
Siapa sangka di hari ini, semuanya berkumpul. Tampak bunga begitu banyak untuk acara besar. Berada di gedung mewah, dengan kursi yang sudah dihiasi bunga-bunga indah.
Sepanjang jalan menuju altar, sudah terlihat sosok yang berdiri menunggu pengantin wanitanya yang tengah melangkah bersama papa nya.
Bibirnya terus mengembangkan senyum, ditambah dengan hatinya yang berdetak tak karuan. Akhirnya tangan yang dulu sempat jauh darinya sekarang akhirnya bersatu kembali dan berada di genggamannya.
"Aku menyerahkan putriku, aku berharap kau membahagiakan nya. Selalu bersama dengannya dan yang terpenting jangan biarkan ada air mata yang jatuh, kecuali air mata kebahagiaan."
"Aku berjanji, tidak akan membiarkan senyuman pudar. Aku tidak akan pernah melepaskan nya."
Suara tepuk tangan mulai terdengar, ditambah dengan pengucapan janji pernikahan. Kamera mengambil gambar menyimpan momentum berharga itu.
"Dengan ini, kalian sudah resmi menjadi suami dan istri." Ucapan itu tak lama membuat Xander membuka tudung putih itu dan mengecup kening wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Aku mencintaimu Yana."
"Aku juga, sangat!" Suara tepuk tangan kembali terdengar kali lebih meriah dan tak lupa langkah kaki terdengar mendekat sambil bersuara. "Daddy! Mami!" Xavier langsung berhamburan di pelukan kedua orang tuanya yang akhirnya bersatu setelah dinding penghalang mereka hancur.
Dibalik kebahagiaan itu, tentunya ada air mata kesedihan. "Semuanya berada di jalannya. Aku sangat bahagia, anak-anak kita bahagia."
"Ya, Vander juga begitu. Dia sudah bahagia dan tidak merasakan sakit lagi."
Beberapa hari sebelumnya, ketika Xander akan mengunjungi kakak nya. Sebuah kabar merubah suasana menjadi duka, Vander tiada setelah tertimbun reruntuhan bangunan di tempat ia ditahan. Malang yang tidak disangka itu, terjadi ketika Vander bersama tahanan lain tengah dikumpulkan bersama untuk kegiatan. Tapi tiba-tiba di sekitar bangunan yang akan diruntuhkan, roboh seketika dan langsungnya menginap Vander dengan beberapa orang juga.
Vander langsung dibawa ke rumah sakit, dan semuanya bergegas menuju kesana. Tampak Vander sudah dalam keadaan mengkhawatirkan.
Dengan orang-orang yang berkumpul bergantian masuk satu sama lain. "Ma." Satu kata itu, hanya itu yang keluar dari bibir pucat nya.
Terlihat seorang wanita paruh baya segera mendekat dan memegang tangan yang sudah mengurus itu. "Ya sayang, kau ingin mengatakan sesuatu?"
"Maaf." Matanya tampak melihat sosok yang berada dibelakang wanita yang dipanggil Mama nya.
Setelah itu, tidak ada lagi suara. Hanya ada tangisan mengiringi kepergian penghuni ranjang rumah sakit itu. Vander pergi setelah mengatakan kalimat maaf yang terkubur selama hidupnya.
__ADS_1
Dan Xander yang berada disana, tentu juga mengalirkan air mata. Meskipun luka itu masih ada, tapi pintu maaf itu ia buka lebar.
Seperti hari yang telah ditetapkan, acara pernikahan Xander dan Yana muncul juga. Apalagi Xavier yang begitu bahagia, melihat kedua orang tuanya bersatu dalam ikatan pernikahan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Kembali masa sekarang.....
Malam ini adalah malam istimewa, karena Xander dan Yana sudah menjadi suami istri yang sah. Tampak ranjang yang sudah dihiasi sebaik mungkin itu, terdapat Yana yang tengah duduk menunggu kedatangan suaminya.
"Apa ini terlalu berlebihan?" Tanya Yana pada dirinya sendiri.
Ia sejak tadi mencari lingerie yang cocok untuknya. Ia bukan wanita polos yang tidak tau apapun, bagaimana pun juga ia sudah memiliki jam terbang handal tentang itu.
Sehingga sebelum kedatangan suaminya yang tengah bermain dengan Xavier, Yana mempersiapkan dirinya dengan baik. Setelah dirasa menemukan yang tepat, Yana menyemprotkan parfum di bagian tertentu nya dan menyisir rambutnya sekali lagi.
"Sempurna." Ujar Yana sambil memandangi dirinya sendiri dari cermin.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Ya putraku."
"Setelah ini kita tidak akan pisah lagi kan? Aku akan sering bertemu dengan Daddy dan juga mami. Kita akan bersama seperti keluarga lumba-lumba."
"Ya, kita tidak akan berpisah lagi. Daddy akan disini dan juga bersama Xavier dan mami."
"Aku sayang Daddy."
"Daddy lebih sayang padamu. Putraku yang hebat." Xander memeluk erat tubuh putranya dan tak lama Xander mendengar napas teratur putranya yang sudah tertidur pulas.
Dengan hati-hati Xander meletakkan putranya di ranjang empuk itu. Dan segera menyelimutinya, setelah mematikan lampu, Xander pergi dari sana. Dan tentunya ia bergegas menuju kamar pengantin nya yang sudah berada istrinya.
"Lihat, pengantin baru ini sudah tidak sabar."
__ADS_1
"Papsky."
"Xavier sudah tidur."
"Sudah, baru saja."
"Aku percayakan Yana padamu. Setelah ini aku akan kembali, dan Yana bersamamu disini. Jujur saja, setelah yang terjadi, aku tidak ingin putriku terluka lagi."
"Aku berjanji atas hidupku, aku tidak akan melakukan nya. Jika itu terjadi, papsky boleh mengambil Yana dan membawanya pergi jauh dariku dan juga Xavier."
"Baik, sekarang berikan lah aku cucu lagi. Aku harap, dia masih bekerja dengan baik."
"Tentu. Papsky akan mendapatkan nya segera."
Pintu terbuka dan terlihat remang, Xander dibuat membeku ketika melihat pemandangan dihadapannya. Yana tampak begitu agresif menyerang dirinya. "Kau tau, aku sudah menunggu cukup lama."
"Maka penantian mu akan segera terbayarkan istriku!"
"Ahhhh!" Malam itu, Xander dan Yana kembali menyatu dengan ikatan yang resmi dan perjalanan cinta mereka yang diguncang berbagai hal, akhirnya berhasil mereka lewati.
Tamat......
Terimakasih atas dukungannya, semoga suka dengan endingnya. Mohon maaf jika ada kekurangan, yuk mampir ke novel author yang lainnya.
Skala Kecantikan Flora
Modernisasi Queen
Dan ikuti cerita yang lainnya, terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1