Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Seribu VS Sejuta


__ADS_3

Setelah putranya sadar, tentu seorang Ibu merasa bahagia, dengan telaten Mama Vander menemani putranya dan menyuapi sang putra seperti saat kecil. Vander yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa senang , meksipun wajahnya tengah melakukan pemulihan saat ini.


"Makan yang banyak sayang. Mama tidak mau putra Mama ini sakit, cukup ini yang terakhir kalinya."


"Aku membuat Mama khawatir ya."


"Sangat, jangan lakukan itu lagi." Vander hanya membalas dengan anggukan karena mulutnya tengah melaksanakan tugas untuk mengisi negara tengah tubuhnya.


Suapan dari pertama hingga akhir sudah selesai, disaat Mama nya membereskan alat makan. Vander mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang. "Ma, Papa dimana?" Tanya Vander yang belum melihat tanda-tanda sosok Papa nya.


"Papamu sedang menyelidiki pria yang melakukan ini padamu. Mama tidak terima,dan pastinya papa mu juga. Sebentar lagi, pria itu akan mendapatkan hukuman atas tindakannya." Bukannya merasa senang, Vander jadi terdiam mendengar penuturan Mama nya.


'Bagaimana jika dia mengatakan sesuatu?' Ditengah lamunannya, pintu tak lama terbuka beriringan dengan suara Mama nya.


"Nah, itu papa." Vander sontak mengangkat wajahnya melihat kedatangan Papa nya yang terlihat datar. Sungguh Vander tidak bisa membaca raut wajah papanya saat ini.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Dengan tas yang tidak mencerminkan bepergian jauh, Max hanya membawa satu tas ransel kecil dan tubuhnya. Dia sudah bertekad akan pergi menuju negara dimana cahaya kehidupan nya ada disana.


Sebelum pergi, ia mengelus pigura yang memperlihatkan senyuman manis dengan wajah cantik yang mengisi hatinya. "Aku akan datang, aku tidak peduli apapun yang terjadi nantinya. Yang jelas, aku sangat merindukanmu, aku ingin memeluk mu dan tidak akan melepaskan nya lagi, tidak akan! Dan juga putra kita. Aku tidak tau kau ingat atau tidak, tapi aku akan berjuang!"


Ditengah ucapan seorang pria itu, terlihat kedatangan seseorang yang membuat Max menyimpan kembali pigura itu. "Kau sudah membuat keputusan."


"Ya, aku ingin Yana dan Xavier. Aku tidak akan membiarkan mereka jauh lagi dariku."


"Kau tentu tau, bagaimana Yana bukan?"


"Benar, itu tidak salah. Tapi yang Yana tau, jika dia sudah mengingat sekalipun... Xander sudah tiada saat kecelakaan itu, bukan hanya Yana, tapi orang tuanya dan juga keluarga mu menyangka Xander sudah tiada. Kalau kau lupa, biar aku ingatkan kembali. Sekarang wajah yang kau pakai adalah wajah Max, putraku. Bukan putra Chris, semua orang berpikir itu. Bahkan Yana pun juga tau, kau adalah Max. Pria yang menjadi faktor perceraiannya dan juga mungkin dibenci nya."


Kejam mungkin terdengar, tapi pria yang dipanggil Daddy oleh Xander itu adalah kebenaran. Dia tidak mau Xander berpikir ini adalah dunia seperti keinginannya, bagaimana pun juga Yana tidak akan menerima ucapan yang dikatakannya.


"Bagaimanapun juga, wanita tidak akan percaya ucapan pria yang merusak hidupnya. Baginya Xander sudah tiada, itu hanya membuat dia semakin membencimu saja."


"Lalu aku harus bagaimana dad? Apa tidak ada lagi kebahagiaan ku?" Tampaknya mendengar ucapan tajam itu membuat semangat yang membara langsung padam.

__ADS_1


"Kau seorang pria, memiliki kepintaran dan juga pandai dalam segala hal. Sebelum bertindak, pikirkan terlebih dahulu. Kau tidak bisa langsung melihat ikan dalam kolam, kau perlu mendiamkan nya dulu." Wajah yang tadinya tertunduk itu kembali terangkat.


"Jadi...."


"Bersabarlah sedikit, selesaikan dahulu urusan mu dengan saudara mu Xander. Dan apa kau tidak merasa, sepertinya Chris mulai menyadari bahwa bahwa kau adalah putranya. Dan Vander tidak akan membiarkan kau mendekati Yana begitu saja, dia memiliki seribu caranya untuk itu. Kau juga harus memiliki sejuta cara untuk menghadapinya, karena itu bersabarlah. Daddy sudah mengutus seseorang untuk memantau Yana dan putramu. Dan juga mempersiapkan pertemuan mu dengan ..."


"Yana?"


"Tidak, dengan orang tuanya, tepatnya Papa nya." Max langsung memeluk tubuh pria yang menyelamatkannya dari kematian.


"Daddy, terimakasih. Aku tidak akan melupakan jasamu."


"Jadilah pria kuat, dan hebat. Aku hanya ingin itu. Bagaimana pun kau adalah putraku."


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2