena penantian selama lima tahun akhirnya berakhir juga, tapi tidak bagi Yana. Ia bahagia karena ide gilanya membuahkan hasil. 'Akhirnya.... Semuanya tidak sia-sia, aku akan menjaga nya dengan baik. Tidak ada yang tau apapun!'


Saat keduanya asyik berpelukan, pintu ruangan terbuka menampilkan dokter tersebut merasa datang di waktu salah. "Aa..."

__ADS_1


"Mari dokter, periksa keadaan istriku." Pinta Vander yang membuat dokter itu bergegas melaksanakan tugas nya.


Sembari dalam pemeriksaan, Vander tidak melepaskan tangan Yana yang selalu berada dalam genggamannya. "Bagus, semuanya bagus tuan. Hanya saja dalam usia kandungan trimester awal, usahakan jangan stress dan jaga perasaan ibu hamil. Bukan hanya itu, makanan serta minuman atau pola hidup lebih sehat karena akan mempengaruhi perkembangan janin kedepannya dan jujur saja trimester ini merupakan tahap sulit jika tidak berhati-hati." Vander mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh dokter.


"Baik, terimakasih dokter. Kau dengar honey?" Yana hanya mengangguk patuh mendengar ucapan suaminya.


Dengan hati-hati, bukan..... Lebih tepatnya Vander menggendong Yana dalam pelukannya dari jarak ruangan rumah sakit hingga parkiran mobil. Pria itu tidak membiarkan istrinya berjalan dengan kedua kakinya membuat mereka menjadi sorotan sepanjang jalan.


Yana tidak mengatakan apapun, ia dapat melihat ke excited sang suami yang membara. Sepanjang perjalanan, Vander yang biasanya kebut-kebutan bak pembalap sekarang berubah menjadi anak kecil yang baru belajar menyetir.


"Kalau begini kapan kita sampai?" Tanya Yana yang tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Entahlah, yang jelas harus pelan karena aku tidak ingin baby ku terganggu." Senyuman Yana sedikit memudar karena pikirannya teringat akan gejala hamil yang seharusnya ia rasakan seperti yang lain.


'Seharusnya aku mual atau lemas kan? Tapi kenapa tidak ada apapun? Atau mungkin aku istimewa? Syukurlah, sepertinya bayi ku sangat paham.' Yana tidak memusingkan, dan mengelus perutnya yang masih datar.


******


Suara langkah kaki yang begitu besar dengan kecepatan tinggi ditambah suara mual di kamar mandi yang begitu mewah itu menjadi keributan besar di mansion itu. "Bawakan aku rujak! Dan singkirkan minuman siaaaalan ini!" Pekik nya dengan tubuh yang tak mampu menopang berat tubuhnya.


Dalam kelemahan luar biasa itu, ia akhirnya berhasil mendarat di ranjang nya dengan bantuan kaki tangannya. "Tuan, rujaknya akan segera datang begitu juga dengan dokter...."


"Tidak perlu, aku tidak sakit. Kau tau... Ini pertanda pohon yang ku tanam mulai tumbuh disana. Lakukan tugas berikutnya!" Ucapannya dengan terbata sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2