Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Paket Misterius


__ADS_3

Yana yang tengah tidur setelah makan dan minum serta vitamin dengan kawan-kawannya langsung kembali terbangun. Kantung kemih nya yang sudah minta setoran, membuat Yana terbangun. Dengan langkah hati-hati, Yana menuju kamar mandi, lalu segera bersemedi mengirimkan setorannya. "Ahh, akhirnya lega sekali." Sungguh Yana mempraktikkan kehati-hatian dalam menjaga kandungannya.


Baru saja kaki itu berada di perbatasan kamar mandi dan kamar, Yana  justru dikejutkan dengan suara yang tidak ia duga.


"Mama?"


"Astaga! Yana! Kenapa bangun dari tempat tidur? Seharusnya butuh sesuatu katakan pada Mama!" Yana yang belum siap tentu kebingungan melihat kedatangan Mertuanya kembali yang tidak ia ketahui.


"Mama? Kesini?" Tubuh Yana mengikuti Mertuanya yang kembali membawanya ke ranjang untuk istirahat.


"Tentu saja, setelah mendengar berita ini mama segera kesini, Mama tidak bisa mengontrol diri." Tampak mertuanya menaikan kembali selimut untuk Yana.


"Vander...." Manik Yana mencari keberadaan suaminya. Seolah tau apa yang dicari menantunya, wanita itu segera menjawab.


"Dia kembali sejenak ke kantor, nanti akan segera kembali."


Yana memperhatikan mertuanya yang memijat kakinya dengan minyak pijatan yang beraroma khas membuat Yana merasa kikuk melihat perhatian mertuanya yang terlihat over.


"Ma, aku hanya ke kamar mandi. Aku bisa dan tidak masalah." Yana mencoba menjelaskan pada Mertuanya yang masih asyik memijat.


"Baiklah, tapi untuk yang lain jangan lakukan sendiri. Mama tidak mau kau kelelahan, mendengar kau pingsan di kantor mama sangat khawatir." Yana dapat menangkap kekhawatiran serta kasih sayang disana.


"Terimakasih ma."

__ADS_1


"Yana butuh sesuatu?" Tanya mertuanya yang terlihat sudah selesai dengan tangannya yang berkilauan.


"Untuk sekarang belum ma."Yana memang belum merasakan apapun, atau menginginkan apapun.


"Ibu hamil memang berbeda-beda ya. Cucu Oma sehat-sehat disana dan jangan membuat ibumu kesulitan." Perasaan serta pikiran Yana sudah tenang sekarang, ultimatum Mertuanya tentu menjadi batal karena kehadiran anak yang dinantikan oleh semuanya.


"Iya dan aku senang ia mengerti dengan ibunya." Yana ikut mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.


******


Sedangkan di kamar lain, tampak jakun pria yang menonton pertunjukan mukbang rujak dengan berbagai buah yang tentunya asam bukan main. Sudah hampir tiga mangkok ludes di babat pria tampan itu tapi belum terlihat tanda-tanda kekenyangan.


"Tambah lagi!" Bergegas satu orang kebawah mengambil rujak yang mati-matian diproduksi dibawah.


"Tuan, ini sudah banyak.... Nanti tuan bisa sakit perut." Seorang pria mencobanya menjelaskan.


"Tidak tuan, maafkan aku."


"Mana rujak ku!" Teriakkan nya membuat semua orang takut bukan main, bahkan tangan si tukang masak tidak bisa bergerak rasanya.


"Ayo cepat! Sebelum tuan membunuh kita."


**********

__ADS_1


Yana merasa santai sekali, kebahagian mulai meliputi dirinya, dengan kehamilan ini maka tidak ada  perceraian menghantui rumah tangganya.


Hingga sebuah langkah kaki dari pintu masuk membuat Yana kegirangan.


Seperti yang dikatakan mertuanya, Vander kembali dengan beberapa buah ditangannya. "Honey, lihat! Aku bawakan berbagai macam buah. Biasanya ibu hamil suka sesuatu kan."


"Iya, susun saja di lemari pendingin. Aku hanya ingin alpukat sekarang. Sepertinya jika dibuat jus sangat menyegarkan." Yana mengambil buah alpukat di tangannya.


"Kalian dengar? Lakukan segera!"


"Baik tuan!" Pelayan segera melakukan tugas mereka karena mereka semua mendapatkan titah baru dan lebih ketat karena nyonya mereka tengah berbadan dua.


Vander selalu pulang lebih awal karena menemani sang istri yang menanti bersama buah hatinya. Yana merasa senang karena melihat dan merasakan sikap Vander yang semakin romantis, sigap dan hangat.


Hari berlalu hingga dua minggu kemudian, Yana yang tengah menikmati salad buah permintaan nya dikejutkan dengan kedatangan pelayan nya membawa satu kardus besar.


"Nyonya, ada kiriman paket." Yana yang asyik mengunyah berhenti seketika karena dirinya tidak memesan apapun.


"Paket dari siapa bi?"


"Tidak ada nama pengirim nya nyonya."


"Buka paket nya!" Perintah Yana yang menjadi khawatir seketika.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2