Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Pion


__ADS_3

Pagi telah menyapa, tapi masih belum menampakkan sinar dan wajah sang surya. Tampak jendela itu belum terbuka hanya sebatas tirai saja yang terbuka untuk melihat suasana diluar dengan pagi yang indah ini.


Pendingin udara masih tetap menyala dengan suhu yang sudah diatur sesuai kebutuhan pengguna kamar. Perlahan mata itu terbuka disambut dengan pria yang menjadi kehidupannya lima tahun ini.


"Selamat pagi honey." Dengan sapaan yang manis serta senyuman di wajah tampannya menyapa pemilik manik cantik itu.


"Pagi." Balas Yana yang masih mengumpulkan nyawanya.


Perlahan ia bangun dari ranjangnya dan melihat sekitar seolah mencari sesuatu. "Xavier akan dibawa kemari, dia sedang dimandikan oleh Mama." Seolah tau apa yang dicari istrinya, Vander mengatakan hal yang ingin diketahui oleh Yana.


"Aku bangun terlambat."


"Tidak masalah, pertengkaran yang terjadi diantara kita membuat dirimu jadi lelah tanpa sadar. Maafkan aku." Yana merasakan elusan di pipinya, ia memejamkan matanya sejenak tapi entah mengapa tak lama ia menatap lekat wajah Vander dengan seksama.


"Ada apa?" Tanya Vander melihat tatapan mata istrinya.

__ADS_1


"Tidak ada, aku ingin ke kamar mandi." Yana segera bangkit dan menuju kamar mandi, sedangkan Vander yang melihat tingkah Yana hanya duduk menunggu istrinya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Kaca yang besar dengan kejelasan seratus persen itu memantulkan sosok Yana dengan jelas. Entah apa yang ditunggu oleh Yana, dirinya melakukan tatap menatap dengan benda mati itu. "Rasanya sangat berbeda dan aneh. Ada apa dengan ku? Kenapa semuanya seolah terbalik? Manik, sentuhan dan senyuman...." Yana memegang kepalanya beberapa saat sambil mencoba mengingat yang terjadi, gapai tampaknya tidak ada yang terjadi.


Tangan Yana menarik rambutnya sejenak, tapi tetap tidak menghasilkan apapun. "Ada yang aneh, aku tidak mungkin salah. Tapi mulai dari mana? Siapa dia?" Merasakan pasokan udara menipis, Yana mengambil napas sebanyak-banyaknya dan mencuci wajah nya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Di kamar mandi ma." Jawab Vander membuat mama nya hanya mengangguk saja.


"Ini, Mama mau melihat sarapan pagi. Xavier sudah haus." Vander menerima bayi kecil itu dan sekarang berada dalam gendongannya.


Tak lama Mama Vander berlalu dari sana dan meninggalkan Xavier bersama Vander. Kaki Vander menuju ranjang dengan matanya yang melihat sosok mungil Xavier yang melihat dirinya.

__ADS_1


"Kau persis seperti nya, seharusnya aku tau dari awal. Tapi.... Bagiamana pun tidak ada yang tau, kalau kau bukan putraku. Aku menyesal mengetahuinya dan juga sangat kesal sehingga ingin menghabisi seseorang, tapi melalui mu, aku tidak akan membiarkan bahagia mendatangi dia. Aku akan membuat balas dendam lagi yang membuat dirinya semakin tersiksa. Dia akan mendengar kau memanggil ku Papa, dan melihat kau menempel padaku, bukan dia. Bukan.... Kau adalah pion ku, dengar?" Seolah Xavier tau pembicaraannya, Vander tampak menjelaskan segala yang menyangkut dihatinya.


Tak lama setelah Vander berbicara, Xavier langsung menangis dan bertepatan dengan Yana yang keluar dengan keadaan fresh. "Xavier...." Panggil Yana sambil mendekat ke arah putranya.


"Dia haus, aku pikir dia masih bisa menunggu." Jelas Vander.


"Sini, aku susui dulu." Sekarang Xavier berada di gendongan Yana.


Sambil melihat Yana tengah menyusui putranya, sebuah senyum iblis tercetak di wajahnya.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!

__ADS_1



__ADS_2