
Diiringi dengan angin kencang yang membuat tirai di ruangan itu ikut berterbangan, suara untuk melahirkan sang kehidupan baru begitu terdengar diantara kesibukan seorang dokter yang membantu proses kedatangan bayi itu.
"Ayo nyonya.... Ambil napas secara teratur, tarik napas sebanyak-banyaknya, lalu embuskan Nyonya." Dokter terus memberikan aba-aba selama Yana dalam proses melahirkan berjalan.
"Lagi nyonya dan ulangi..... Tetap fokus nyonya." Vander melihat kesakitan istrinya dengan genggaman tangan Yana yang membuat rasa sakit di tangannya.
"Aku disini honey.... Ayo, berjuanglah. Kita berjuang bersama." Dokter memberikan aba-aba sambil melihat pembukaan yang dialami Yana.
"Bagaimana Dok? Apa masih lama? Istriku sudah kesakitan."
"Sudah pembukaan 8 tuan, sebentar lagi."
Meksipun bagi yang lain sebentar tapi disini tubuh Yana rasanya begitu sakit dan pinggangnya ingin lepas perlahan-lahan. Dengan perjuangan dan tekad nya, ia akan melahirkan anaknya dengan selamat.
"Sudah siap nyonya. Dengarkan aba-aba saya nyonya.... Ayo nyonya mulailah mengejan." Yana mulai mengejan untuk mendorong anaknya agar segera keluar dari jalan lahir yang sudah terbuka.
Sekuat tenaga Yana keluarkan, meskipun rasanya begitu sakit, tapi Yana tidak akan kalah dengan itu. Sedikit rasa sakitnya tersalurkan dari genggaman tangan dari sang suami yang membuat Vander melihat perjuangan istrinya.
"Ayo terus nyonya! Kepalanya sudah terlihat!" Mendengar itu, Yana mengambil napas dan mengeluarkan nya sehingga bayinya akhirnya keluar dan disambut oleh dokter.
"Kau berhasil honey." Air mata Vander ikut bergabung dengan peluh Yana yang sudah menghuni wajah cantik itu.
__ADS_1
"Putraku...."
Yana dapat mendengar suara tangisan putranya yang berada dalam dekapan dokter yang tengah memeriksa serta membersihkan nya.
"Sangat sehat dan laki-laki." Meskipun tubuhnya terasa tak bertenaga tapi ketika mendengar tangisan serta anaknya yang perlahan di dekatkan membuat sedikit kekuatan menghampiri dirinya.
"Putraku..." Yana menangis haru melihat putranya yang sudah berada dalam dekapannya.
"Silahkan susui dulu Nyonya." Dibantu dengan dokter yang merupakan seorang wanita itu, putra Yana mencari sumber kehidupan nya dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ia berhasil menemukannya.
"Honey.... Lihatlah, dia ...." Yana seketika tersadar suaminya belum bicara lagi setelah kelahiran putranya dan ketakutan mendera Yana soal rupa putranya yang bagaimana jika diketahui oleh suaminya tidak memiliki kemiripan dengan dirinya.
"Honey...." Yana kesulitan mengadahkan kepalanya dan menunduk melihat wajah putranya.
"Suami anda disebelah anda Nyonya, dia menatap wajah putranya."
"Honey? Katakan sesuatu."
"Yana, wajahnya...."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Ketukan pintu begitu mendera membuat sosok yang tengah tertidur langsung dibuat jengkel, tangan kekarnya segera melemparkan selimut yang membalut tubuhnya dengan kasar dan mengambil langkah seribu ia ambil dan ketika pintu itu terbuka terlihat matanya ingin menelan sosok yang berani mengetuk dan membuat keributan.
"Kau sudah bosan hidup? Tidak lihat ini jam berapa? Hah!"
"Maaf tuan, tapi ini sangat penting dari nyawa ku dan tidur pulas Tuan sendiri."
"Katakan! Atau tanganku ini menghentikan proses pernapasan mu!"
"Putra anda sudah lahir Tuan." Api kemarahan serta keinginan melayangkan pukulan berganti dengan senyuman manis dan tawa kecil yang terdengar besar di tengah malam itu.
"Putraku sudah lahir, keluarga itu akan memperlihatkan reaksi mereka setelah melihat nya."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Kediaman Mertua Yana juga terlihat bangun di malam hari, secepat kilat lampu yang tadinya padam itu berubah menjadi terang benderang. "Pelayan di rumah Vander baru saja mengabarkan Yana sudah kontraksi dan mungkin sudah melahirkan!"
"Tapi Vander belum mengubungi kita."
"Aduh papa ini bagaimana, tentu saja ia tidak ingat karena sudah terlalu bahagia dengan kelahiran putranya, ayo kita kesana! Mama tidak sabar!"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.