Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Bersiap bertemu


__ADS_3

Seperti biasa ketika matahari sudah mulai tenggelam, mobil hitam mengkilap itu mendarat di halaman rumah yang telah dinantikan oleh Yana.


Melihat kepulangan suaminya, tentu saja Yana sudah siap dengan penampilan yang menyegarkan mata. Baik sebelum atau sesudah kehamilan Yana tetap memperhatikan penampilannya untuk menyambut suaminya.


Senyum langsung terlihat di wajah Vander melihat istrinya yang menyambut dirinya bak ratu. "Selamat datang honey." Yana langsung memeluk suaminya yang disambut dengan sangat baik oleh Vander.


Keduanya berpelukan sesaat sambil saling mendaratkan kecupan membuat wanita hamil itu tertawa. "Bagaimana kabar putra papa ini? Hmm?" Vander mengelus perut tempat anaknya tengah tumbuh.


"Baik Papa, bagaimana dengan hari Papa?" Yana bertanya dengan suara anak kecil yang menggemaskan.


"Sangat baik, apalagi setelah bertemu dengan mu dan Mama." Begitulah Vander, apapun yang terjadi di kantor tidak akan ia bawa kerumah meksipun dirinya dilanda kekacauan di kantor tapi setelah pulang semuanya kembali baik.


"Ayo, aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mu, honey."


"Kau memasak?" Bukannya memberikan jawaban justru Vander bertanya dengan penuh kekhawatiran.


"Tidak, aku hanya berkerja sedikit yaitu mengarahkan mereka memasak. Aku tau apa yang bisa ku kerjakan dan tidak honey." Yana menjelaskan dengan baik kepada suaminya agar pria itu tidak cemas tanpa alasan.

__ADS_1


"Baiklah, tapi jangan sampai Mama tau. Kalau tidak aku yang dihabisi." Yana terkekeh mendengar penuturan suaminya, kebetulan mertuanya kembali ke rumah nya karena ada urusan. Kalau tidak, jangan harap Yana bisa menyentuh dapur bahkan mendarat saja tidak akan bisa.


"Tentu." Keduanya menuju ke dalam setelah cukup lama berteman dengan pintu masuk.


Tangan Vander tentu tak lepas merangkul istrinya sambil mengelus perut yang akan segera membuncit besar itu.


"Aku akan mandi dulu."


"Hmmmm, aku akan menunggu disini."


"Kenapa? Nyonya Vander ini tidak mau masuk?" Tawar Vander yang sudah diketahui oleh Yana dengan baik.


Setelah melihat pintu kamar mandi itu tertutup, Yana menatap cermin di hadapannya. "Aku akan meminta izin tanpa kecurigaan." Yana akan bertemu dengan Lauren tentunya ia harus mencari alasan tanpa pertanyaan dari Vander.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Di pagi hari yang mulai panas ini, terlihat dari rumah mewah mobil silver itu melaju dengan sosok wanita bertubuh seksi dan kacamata andalannya.

__ADS_1


"Jalan pak, restoran xxx."


"Baik Mami." Pria bertubuh gempal itu segera melajukan mobilnya dengan kencang.


"Apa penampilan ku sudah baik? Aku tidak ingin bertemu dengan klien istimewa ku dalam keadaan buruk? Apa kira-kira yang dibicarakan ya?" Wanita bernama Lauren itu adalah seorang mami penyalur pria bayaran yang terkenal. Sambil duduk menempuh jalur, dia bertanya-tanya apa gerangan yang membuat Yana kembali menghubunginya.


"Mungkin ingin menyewa lagi mami?" Tebak pria dihadapannya.


"Semoga saja, aku harap tidak ada masalah dengan pria yang aku utus waktu itu."


Beberapa menit kemudian.....


Tanda parkir membuat mobil itu berhenti dan mengeluarkan penghuni di dalam nya. Dengan langkah nan membuat double belakang itu menggoyahkan iman yang melihatnya, wanita itu masuk ke dalam mencari tamu istimewa nya.


Pakaian yang dipakainya tentu tidak akan menjadi perbincangan buruk karena ini merupakan kota metropolitan yang mata siapapun sudah terbiasa melihatnya.


"Seperti biasa, pastinya meja dengan keistimewaan menjadi pilihan pertemuan." Segera kakinya mendekati meja yang sudah dikunci oleh matanya setelah disambut senyuman oleh pelayan restoran.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2