Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Tak Terduga


__ADS_3

Tangis di bibir yang sudah sejak tadi ditahan akhirnya keluar juga. Wajah yang tadinya begitu tegang dan juga berpikir keras itu akhirnya dialiri oleh air mata juga pada akhirnya.


Tidak peduli dengan lingkungan dimana mereka berada, tetap saja ia menghamburkan dirinya ke dalam pelukan sosok yang ia rindukan dan tidak ia sangka akan kembali kepadanya.


Kepala yang sedang bersandar di dada bidang itu, membuat telinganya mendengar dengan jelas detak jantung yang ia kenali dengan baik.


Sosok yang mendapatkan pelukan itu hanya bisa diam dengan perasaan yang bahagia, tidak bisa ia ungkapkan. Bahwa kerinduan yang selama ini terpendam dan berbalut kesalahpahaman akhirnya berakhir sudah.


Wanita yang dulu selalu berada di genggaman tangannya dan terpisah beberapa waktu akhirnya kembali ia rasakan. "Xander..."


"Iya, aku kembali Yana. Aku kembali, maaf..."


"Xander ku kembali." Semua mata menatap pada mereka beberapa saat, tapi kembali sibuk dengan aktivitas mereka. Tapi bagi manik istimewa itu, ia segera mendekat dan ikut nimbrung disana membuat adegan pelukan itu terhenti.


"Mami menangis? Kenapa berpelukan?" Tanya Xavier dengan polosnya.

__ADS_1


"Xavier.... Ini...."


"Kenapa memeluk mami dan kenapa mamiku menangis?" Tampaknya Xavier memasang badan untuk mami nya, karena air mata yang tidak ia izinkan itu jatuh dan berani menghiasi wajah mami nya.


"Putraku, ini Daddy.... Daddy Xavier." Tentu saja, anak itu terdiam sambil menatap sosok pria yang baru ia temui beberapa saat lalu.


"Apa benar? Tapi mami bilang aku mirip Daddy, tapi kenapa wajahnya berbeda? Hanya manik saja yang sama. Itu artinya bukan, benar kan mami?" Xavier memeluk tubuh mami nya dan membuat keadaan menjadi sedikit sulit.


"Kalau begitu, kulit setiap orang juga berbeda, apa itu artinya mereka bukan manusia?"


"Tentu saja bukan begitu, orang yang suka berjemur pasti membuat kulitnya berubah. Tapi tidak merubah namanya, ia tetap sama."


"Baiklah, bagaimana dengan ini?" Sekarang tangan kecil itu berada di dada yang tengah berdetak kencang itu.


Wajah yang tadinya datar, sekarang mulai berubah dan membuat tatapannya semakin dalam. "Itu seperti saat aku bersama mami." Xavier menatap mami nya yang sejak tadi diam melihat interaksi dirinya dan pria yang mengaku Daddy nya itu.

__ADS_1


"Bagaimana perasaan Xavier saat bersama nya?"


"Aku merasa nyaman, matanya juga seperti ku mami. Aku memiliki perasaan yang sama saat bersama dengan mami, nenek dan kakek juga." Awalnya wajah Xavier tampak bahagia tapi tak lama terlihat menyurut.


"Tapi.... Mami bilang wajah ku seperti Daddy. Dan ini....."


"Mami pernah bilang bukan, sejalan dengannya waktu. Penampilan, harta dan ketenaran akan hilang hanya satu yang tidak bisa hilang...."


"Penampilan hatinya." Jawab Xavier dengan cepat.


"Ya, dan hidup memiliki kejutan untuk kita. Tidak bisa ditebak dan sesuai keinginan kita." Xavier kembali mendekati Xander dan mengelus wajah itu dengan tangan kecilnya. Telinganya masih dapat mendengar detak jantung yang kencang itu.


Sesaat Xavier memejamkan matanya dan melanjutkan penjelajahan tangannya, tak lama ia membuka matanya itu dan bertatapan langsung dengan manik yang seperti dirinya. "Daddy... Kau Daddy ku! Daddy ku datang! Akhirnya doa setiap ulang tahun ku dikabulkan! Daddy ku datang!" Suara keras Xavier terdengar damn memeluk erat tubuh Xander yang langsung dibalas dengan cepat.


Xander tidak membiarkan ada ruang dalam pelukan itu, pelukan putranya yang ia rindukan. Yana menatap dengan penuh haru, siapa sangka takdir yang ia kira mempermainkan dirinya ternyata membawa kebahagiaan besar untuknya yang tidak pernah ia kira.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2