
Beberapa kali memutar bak wanita belanja, akhirnya pria itu mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa baju dan perlengkapan bayi bukan sembarang harga telah berada di pembayaran. "Aku ingin dibungkus dengan indah, dan jangan sampai ada yang salah!" Meskipun ia tidak berucap banyak, tapi tetap saja membuat kasir wanita dihadapannya sudah sangat suka seratus persen.
"Baik Tuan." Balasnya dengan lembut dan memberikan senyum terbaiknya meksipun tidak akan dapat balasan selain tatapan tajam atau wajah yang melihat arah lain.
Sedangkan pria yang selalu mendampinginya itu terlihat lelah seperti menemani istri belanja yang tentu waktunya tidak terbatas dan uang yang banyak. "Akhirnya, penderitaan ku berakhir juga." Dengan kedipan mata dengan wajah yang tak kalah tampannya meksipun berbeda tingkatan sudah membuat penjaga toko yang lain tergoda.
"Manis, bisa berikan aku segelas air?" Wanita yang mendapatkan kata manis bak gula sudah jadi obesitas hingga hanya bisa menganggukan kepala.
"Ini tuan tampan." Air yang biasa itu tampak menggoda di matanya sehingga dengan kecepatan angin, air itu sudah tandas tak bersisa.
"Terimakasih ya." Segera ia kembalikan gelas kosong itu ke pemiliknya.
"Apa tuan sudah menikah?" Kelegaan yang tadinya menyapa dirinya berubah menjadi sesak karena ditanya begitu.
"Ayo, kita pulang!" Nasib baik baginya, tuannya sudah memanggil sehingga pertanyaan yang ditakuti dirinya tidak akan dijawab.
"Maaf ya, aku harus segera pulang. Sekali lagi terimakasih." Tangan nakal itu memberikan sebuah lambaian membuat wanita itu tetap bahagia bukan main.
"Tampan sekali."
Tangan yang berniat membantu itu langsung ditepis dengan kata-kata membuat sang empu langsung menarik tangan nya segera.
__ADS_1
"Tidak perlu! Aku bisa sendiri, dan aku tidak ingin barang untuk putraku ditangan orang lain."
"Iya tuan." Menuju parkiran tatapan Jaden tak henti-hentinya menatap bingkisan yang besar itu di tangannya.
"For my son." Senyum Jaden sangatlah mahal, dan tentu untuk putranya yang akan segera launching itu bukanlah perkara sulit.
"Silahkan tuan." Pintu mobil terbuka siap menyambut sang pemilik dan tak lama kereta besi itu keluar dari parkiran menuju tujuannya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Setelah berita yang penuh kejutan dibawa olehnya, sang mertua memberikan oleh-oleh sehat untuk sang menantu yang tengah mengandung. "Ini, makanlah Yana. Ini sangat enak dan kesukaanmu." Meskipun dirinya sering memberikan oleh-oleh tapi tetap memberikan rasa yang disukai oleh Yana.
"Mama sudah mempersiapkan semuanya?" Tanya Vander yang menginginkan jawaban lebih lengkap dari sang Mama.
"Sudah berjalan, kalian setuju kan?"
"Setuju ma, tapi ini sungguh mendadak dan waktu masih ada sebulan lagi."
"Tidak apa, tidak akan terasa..... Mama tidak sabar untuk itu. Dan nanti seminggu sebelumnya kalian sudah sampai di dirumah Mama papa ya, Yana akan suka dengan itu."
"Iya Mama."
__ADS_1
"Dan Vander berikan undangan untuk kolega mu ya."
"Iya ma." Vander mengikuti keinginan sang Mama yang terlihat begitu bahagia seperti dirinya karena penantian mereka sudah berakhir.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Kicauan burung-burung tergantikan dengan alarm jam yang berdesain diamond seperti sang pemiliknya yang mengandung kemewahan serta kilauan.
"Tuan, boleh saya masuk." Ketukan pintu menghampiri dirinya yang baru saja bangun dan hanya memakai bathrobe hitam seperti kesukaannya.
"Ya, masuk saja." Pintu terbuka membuat pria itu menunduk memberikan hormat dan diangguki seperti biasanya.
"Ada apa?"
"Ini tuan." Sebuah persegi panjang dengan hiasan dan warna nan indah terulur dan terkunci di manik matanya membuat senyum di wajah langsung ikut terbit.
"Daddy datang son."
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1