Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Bukan Putramu!


__ADS_3

Lembaran foto itu menyapa manik Yana dan wajahnya dengan sangat baik. Setelah terbang dengan ekstetik, akhirnya menempel pada lantai. Yana dengan perlahan mengambil salah satu foto yang posenya tidak asing baginya.


Matanya membulat besar dengan tangannya menyentuh salah satu foto yang menggambarkan salah satu adegan panas bak film. "Ini..." Yana tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena pemandangan dimatanya.


"Kenapa? Kaget? Aku lebih kaget bahkan jantungku berhenti berdetak! Foto ini! Kau mau bilang apa?" Vander kembali berapi-api.


"Darimana kau dapatkan ini?"


"Kau secara tidak langsung mengiyakannya? Jadi benar? Katakan dengan siapa kau bermain!" Yana bercampur aduk sekarang, kaget dan tidak tau apa yang dilakukan saat ini.


"Jawab saja, darimana!"


"Kenapa kau tidak tanyakan dengan pria yang tidur dengan mu! Apa kurangnya aku Yana! Apa yang kau inginkan?"


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku ... Ini...."


"Mengelak? Aku memastikan ini asli, bahkan ada videonya juga, kau mau kita menonton panas mu di ranjang?" Di pikiran Yana saat ini hanya ada Max, hanya pria itu yang bisa melakukan hal ini.


"Aku sangat kecewa padamu... Jadi jangan seolah tersakiti dengan yang ku perbuat karena kau juga begitu!" Vander meninggalkan Yana dengan foto vulgar nya.


Yana menyalakan ponselnya dan ketika mengetikan sesuatu... Tidak, Yana menghubungi nomor itu dan sayangnya tidak ada sambungan. Sudah mendidih kepalanya, Yana segera meluncur deras mobilnya. Saat ini ia tidak tau dengan Vander atau yang lainnya, mobil itu ia lajukan ke sebuah perusahaan bertuliskan MX di sana.


Manik Yana yang sudah nyalang membuat kakinya melangkah masuk dengan penampilannya yang memperlihatkan kasta dirinya. "Aku ingin menemui bos mu, dimana ruangannya?" Wanita yang menjadi lawan bicara Yana langsung bereaksi dengan sopan.


"Maaf Bu, sudah buat janji?"


"Katakan saja Madam ingin bertemu dengannya." Manik Yana menegaskan ucapannya dan membuat wanita itu segera menghubungi bos nya.


"Bos, ada seseorang yang ingin bertemu. Madam, dia bilang itu." Tak lama ia menutup nya dan kembali mengajak Yana bicara yang sudah terlihat tidak bersahabat.


"Ada di lantai lima Bu..." Belum selesai wanita itu bicara Yana sudah berlalu secepat kilat. Bahkan lift pun jadi sasaran empuknya.


Ketika pintu lift terbuka, Yana langsing melihat ruangan yang menyembunyikan pria yang membuat kekacauan pada nya. "Beraninya kau! Apa yang kau inginkan sebenarnya?"

__ADS_1


"Santai Madam, bukankah aku sudah bilang? Jangan berekspresi berlebihan seperti itu. Bukankah suamiku juga bermain? Anggap saja impas."


Dengan santainya Max duduk di kursinya sambil mendengarkan kemarahan Yana. "Kau membuat dirimu dalam masalah. Kau tidak sadar?" Tanya Yana dengan lekat.


"Tidak, kau tidak tau bagaimana diriku. Namamu yang akan tercoreng karena ini, wajahku tidak ada madam. Kau tidak lihat dengan baik ya? Kalau kau mau aku bisa memperlihatkan nya padamu." Ponsel Max ia lempar dan membuat sang empu tertawa.


"Kau pikir menghancurkan satu benda menghilangkan semuanya?"


"Aku bisa membunuhmu sekarang!"


"Lakukanlah! Ayo cekik aku!" Max menantang Yana dan langsung meletakkan tangan Yana dilehernya untuk siap dicekik.


Yana menggerakkan tangannya, tapi entah mengapa manik Max tidak bisa membuat Yana menghentikan lalu lintas pernapasan Max. "Waktumu habis! Kau tidak bisa kan?" Max menyingkirkan tangan Yana dari lehernya dan bangkit membuat Yana terkurung.


"Aku berikan waktu untukmu, tinggalkan Vander. Maka semuanya akan aman."


"Kau menghancurkan kebahagiaan putraku dalam keluarga kecil nya? Dimana nurani mu?"


"Dia bukan putra Vander. Keluarlah! Bicara dengan mu tidak akan bisa!"


Yana memandangi tangannya yang tidak bisa bergerak untuk menghabisi Max. "Kenapa aku tidak bisa? Manik itu..." Yana melangkah keluar sambil memikirkan bagaimana foto itu jika terlihat oleh keluarganya, dan yang terpenting adalah rumah tangganya saat ini.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ketika Yana sampai dirumah, ia tidak melihat Vander. "Tuan sudah ke kantor Nyonya."Lapor pelayan yang menjaga Xavier.


"Apa dia menangis?"


"Tidak Nyonya, tuan kecil tidak menangis."


"Aku akan ke perusahaan, sebelum makan siang aku akan kembali."


" Iya Nyonya." Yana kembali mengendarai mobil nya menuju perusahaan suaminya, Yana akan menjelaskan dan berharap semuanya baik-baik saja seperti semula.

__ADS_1


Tak lama Yana segera sampai di perusahaan, dengan harapan untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga nya Yana tidak mengizinkan siapapun memberitahukan kepada suaminya.


Ketika Yana baru saja membuka pintu ia tidak melihat suaminya, mendekat ke kamar pribadi yang biasa digunakan Vander. Senyum Yana langsung berubah ketika melihat onggokan baju dan suara dari sana.


"Dasar perempuan tidak tau malu!" Yana menarik perempuan yang tengah bermesraan dengan Vander dan membuat wanita tak berpakaian baik itu langsung terjatuh.


"Yana!"


"Beraninya kau! Apa..."


"Hentikan Yana! Apa yang kau lakukan?"


" Apa yang ku lakukan? Aku melakukan apa yang seorang istri seharusnya lakukan."


"Istri? Sejak kejadian itu aku tidak pernah menganggap mu begitu!"


"Apa maksud mu? Aku akui itu kesalahan dan aku disini untuk menjelaskan, kau juga melakukan nya. Kita anggap impas, lalu kenapa kau lakukan lagi?"


"Aku tidak bisa melupakannya Yana, dan semakin yakin dengan tindakan mu ini. Hari ini aku memutuskan untuk bercerai!" Bagai tersambar petir Yana tidak dapat menggerakkan tubuhnya sesaat.


"Kau memilih wanita ini? Dimana janjimu? Kau melupakan semuanya? Xavier masih kecil, apa yang kau lakukan?"


"Ya, karena Xavier masih kecil aku tidak akan membiarkan dia bersama wanita yang tidak pantas menjadi Mama nya. Aku akan mengambil hak asuh nya, kita bertemu di pengadilan!"


"Kau tidak bisa lakukan itu!"


"Kenapa? Kau pikir hak asuh jatuh karena Xavier masih kecil?"


"Bukan, karena dia bukan putramu! Dia bukan putramu!" Sekarang giliran Vander yang tidak bergerak mendengar penuturan Yana.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author, ceritanya seru loh!



__ADS_2