Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Masalah Bukti


__ADS_3

Mendengar tangisan putranya, Yana segera mengendong Xavier, dan tak lama tangisan itu perlahan mereda, ada raut kecemasan dari wanita yang menjaganya. "Baby Xavier sejak tadi menangis kencang nyonya, saya jadi khawatir. Dia juga tidak mau menyusu ASI yang nyonya tinggalkan, saya jadi khawatir Nyonya."


"Tidak apa, dia sudah tenang. Mungkin mencari ku, kau bisa kembali." Wanita itu segera keluar meninggalkan Yana yang membawa putranya ke kamarnya.


Seiringan pintu tertutup, perasaan Yana kembali sakit. Dadanya terasa sesak jika mengingat hal tadi, bagaimana pengkhianatan Vander padanya. "Kau juga merasakan nya Xavier? Mama tidak tau alasan nya, tapi Mama akan segera tau. Apapun akan Mama lakukan untuk mu dan kita." Xavier kembali terlelap dalam beberapa waktu di gendong Yana.


Malam itu Vander tidak pulang, tapi ia datang bertepatan pukul tiga, dimana semua orang sudah tertidur pulas. Pria itu masuk membuka pintu kamar perlahan dan melepaskan pakaiannya, dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah merasa segar, ia menyusup ke dalam ranjang dan menatap lekat wajah Xavier yang tertidur pulas. Tidak tau apa yang dipikirkannya, yang jelas ia mengecup kecil kening bayi yang berusia 6 bulan itu.


Dibalik terlelap nya Vander, manik Yana terbuka dan bangkit dari ranjang. Tangannya kembali membongkar pakaian kotor Vander seolah mencari sesuatu dan terhenti dengan kemeja putih itu.


"Kau bermain api dengan ku." Tangan Yana mencengkram erat kemeja itu setelah merasa cukup dengan kekesalannya saat ini. Ia melangkah ke sisi ranjang tempat Vander tertidur pulas.


"Kau tidur seolah tanpa rasa bersalah? Aku ingin tau alasannya, kau mengatakan jijik dengan ku?" Air mata itu tidak Yana berikan turun, secepat kilat dihapusnya.


Sungguh tangan Yana ingin mencekik leher pria yang tertidur pulas itu tapi ia tidak melakukannya karena ia memiliki pemikiran sendiri.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sinar mentari datang membuat manik Vander terganggu. Ia segera membuka matanya dan melihat ranjang sudah kosong selain diisi olehnya. "Xavier?" Itulah nama pertama yang dicarinya.


Segera ia bangkit, dan ketika melihat jam ia tentu saja terkejut bukan main karena sudah terlambat. Ketika ia pontang-panting, pintu terbuka memperlihatkan Yana datang dengan keadaan segar dan berpakaian kantor.


"Kau tidak membangunkan ku?" Senyum pahit tercetak di wajah Yana, bahkan panggilan itu juga sudah berubah.


"Tidak, aku pikir mungkin kau tidak ke kantor hari ini setelah lembur beberapa hari." Yana mengambil tas yang akan ia bawa ke perusahaannya.


"Oh. Aku pikir kau sudah menyalakan alarm atau setidaknya terbangun dengan panggilan seseorang atau mungkin bermimpi bertemu dengan nya?"


"Apa maksudnya? Kau ini bicara apa?" Vander mulai mendekat dengan celana yang baru terpasang.


"Mia... Mungkin?" Manik Vander membulat mendengar penuturan Yana.


"Aku tidak suka pertengkaran, katakan alasan nya." Yana membalikkan badannya dan sekarang mereka saling berhadapan.

__ADS_1


Vander yang tadinya kaget sekarang menetralkan ekspresi nya melihat Yana sudah tau. "Baguslah kau tau. Aku tidak perlu sembunyi lagi. Aku tidak suka dengan barang bekas."


"Aku tidak pernah bermain seperti mu! Apa yang sebenarnya mempengaruhi mu! Kau ini kenapa? Hah!"


"Kau masih tanya? Atau berpura-pura bodoh? Kau bermain dan sembunyi tangan? Hebat Yana! Kau marah ketika aku melakukan hal yang sama padamu, tapi kau merasa tersakiti dengan tingkah ku?"


"Katakan dengan jelas! Kalau perlu buktinya! Aku mengatakan ini karena bukti kau menginap di hotel xxx no ###. Aku benarkan? Hah!" Vander tersenyum menyeringai karena nya. Ia menuju rak kecil di kamar mereka dan melemparkan sesuatu.


"Kau bilang bukti? Jelas! Aku perlihatkan dengan jelas! Dengan bukti! Lihat ini!" Foto itu berterbangan bak kelopak bunga yang menghiasi Yana tapi tidak dengan kesenangan melainkan malapetaka.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke novel teman author, ceritanya seru loh!


__ADS_1


__ADS_2