
Berulang kali Yana menghapus pesan misterius itu bahkan hanya memberikan nomor khusus saja untuk beberapa orang, tapi entah bagaimana Jaden tau nomor nya dan mengirimkannya pesan.
Sendok yang tadinya sempat di tangannya terlepas dan menimbulkan bunyi sehingga membuat yang lain fokus padanya. "Ada apa Yana?"
"Honey, kau baik-baik saja?"
"Kakak ipar?" Semuanya bertanya tapi yang ditanya belum menjawab, tangannya segera ia kembalikan seperti semula menjauh dari ponsel agar tidak ada kecurigaan atau mata yang dapat melihatnya.
"Itu, aku mau tambah lagi. Tapi ketika bangun, kakiku tersandung sedikit."
"Sini Mama lihat!"
"Tidak ma, tidak apa. Aku hanya kaget." Yana menolak karena memang dirinya berbohong saat ini.
"Kalau ingin lagi, bilang pada Mama atau siapapun. Lagipula ada pelayan juga, jangan gegabah Yana. Kandungan mu semakin besar dan membuat pergerakan menjadi terbatas."
"Iya, aku akan hati-hati lagi."
"Ambilkan lagi untuk nyonya!" Seorang pelayan segera kedapur dan mengambilkan makanan alibi Yana, semuanya tampak mengutarakan pendapat mereka mengenai hadiah yang terakhir ini.
"Aku lihat, ini termasuk keluaran terbaru." Ujar Vira sambil memegang seperangkat perlengkapan itu.
"Iya, dulu saat anak pertama, aku akan membelinya tapi sudah kehabisan, baik di internet maupun di mall terkenal."
"Wah, rekan bisnis Kakak hebat dalam memilihnya, apa ada sesuatu?" Pertanyaan Vira tentu membuat beberapa telinga yang mendengarnya menjadi ambigu.
"Aku ini normal!" Vander seolah merasa dituduh belok dengan rekan kerjanya tentu membela diri.
__ADS_1
"Bukan begitu, tapi maksudnya apa kalian memenangkan sesuatu? Tender, atau apapun."
"Tidak, kami baru mulai bekerjasama." Jawab Vander apa adanya.
"Biasa saja, mungkin dia memang ingin berbeda dari yang lainnya. Kita tau sendiri, perusahaan serta pemiliknya begitu misterius dan kemarin saja aku tidak begitu ingin dekat dengannya setelah diperkenalkan oleh kakak ipar Vander." Suami Vira mengeluarkan pendapat nya, saat di pesta ia sempat bertemu dengan pria bernama Max itu tapi hanya sekedar saja.
"Apapun itu, kita harus menghargai dan tidak perlu berpikir buruk. Ini rezeki untuk anak Vander dan Yana." Perkataan Papa nya membuat semuanya mengangguk setuju.
"Ini mengalahkan hadiah kita suamiku,. hadiah dari Oma dan Opanya." Gerutu sang istri dengan sedikit manyun.
"Sudahlah, kita bisa berikan hadiah yang lainnya nanti, masih panjang."
"Apapun hadiah dari semuanya, tetap dari keluarga yang terbaik." Yana tersenyum mengatakan pendapatnya setelah mendengarkan pendapat semua orang.
"Ya, istriku benar. Keluarga adalah segalanya, dan terimakasih." Vander yang tadi berada dalam gulungan hadiah sekarang berada di meja makan bersama sang istri dan memeluknya.
"Astaga, mulai lagi!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dalam kamar mandi, Yana tengah berbicara dengan seseorang yang tentunya tidak akan dicurigai. "Bagaimana? Aku sudah menunggu cukup lama."
"Begini nyonya, dia orang yang sangat lihai nyonya. Saya merasa dipermainkan oleh nya dan bukan hanya itu saya juga mendapatkan surat yang berisi sindiran halus dan ancaman untuk tidak melanjutkan pencarian nyonya. Kalau nyonya tidak percaya, saya bisa kirimkan. Maaf nyonya, dengan ini saya memilih mundur dan akan mengembalikan pembayaran." Detektif yang disewa Yana tidak membantu banyak dan dimata Yana sendiri pria itu mengirimkan buktinya dan ada luka disana meksipun sedikit tapi membuat Yana merasa bersalah.
"Tidak usah kembalikan, itu untuk hasil kerja keras mu, terimakasih ya." Panggilan diputuskan dan ketika ibu hamil itu beranjak lagi-lagi sebuah pesan singkat masuk di ponselnya.
"Jangan mencoba menemukan ku Madam, aku akan berada di sekitar mu dan tau apapun, Madam hanya perlu menjaga putraku... Itu saja, mudah kan?" Yana menenggelamkan ponsel miliknya kedalam bak mandi hingga dipastikan mati dan rusak.
__ADS_1
"Apa yang ia inginkan sebenarnya? Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan sesuatu pada bayiku dan kebahagiaan keluarga ku! Tidak akan!" Yana terduduk lemas sambil mengelus perutnya yang ikut merasakan suasana perubahan dirinya.
Sejak saat itu, Yana memilih tidak menggunakan ponsel dan untuk urusan perusahannya ia meminta orang kepercayaannya datang ke kediaman barunya.
Ya, Yana meminta pada suaminya untuk pindah dengan alasan rumah yang baru lebih cocok dengannya serta alasan yang lainnya yang membuat Vander mengiyakan apapun keinginan istrinya dengan beberapa persen alasan masuk akal.
Bulan berjalan dua bulan kemudian, usia kandungan Yana sudah memasuki sembilan bulan. Sesuai prediksi dokter, dalam minggu depan ia akan melahirkan atau bisa juga dipercepat dari hari yang ditentukan.
Sehingga Vander memilih bekerja dari rumah dan menemani istrinya. Dalam dua bulan ini juga, Yana tidak mendapatkan pesan atau hadiah apapun lagi dari Jaden, mungkin pria itu kehilangan jejaknya.
Tapi sayangnya hanya ada dalam ingatan Yana saja karena nyatanya pria itu memiliki banyak mata lebih dari yang ia ketahui. "Aku tidak sabar menanti kelahirannya, dan pasti ia mirip dengan ku kan?" Pertanyaan horor itu membuat Yana menelan ludahnya.
Yana selalu berdoa agar anak ini mirip dengannya, dan keinginan siapa yang akan terwujud, hanya author yang tau.
Karena berpikir mengenai wajah sang anak, tengah malam Yana merasakan perutnya mulai mulas ia menunggu beberapa saat sebelum memastikan apakah itu hanya mules biasa atau tanda-tanda ia akan melahirkan.
Tapi beberapa waktu ternyata semakin menjadi hingga ia membangunkan suaminya. "Honey, perutku sakit... Honey!"
Merasakan ada sentuhan di tubuhnya, membuat Vander segera membuka matanya dan melihat raut istrinya yang meringis sakit. "Honey... Kenapa?"
"Sepertinya aku akan melahirkan."
"Apa! Ayo, kita menuju mobil! Bibi!" Dengan mendampingi istrinya, teriakkan Vander sudah berhasil membangunkan penghuni yang lain dan segera Mamang standby di mobil dan Bibi membawa perlengkapan lahiran Yana.
"Ayo cepat!"
"Baik tuan." Yana berusaha membuka matanya dengan rasa sakit yang terus mendera serta Vander yang menguatkan istrinya dengan genggaman menguatkan dan ilmu yang dipelajari dari papanya ketika hari ini sudah tiba.
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.