Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Story Iblis dan Malaikat


__ADS_3

Dari restoran sekarang ketiganya sudah pindah ke kediaman mewah itu, tampak dari jumlah tiga sudah berubah menjadi lima. "Xavier, mengantuk?" Tanya Papa Yana yang melihat cucunya bersama pria yang akan ia interogasi.


"Tidak, tapi aku mau ke kamar mandi. Perutku mau membayar." Ujar Xavier dengan ekspresi malunya.


"Baiklah, bibi Ki akan menemani Xavier."


"Hmmm, mami aku ke kamar mandi dulu. Dan Daddy jangan pergi ya." Xavier mengeluarkan jari telunjuk nya kehadapan wajah Daddy nya yang membuat wajah itu tersenyum.


"Tentu saja, Daddy akan disini." Setelah itu Xavier langsung pergi dengan pelayan disana yang ia panggil dengan bibi.


Setelah kepergian Xavier, suasana menjadi hening bak film horor. "Pa, itu..." Ucapan Yana langsung terhenti karena angkatan tangan Papa nya.


"Bagaimana kami bisa percaya, bahwa kau adalah Xander? Bukankah kau adalah pria yang menjadi awal kehancuran rumah tangga putriku?"


"Kehancuran itu adalah kata lain dari kunci yang membuat Yana lepas dari belenggu kebohongan, bukan begitu pasky?" Alis yang mendatar itu sekarang menjadi menukik mendengar kata terakhir.


"Kau....."


"Aku tidak terkejut dengan reaksi itu. Aku sudah melihatnya dan bahkan dari keluarga ku sendiri. Semuanya sudah menganggap ku mati setelah kecelakaan itu. Atau mungkin karena rupa yang menempel padaku? Sehingga tidak ada yang percaya dan berpikir aku mengetahuinya dari pencarian yang aku lakukan mati-matian."


"Bagaimana bisa?"


"Apa itu sebagai kepercayaan?" Tanya Xander kepada pria yang pernah ia temui untuk mendapatkan izin pergi bersama Yana.

__ADS_1


"Aku tidak suka mengulangi perkataan yang sama." Ucapan itu membuat Xander tersenyum dan bersiap bercerita.


"Setelah kecelakaan itu, aku terpisah dari Yana. Aku memang berhasil keluar dengan Yana, tapi kami tidak bersama."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mobil mewah itu akhirnya tidak terbentuk dan mengeluarkan asap dan juga pecahan kaca yang sudah bertaburan karena hantaman besar itu. Bahkan, sang pengemudi dan penumpang di dalamnya sudah berhamburan keluar.


Tampak dengan luka yang menganga dan masih dialiri cairan merah yang terus keluar dari wajah dan anggota tubuh lainnya. Mata sang wanita yang terkapar di sekolah kecelakaan itu masih terpejam efek luka yang dideritanya.


Sedangkan di sisi yang tak jauh, tubuh pria dengan kemeja biru laut itu sudah menjadi warna lain karena darah yang mengalir disana. "Yana...." Ujarnya dengan lirih.


Dengan kekuatan yang masih tersisa, ia menuju kekasihnya yang tidak sadarkan diri. Tapi belum sampai, matanya melihat sosok yang ia kenali dan terlihat wajah yang terasa putus asa itu memiliki harapan.


"Xander."


"Aku senang, kakak menemukan ku. Tolong kak, aku merasa sakit." Sosok yang dipanggil kakak itu membungkukkan badannya sehingga sejajar.


"Kau senang? Atau sakit?" Tanya nya.


"Keduanya, tapi senang ku lebih dominan. Karena kakak menemukan ku..... Aghhh!"


"Sakit?" Tanyanya dengan rasa tidak bersalah karena menginjak perut sosok yang terluka itu.

__ADS_1


"Kak?"


"Aku tidak suka kau memanggilku dengan kakak! Aku lebih suka kau berteriak keras karena rasa sakit."


"Kau bingung? Kaget? Pastinya juga sakit dan rasa senang itu sudah hilang sekarang." Manik yang mengeluarkan harapan itu langsung berubah menjadi tanda tanya besar.


"Apa maksudnya?"


"Maksudnya adalah.... Kau seharusnya mati. Aku berharap hantaman besar ini sudah membuat nyawamu hilang, tapi sepertinya tidak. Kau kuat juga, tapi sepertinya tidak akan lama lagi." Dengan meringis tentunya, tangan itu mencengkram dagunya yang terluka itu.


"Aku sangat benci padamu Xander, sangat! Kau mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Tapi dengan kepolosan yang kau miliki, kau menjadi menunggu ku untuk pernikahan mu, aku merasa senang dengan itu. Kesempatan ku untuk melenyapkan mu menjadi lebih besar, kau dengar? Aku tidak suka berbicara banyak. Kau juga sudah kesakitan bukan, sebagai kakak yang baik, aku akan mengantarkan mu kedalam kedamaian. Kau tidak akan mendapatkan kebencian ku lagi, tapi aku akan memberikan doa untuk mu dan rasa terima kasih.... Karena setelah kau tiada, aku yang akan menikah dengan Yana dan tidak ada lagi Xander, hanya Vander! Hanya aku yang akan mendapatkan harta, jabatan serta cinta Yana."


"Ular!


"Ya, dan kau akan menjadi mangsa ular ini. Habisi dia!" Secepat kilat dua orang bertubuh kekar menyeret tubuhnya yang sudah terluka berat itu.


Sambil berteriak dan mencoba melepaskan diri, tentu saja itu adalah usaha yang sia-sia karena tempat dan juga keadaannya tidak memungkinkan dirinya menang. Hingga tubuh yang berada di jalan mulus itu sekarang berada di tepian jurang.


"Kau iblis!" Vander tertawa lepas mendengar hujatan itu.


"Ya, aku iblis dan kau adalah malaikatnya. Dan iblis ini akan menyingkirkan malaikat ini untuk selamanya, aku akan mewakilkan salam perpisahan kepada papa dan Mama serta Yana. Selamat tinggal adikku tersayang, tenang lah di neraka! Lempar dia!" Seiring dengan jatuhnya tubuh itu menuju dasar, Vander tertawa iblis melihat adiknya ia terjun bebas dibawah sana.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2