Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Xander


__ADS_3

Betapa membulatnya manik Xanders ketika melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. "Kau suka? Aku berpikir kita bisa menonton film bersama sebelum tahun baru." Tampak Yana dengan membawa popcorn dan cemilan ala tontonan telah ia persiapkan.


"Suka, film apa sekarang?" Xander terlihat bersemangat dengan tindakan Yana untuk mengisi kebersamaan mereka.


"Duduk dulu, film nya akan diputar." Yana meminta Xander duduk di sofa yang begitu lembut untuk mereka menikmati film bersama.


"Kau menyiapkan semuanya sendiri, kenapa tidak mengatakan padaku. Kita bisa menyiapkan bersama, bukankah itu lebih baik?" Senyuman Xander dan tatapan dari manik itu membuat Yana begitu terbuai.


"Mungkin lain kali, lagipula setelah kita menikah, kita bisa melakukan apapun nantinya." Yana memilih menyajikan beberapa cemilan kepada Xander yang diterima oleh kekasihnya.


Xander tidak mengatakan apapun, ia hanya menerima cemilan itu. Setelah dirasa cukup, hanya melakukan langkah terakhir yaitu mematikan lampu untuk menambah situasi layaknya bioskop.


"Aku mulai." Yana terlihat bersemangat sedangkan Xander menatap raut bahagia wanita yang menjadi bagian hari-hari nya.


Film tampak dimulai, manik Xander mulai membaca dan melihat adegan ataupun tulisan yang menjadi tontonan mereka. Awalnya semuanya berjalan dengan baik, tampak keduanya begitu menikmati adegan yang berjalan.


Bahkan popcorn pun sudah terjamah dan berkurang sedikit demi sedikit. Tidak ada suara apapun selain suara dari film, hingga sang pameran mulai menampakan adegan yang tentunya tidak asing dan membuat Xander menelan ludahnya.


'Astaga, yang benar saja....' Sejenak ia menatap kekasihnya yang terlihat antusias dan tidak melepaskan matanya dari layar itu.


Xander yang sebisa mungkin menjauhi adegan seperti ini langsung mulai resah. Segera kakinya ia langkahkan dan ketika ia sudah bersiap, tarikan tangan mendarat di pahanya yang membuat ia kaget. "Mau kemana?" Tanya Yana.


"Sayang, aku ingin ke....." Xander langsung kembali rubuh dan menempel kembali ke sofa.


"Yana...." Satu jari itu langsung terhenti di bibir tebal nan seksi itu, sungguh menunjang penampilan Xander.


"Tidak perlu pergi kemanapun, kau merasa tidak nyaman dekat adegan nya?"


"Kau sengaja?" Wajah Yana yang begitu dekat dengannya tentu Xander langsung melihat dengan jelas perubahan wajah itu yang terlihat tersenyum manis.


"Anggap saja ini latihan."


"Jangan memancing Yana, kau tau.... Aku ini...."

__ADS_1


"Aku tau, aku sangat tau. Aku sangat senang dengan itu, tapi...... Jujur saja aku juga ingin seperti adegan yang ada di..."


"Seperti film?" Tebak Xander.


"Tidak, adegan dalam pikiran ku sendiri. Jika seperti film, maka aku mungkin membayangkan aktor itu, tapi aku tidak ingin. Aku hanya memikirkan mu, bukan aktor manapun. Aku bisa mendengar detak jantung kita satu sama lain."


"Yana......" Sungguh napas Xander terasa berat saat ini. Adegan film sudah begitu bahaya dan sepertinya mulai merambah pada mereka.


"Apa kau tidak suka? Apa kau merasa aku wanita...."


"Tidak, tapi aku ingin kita melewatinya setelah pernikahan. Apa itu terdengar kuno?"


"Aku tidak bilang begitu, aku sangat senang sekali melihat dengan mataku sendiri seorang pria yang masih memegang hal seperti itu. Kau sungguh sangat istimewa, aku sangat mencintaimu." Kecupan yang sudah biasa bagi keduanya tentu tidak terelakkan.


Tidak ada suara selain film yang sedang berlangsung, tapi scene memperlihatkan pagi yang indah setelah keromantisan kedua pemeran. Adu bibir itu terlihat terhenti dan napas keduanya terasa berat, manik keduanya saling menatap dalam. Dan tangan keduanya saling mendarat di bagian tubuh satu sama lain.


"Sepertinya kembang api kita ingin dinyalakan juga. Kita sudah membelinya dengan kualitas terbaik." Xander berbicara dengan hidung mereka yang saling menempel.


"Jangan bertindak lebih, aku bisa kehilangan kendali. Aku tidak ingin merusak sebelum ikatan kita dimulai."


"Tidak ada yang merusak, ini keinginan ku. Apa kau tidak suka?" Yana menjauhkan tangannya dari kembang api keramat itu, Yana berpikir mungkin dia berlebihan saat ini. Jujur saja, keduanya memiliki pergaulan yang berbeda dan tentunya memengaruhi pikiran Yana.


"Aku akan menyalakan lampunya." Yana segera bangkit dan membuat suhu panas yang sempat terjadi terhenti seketika.


Tangan Yana langsung membuat lampu yang redup itu kembali menyala. Yana masih belum membalikkan badannya karena merasa malu dengan tindakannya itu.


"Mau ku ambilkan minum...." Pergerakan Yana terhenti dan dirinya langsung terkurung di antara tubuh kekar itu.


"Xander....."


"Aku mencintaimu." Setelah mengatakan itu, Xander kembali mendaratkan ciuman nya, Yana memejamkan matanya sambil merasakan bibir itu tengah memborbardir bibirnya.


Tapi sepertinya ciuman itu bukan seperti biasanya, Yana dapat merasakan hal itu. Sepertinya karena ulahnya sisi lain Xanders bangkit. Beringin dengan meletusnya kembang api yang bertebaran di langit dan sorakan orang-orang akan tahun baru, Yana dan Xander semakin panas dan liar.

__ADS_1


"Apa......" Xander terlihat begitu menggoda dengan tubuhnya yang mengkilap tampak terhenti dan ragu sambil menatap Yana.


"Lakukanlah, aku menunggunya.


"Aku tidak bisa berhenti lagi."


"Kalau begitu jangan berhenti." Sekarang keduanya dapatkan melihat tubuh satu sama lain.


"Katakan jika sakit." Yana hanya mengangguk, Xander mencoba menembus gerbang suci itu dan Yana yang merasakan sesuatu menyapa gerbang nya hanya bisa memegang erat bantal.


Berulang kali mencoba, akhirnya gerbang suci itu berhasil dimasuki juga, dan tentu Xander merasakan kenikmatan yang sesungguhnya dan begitu juga dengan Yana.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Yana....."


"Diam disana." Tubuh Yana merasa gemetar setelah merasakan debaran jantung yang ia kenali itu.


"Aku Xander mu... Aku Xander mu." Tampak Max meyakinkan Yana setelah melihat reaksi Yana.


"Xander...." Beberapa kali Yana menggelengkan kepalanya dan menatap wajah Max.


"Xander...."


"Ya, aku Xander mu."


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!


__ADS_1


__ADS_2