
Suasana yang tadinya diisi dengan adegan sarapan pagi berubah menjadi sesi wawancara. Antara dua pria dengan usia setengah dari paling tua. "Jadi.... Ada apa sehingga tuan Christo mendatangi kediaman ku pagi ini." Max memberikan senyum kecil sebagai awal pembicaraan nya.
"Aku hanya ingin tau, kenapa orang seperti mu ini menyelinap ke kediaman ku dan melakukan tindakan seperti orang tidak berpendidikan?"
"Ternyata aku tertangkap. Apa perlu diborgol?"
"Kau ingin begitu?"
"Seharusnya begitu bukan?" Tidak ada raut rasa bersalah atau raut cemas disana. Tampak Christ menatap lekat wajah dihadapannya saat ini.
"Kau seperti sudah terbiasa dan tidak peduli dengan rasa sakit orang lain."
"Ya, mau bagaimana lagi.... Kehidupan sudah membuat hatiku mati untuk merasakan sakit jadi, aku tidak bisa merasakan rasa sakit orang lain. Jadi.... Aku harus bagaimana?" Sambil bicara yang menyangkut isi hati, wajah Max tersenyum pahit.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya? Aku diam setelah kau menghancurkan kehidupan rumah tangga putraku. Lalu sekarang kau hampir membunuh putraku, apa yang kau inginkan sebenarnya?"
__ADS_1
"Kenapa tidak bertanya pada putramu? Jika aku bicara, apa kau akan percaya? Bukankah aku adalah perusak dan pembunuh?"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Hari ini, beban dan rasa takut hilang dari sosok Yana. Hanya ada kebahagiaan dan senyuman di setiap harinya, kamarnya terlihat berbeda dengan foto kebersamaan dirinya bersama Xander yang baginya belum tiada. Meskipun raga Xander pergi meninggalkan nya, tapi Yana merasa jiwa kekasihnya ada bersamanya.
"Selama jantungku masih berdetak, maka kau pasti bersamaku dan tetap hidup."
"Mama..." Meksipun kecil, tapi Yana dapat mendengar putranya bicara yang membuat wanita yang telah merasakan menjadi seorang ibu itu semakin bahagia.
"Iya Xavier, panggil Mama lagi. Kau sudah bisa? Putraku semakin besar." Xavier yang tengah menikmati langkah kaki dengan kaki kecilnya menjadi terhenti karena mendapatkan pelukan hangat wanita yang telah melahirkan nya.
"Mama, Xavier mengucapkan kata pertamanya, ia memanggil ku mama. Aku sangat bahagia, putraku semakin besar." Sebagai seorang Ibu yang sudah melewati masa itu, tentunya mama Yana mengerti kebahagiaan putrinya.
"Mama turut bahagia. Cucu nenek sudah semakin pintar hmm?" Ditengah kebahagiaan atas prestasi Xavier, si tampan itu menatap pigura di depannya.
__ADS_1
"Pa." Baik Yana atupun Mama nya menjadi saling menatap karena kata itu.
"Pa." Ulang Xavier lagi.
"Papa? Sayang itu...." Yana tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena air matanya terlebih dahulu mengalir. Pigura yang ditatap Xavier adalah Yana bersama Xander di perayaan ulang tahunnya di sebuah kapal pesiar, ditemani dengan laut yang biru dan cahaya matahari membuat keceriaan menjadi saksi bisu kebahagiaan keduanya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Chris yang baru saja keluar dari kediaman Max menjadi keong dengan pikirannya yang tengah bekerja keras. Pembicaraan tadi tampaknya membuat pikiran baru dikepala nya. "Gerakannya, cara bicara nya dan yang terpenting... Tatapannya, aku merasa tidak asing."
"Manik itu...... Aku melihat dengan jelas, manik itu...." Entah mengapa tatapannya yang semula di jalan, berubah menjadi ponselnya.
Foto dan tangkapan layar dari video ia perhatikan dengan lamat. Beberapa kali ia memperbesar ukuran gambarnya untuk memastikan sesuatu.
Ketika ingin menutup galeri ponselnya, sebuah rekaman video dengan tambahan suara menjadi daya tarik baginya. Ketika tombol play itu ditekan... "Xander?"
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.