
Malam ini terasa lebih dingin dari biasanya, Yana yang hanya menggunakan baju berbahan satin yang tipis tentu merasa kedinginan. Perlahan ia menggulung dirinya dalam selimut, hingga seperti kepompong yang membuat Vander baru saja datang tersenyum melihat tingkah istrinya.
Merasakan ada pergerakan di ranjang, Yana membuka sedikit selimut yang memperlihatkan wajahnya sedikit, terlihat Vander mendarat di ranjang. "Sini, aku bisa menjadi api yang lebih baik." Vander mendekat dan menarik lembut istrinya agar berada di dekatnya.
"Sudah selesai?" Tanya Yana sambil membenamkan wajahnya ke bidang kekar itu.
"Ya, sudah. Apa terlalu lama?"
"Tidak, aku hanya tidak mau kau lelah honey." Perlahan Yana menemukan tangan Vander dan membolak-balikkan nya.
"Kenapa?" Vander tentu bingung dengan tingkah istrinya.
"Aku hanya merasakan genggaman ini, sangat hangat dan besar. Lihat! Jariku rasanya tertelan oleh jarimu." Yana tersenyum dan tertawa kecil seperti anak-anak yang mendapatkan mainan baru.
"Kalau begitu, bagaimana tertelan di sini!" Vander memberikan kode dibagian menara nya yang perlahan bangkit membuat wajah Yana tersipu.
Jujur saja, setelah mengetahui kehamilannya, mereka belum melakukan aktivitas panas seperti sebelumnya. Vander yang takut terjadi sesuatu pada kandungan Yana menjadi salah satu faktor.
__ADS_1
"Tentu, bagaimana dengan pijatan ini?" Napas Vander tercekat sejenak merasakan lembutnya tangan Yana yang melakukan servis pada menara nya.
"Besok, kita memeriksakan kandungan ya, aku ingin melihat kabar bayi kita." Sambil merasakan terbang melayang, Vander mengemukakan pendapat nya sambil mengelus perut Yana.
"Iya, tentu saja. Aku juga rindu." Melihat serangan berikutnya mulai dilancarkan, maka Vander mengambil alih dan menggunakan kehati-hatian. Panas membara yang sudah merasuki keduanya tentu butuh dilepaskan dan akhirnya malam yang dingin itu menjadi saksi mata pertempuran dengan serangan sedang itu.
Keesokan harinya....
Seperti pembicaraan mereka semalam,
Yana tengah memeriksakan kehamilan nya, suaminya sungguh tidak sabar ingin melihat anaknya memaksa Yana untuk ke dokter kandungan keluarga mereka.
"Kandungan nyonya sangat sehat, usahakan tetap dijaga ya Tuan." Jawaban itu membuat senyum sepasang suami istri sangat lebar dengan hati yang berbunga-bunga.
"Sini, berikan padaku!" Vander meminta sebuah potret dari suster yang baru saja masuk.
"Kenapa banyak sekali?" Tanya Yana melihat hasil USG yang begitu banyak diminta suaminya.
__ADS_1
Sebelum menjawab, Vander tersenyum sejenak lalu mengelus anak nya yang tengah bersemayam di rahim Yana.
"Untuk penyemangat ku honey. Akan mengumpulkan setiap perkembangannya dan memajang nya."
Hasil USG yang mereka terima langsung menjadi pajangan utama kamar tidur mereka, apalagi Vander yang selalu menatap hasil USG itu dan membawa salinan nya untuk bersemayam di dompetnya.
Beberapa menit setelah kepergian sepasang suami istri itu,
terlihat seorang pria yang baru saja keluar dari sebuah bangunan berlambang tanda tambah dengan sebuah hasil hitam putih yang membuat matanya terus menatap sambil ditemani oleh seorang pria.
"Tumbuhlah dengan baik sayang, Daddy tidak sabar menanti kelahiran mu." Mobil hitam pekat itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Menggunakan cara licik nan lihainya, pria itu mendapatkan hasil USG yang dirindukannya.
"Kita langsung pulang tuan?" tanya supir nya yang terlihat baru kurang rapi. Bagian atasnya terlihat sebuah masker tersangkut dan segera dilepaskannya.
"Ya, kita pulang. Aku ingin memajang dengan ukuran besar melihat perkembangan anakku ini."
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak