
Didalam mobil yang tengah membelah jalanan itu, senyum pemilik bibir tebal nan seksi vacum cleaner yang sangat ahli tidak luntur membuat sang supir ikut bahagia.
"Tuan, jadi bagaimana selanjutnya?" Pertanyaan itu membuat manik yang menatap keluar langsung masuk ke dalam dan tertuju ke kursi supir.
"Bersabar sambil menyapa kecil. Aku juga akan berbelanja kebutuhan putraku. Aku ingin yang terbaik!"
"Baik tuan, tapi apa mengirimkan mengambil misterius lagi?" Gelengan kepala langsung menjawab pertanyaan kaki tangannya.
"Tentu saja tidak, sebentar lagi tujuh bulanan, aku yakin itu. Dan disana aku akan memberikannya, untuk putraku."
"Baik tuan." Stir mobil dibelokkan nya menuju mall terbaik dengan harga fantastis.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sepasang suami istri itu dibuat terkejut dengan sosok yang sudah berada di depan pintu kediaman mereka. "Mama?" Ucap mereka serempak melihat kedatangan wanita paruh baya itu.
"Mama menunggu kalian, ayo masuk." Terlihat mertua Yana tidak sabaran sambil melangkah bersamaan dengan anak dan menantunya.
"Kalian kaget kan? Bagaimana kejutan mama?" Wanita itu bak mentari sekarang yang memancarkan sinar kebahagiaan bukan main.
"Iya Mama, tentu saja."
"Mama sengaja, Mama ingin melihat keadaan putra dan menantu serta cucu mama tanpa Mama kabari."
__ADS_1
"Bagaimana kabar Mama?" Tanya Yana sambil menyalami mertuanya itu.
"Sangat baik, bagaimana denganmu? Semuanya baik?"
"Baik Mama, dan sehat." Yana berujar sambil mengelus perut buncitnya yang membuat mertuanya menunduk merasakan pergerakan sang penghuni rahim.
"Bagaimana kabar cucu Oma? Lincah sekali, ia aktif sekali!" Wanita itu menjadi lebih berseri setelah merasakan pergerakan si kecil yang tengah tumbuh itu.
"Ia pasti ikut merasakan kebahagiaan karena kedatangan Oma nya." Vanriel turut bicara ditengah kebahagiaan dua wanita berharga nya.
"Seorang putri atau pangeran?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari bibir mertuanya.
"Pangeran tampan seperti ku Mama."
"Maksud Mama?" Pertanyaan keduanya membuat wanita paruh baya itu tersenyum manis sambil mengelus rambut keduanya.
"Mama ingin menyampaikan, bahwa akan ada acara tujuh bulanan untuk kandungan Yana dikediaman Mama!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ditengah kebingungan dan kejutan sang mertua, di sebuah mall besar terlihat tubuh pria tinggi tampan dengan manik tajam mencari barang yang diinginkannya diikuti oleh pria yang setia dibelakangnya.
"Bagaimana yang ini Tuan?" Sarannya karena melihat tuannya cukup pemilih dalam segala hal.
__ADS_1
"Ya, kita lihat!" Pria itu setuju, aura tampan serta karismatik tak bisa dielakkan. Perhatian tertuju padanya, baik pengunjung yang sudah menikah maupun hanya ibu-ibu single parent yang mencari kebutuhan anak mereka.
"Tampan nya."
"Apa dia artis? Atau idol?"
"Wah.... Daddy peduli sekali." Begitu banyak pujian yang terlontar melihat kedatangan pria itu yang tengah asyik melihat pakaian serta peralatan bayi.
"Selamat siang tuan, bisa saya bantu?" Seorang pegawai wanita berdiri di depan manik tajamnya yang membuat dirinya tak suka.
"Katakan padanya, aku bisa sendiri!" Pria yang menemani tuannya itu sudah tau akan sikap dingin itu.
"Kami bisa sendiri, terimakasih." Wanita itu hanya mengangguk karena mendapatkan penolakan dari pengunjung tampan yang diidamkannya sejak masuk tadi.
Tangan Jaden memegang baju mungil berbahan lembut berkualitas tinggi di tangannya. "Bagus, tapi aku ingin yang berbeda." Tentu saja pernyataan itu membuat pria itu mengerutkan keningnya berpikir model apa yang diinginkan tuannya.
"Apa baju bayi memiliki model lain?"
Gumamnya pelan karena masih sayang nyawa.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1