
Alunan musik mulai terdengar, para tamu terlihat menikmati jamuan yang dihidangkan oleh tuan rumah, sambil menunggu kedatangan kedua pengantin yang masih bersembunyi menanti riasan dihari bahagia mereka.
"Ada coklat. Wah, ini yang aku sukai." Yana tak sabaran mengambil hidangan manis dihadapannya, Vander tak jauh darinya sambil berbincang dengan klien dan teman sesama pengusaha nya.
Akhirnya makanan manis itu mendarat sempurna di bibir Yana yang membuat perasaan ibu hamil itu begitu senang bukan main. "Kau suka sayang?" Yana bertanya sambil mengelus perut buncitnya.
"Tentu saja suka, madam." Senyum serta rasa manis yang menyelimuti diri Yana berubah seketika menjadi tegang.
Kepalanya tak mampu menoleh ke belakang tempat asal suara yang beberapa bulan ini menghilang yang membuat hidupnya horor.
"Ja.. Jaden?"
"Ya Madam, bagaimana kabar bayiku?" Diantara kerumunan itu, tangan kekar itu mendarat dan mengelus perut buncit Yana.
"Kau!" Ketika keinginan dan ledakan Yana timbul, pria itu tidak ada lagi dibelakangnya dan membuat dirinya menjadi sesak nafas dan gemetar.
"Hah......"
"Aghhh!" Yana menjerit membuat tepukan tangan itu menjadi khawatir dan mendekap pundak itu.
"Honey, ini aku. Ada apa? Kenapa berteriak?" Yana yang awalnya menutup matanya perlahan terbuka dan memeluk segera tubuh suaminya.
"Honey!" Yana tak mampu berucap dan hanya memeluk erat tubuh suaminya membuat Vander kebingungan tapi ia tidak bertanya apapun sampai istrinya tenang.
__ADS_1
Karena mereka sedang berada di kerumunan tamu yang tentu menjadi perbincangan nantinya, maka ia mengajak istrinya ke tepi menjauh dari tamu.
Perlahan ia mendudukkan Yana di salah satu sofa disana sambil memberikan segelas air yang tersedia.
"Ada apa honey?" Vander bertanya pelan sambil menatap wajah istrinya yang terlihat shock akan sesuatu.
"Itu.... Aku hanya kaget dengan orang yang bertanya padaku, ia terlihat garang seperti film yang kulihat." Tentu saja Yana tidak akan bercerita apa yang sebenarnya.
Vander menghela napasnya mendengar penuturan istrinya yang kebiasaan menonton film horor dan triller. "Sebaiknya aku mengurangi jadwal tontonan mu honey. Lihat kau jadi takut sendiri."
"Iya, aku hanya kaget dengan dirinya yang mendekat tiba-tiba begitu."
"Yang mana orang nya?" Vander tentu menjadi penasaran dengan sosok yang membuat istrinya takut begini.
'Dia sudah pergi.'
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dari pandangan yang tidak luput dari mata keduanya ada sosok pria yang tengah tersenyum senang karena sapaan kecil nya. "Sampai jumpa lagi nanti Madam."
Diantara kerumunan orang berlapis kemewahan itu, perlahan pria yang telah menyapa wanita hamil itu menghilang dengan minuman serta kacamata hitam yang menambah ketampanan nya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
"Bagaimana honey? Mau pulang saja?"
"Tidak usah, tidak enak dengan pemilik acara. Aku sudah tidak apa, tapi aku tidak ingin kau jauh dariku."
"Baiklah, aku akan tetap disini bersama istriku dan anak ku ini."
Sekarang keduanya kembali membelah kerumunan menuju pelaminan tempat sepasang pengantin yang tengah berbahagia itu berada. Dengan perut buncitnya Yana menjadi pusat perhatian. Siapa yang tidak kenal dengan Yana yang seorang wanita pemilik perusahaan berserta suaminya di pengusaha dalam bidang kecantikan yang merk nya dipakai orang banyak.
"Selamat ya."
Doa diberikan kepada kedua mempelai yang disambut baik dan sesekali mereka berbincang sejenak.
Hingga waktu berlalu satu jam kemudian yang membuat Yana dan Vander pulang sebelum terlalu malam. "Apa bayi kita baik-baik saja?" Vander masih teringat akan kejadian tadi yang mungkin berpengaruh pada bayinya.
"Baik, tidak ada masalah. Aku hanya kaget."
"Baiklah, kita pulang dan setelah itu minum vitamin ya." Yana mengangguk saja tapi pikiran nya kembali berkelana karena kejadian tadi.
'Jaden, bagaimana dia bisa..... Mungkin setelah ini aku kembali menghubungi seseorang untuk menelusuri Jaden.'
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1