Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
penyambutan


__ADS_3

Aski tatap menatap masih terjadi setelah melihat manik mata yang khas itu. Yana yang masih senyum sumringah karena bahagia yang berlipat ganda kedatangan orang tua serta kelahiran putranya.


Sehingga tak menyadari aksi tatapan kedua orang tuanya. "Ayo sayang, kita masuk." Yana melangkah masuk didampingi oleh Vander dan seketika membuat kedua orang tuanya langsung berhenti akan aksi mereka.


Baru saja masuk, mereka sudah disambut dengan hiasan kecil yang indah dengan tulisan selamat datang baby Xavier. Pelayan dengan senyuman turut menyambut kedatangan tuan kecil mereka, sejenak mereka curi-curi pandang melihat wajah tuan kecil mereka yang baru saja lahir dan akan menambah warna rumah mewah ini.


"Wah tampan sekali..... Seperti Tuan Vander. " Celetuk seorang pelayan yang berhasil melihat wajah di mungil yang berada dalam gendongan nyonya mereka.


"Terimakasih semuanya, karena sudah menyiapkan penyambutan Xavier." Yana mengucapkan terimakasih dengan tulus, dan merasa senang dengan kerja keras pelayan rumahnya yang menyiapkan semua ini.


"Sama-sama nyonya, kami senang nyonya menyukainya." Salah satu perwakilan yang merupakan Bibi disana mengucapkan nya.


"Ayo, kita lihat kamar Xavier." Mertua Yana mengajak menantunya menuju kamar yang sudah dipersiapkan.


Yana semakin tersenyum lebar saat melihat kamar bayi putranya. Sedangkan Xavier terlihat anteng dalam gendongan mamanya dan tentunya ia tidak dalam keadaan lapar.


Malam baru bagi sepasang suami istri itu yang sudah sah menjadi orang tua, tidak henti-hentinya, Vander menatap wajah putranya yang tertidur pulas setelah selesai menyusu. "Dia sungguh seperti mu." Ujar Yana dengan bangganya yang berpikir bahwa itu memang benih suaminya.


"Ya, sangat mirip denganku. Siapapun akan tau kalau dia adalah putraku, putranya Vander."


"Kau tau..... Maniknya mengingatkan ku akan sesuatu. Ada ciri khas disana, dia jadi istimewa."

__ADS_1


"Hmm, setiap anak istimewa. Ayo kita tidur." Vander menyalakan lampu tidur yang pas untuk mereka dan melewati malam dengan tangisan putra mereka yang akan menjadi episode baru bagi mereka sebagai orang tua.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mentari menyapa dan semuanya bangun untuk beraktivitas seperti biasa. Xavier yang sedang berjemur di pagi hari untuk pertumbuhan tulangnya bersama Yana yang tak melepaskan pandangannya dari sang putra.


"Kau senang sayang? Xavier Mama yang tampan." Setelah memastikan suaminya bersiap, Yana menemani putranya untuk berjemur.


Setelah sarapan, Vander turut hadir dan menyapa putra serta istrinya yang berada dalam momen yang dinantikan nya selama ini. " Selamat pagi Xavier, oh putra Papa memang tampan." Merasa dikunjungi kedua orang tuanya, bayi itu tampak membulatkan matanya seolah mengamati wajah dihadapannya saat ini.


"Kau sudah makan honey?" Tanya Yana yang tidak melupakan kewajibannya sebagai istri.


"Sudah, bagaimana denganmu?" Sekarang giliran Vander yang bertanya, dan Yana tersenyum lebih dulu sebelum memberi jawaban.


"Jangan bohong, aku tau kau belum makan honey. Aku tidak mau putraku sehat sedangkan istriku sakit atau sebaliknya bahkan keduanya, tapi aku ingin keduanya sehat. Sini aku suapi." Sendok makanan itu membuat Yana tersenyum haru akan sikap kecil yang sangat berarti ini.


"Kau bisa terlambat, bukankah ada pertemuan?"


"Belum, masih ada sisa waktu lagi.... Kalau bicara juga maka aku bisa terlambat." Yana segera membuka mulutnya dan memproses makanan itu, hingga Vander terus menyuapi istrinya dan berakhir dengan kosongnya piring itu.


"Aku tidak ingin terjadi lagi, ada mama dan yang lainnya bisa memantau Xavier." Mendengar ucapan suaminya, Yana mengangguk.

__ADS_1


"Iya, hati-hati. Kabari aku dan semangat!" Yana tidak melupakan rutinitas sebelum keberangkatan suaminya dan kecupan manis itu mendarat dan membuat Vander bahagia.


"Aku berangkat dulu, dah Xavier.... Papa akan segera pulang hmm?" Tak lupa sekarang menjadi rutinitas Vander memberikan kecupan manis di kening putranya.


"Dah Papa." Dengan logat anak kecil, Yana berujar sambil melihat kepergian Vander.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Vander yang baru saja sampai di perusahaan, langsung disambut dengan senyuman dan sapaan pagi dari para karyawan nya, mulai dari pintu masuk yang dijaga satpam hingga menuju ruangannya.


Ketika pintu itu baru saja terbuka, Vander dikejutkan dengan sebuah botol sampanye dan kue di sana. "Apa ini?" Ujarnya sambil melihat sekitar dan matanya menangkap sosok disana.


"Selamat pagi tuan Vander, apa aku mengejutkan mu? Aku datang cepat lagi ya... Tapi mau bagaimana aku terlalu bahagia karena ini."


"Apa ada acara khusus Tuan Max?" Ya, Max datang lebih awal dari dugaan Vander padahal pria itu bilang ia akan sedikit terlambat.


"Kau ini bagaimana tentu saja acara menyambut kelahiran putramu."


"Darimana kau tau?"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2