Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Games


__ADS_3

Acara kembali dilanjutkan dengan permainan game bersama keluarga, bukan game meledakkannya balon atau meniup balon hingga finish ataupun bermain botol melainkan, game menebak foto bayi di semua anggota keluarga.


Di hadapan Yana sekarang sudah tergantikan dengan foto bayi yang berjumlah belasan dan Yana harus menebak semuanya tanpa bantuan siapapun, karena tidak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi maka ibu hamil itu duduk dengan meja penuh foto bayi.


Para tamu dapat melihat semuanya dan tak sabaran dengan games unik spesial baby shower itu. "Baiklah Yana, sekarang mulailah menebak." Ujar mertuanya yang tersenyum melihat ketepatan menantunya.


"Aku bisa mulai dari mana saja?" Tanya Yana membuat semuanya tersenyum mendengar pertanyaan kecil itu.


"Tentu saja, bebas! Silakan, dan tidak ada bantuan dari siapapun termasuk suami mu ini! Kalau ketahuan, kalian tidak tidur bersama."


"Mama?" Vander tentu saja tidak terima dengan itu, enak saja Mama nya membuat peraturan seperti itu padanya, mana bisa ia tidak tidur bersama istrinya. Tidak bertemu seharian karena bekerja saja sudah membuat nya kepanasan bukan main.


"Apa? Lagipula hanya kau yang terindentifikasi untuk membantu istrimu ini, jadi kami semua membuat peraturan ini."


"Benar kan?" Mertuanya menunjukkan seolah-olah dia memang tidak asal bicara atau memutuskan sendiri.


"Iya, itu benar!" Jawab semuanya membuat Vander sedikit terlihat lemas.


"Aku tidak begitu, ayo honey! Buktikan pada semuanya bahwa istriku ini bisa dan akan menebak semuanya tanpa salah karena istriku ini pintar. Ayo keluarkan kekuatan mu honey!" Vander mengepalkan tangannya sambil mengudara bak Superman tapi tak lengkap membuat semuanya tertawa dengan berbagai tawaan.


"Baiklah." Mendengar ucapan dari perserta, maka alunan musik yang cocok dimulai dan semuanya melihat game menyenangkan itu dihadapan mereka.


Manik Yana menatap dimulai dari arah kanan dan tersenyum kecil karena melihat foto bayi itu milik siapa. "Bibi." Yana mengangkat lembaran foto itu dan menunjukkan pada semua orang.


"Dia benar!" Wanita itu membalas dengan mengeluarkan foto yang persis seperti Yana sehingga meyakinkan dan semua orang bertepuk tangan untuk itu.


"Ayo honey!" Vander tak henti-hentinya memberikan semangat pada istrinya.

__ADS_1


Yana melanjutkan ke arah berikutnya dan menjawab nya, untuk beberapa saat Yana menjawab dengan tepat dan membuat suasana permainan semakin menyenangkan. "Mama!" Jawab Yana dengan percaya diri, tapi mertuanya seolah mempermainkan nya sehingga membuat semua orang menjadi gemas menunggu jawaban.


"Bagaimana ya.... Apakah benar?"


"Ayo Mama, tunjukkan saja." Bukan Yana yang mendesak tapi putranya sendiri.


"Benar!" Yana bertepuk tangan bahagia karena menebak dengan benar.


"Wah permainan semakin seru semuanya, tinggal beberapa foto lagi dan permainan akan berakhir, apakah nyonya Yana berhasil menebak semuanya dengan benar?" Pemandu acara mulai bersuara menambah suasana permainan dan juga semangat para tamu.


Yana melanjutkan matanya ke bagian terakhir, tinggal tiga foto lagi yang akan ia tebak. Seorang bayi perempuan yang menggemaskan dan manik bayi itu membuat Yana tersenyum karena sudah tau siapa itu. "Adik ipar ku yang cantik!"


"Kakak ipar benar!"


Yana mengambil satu lembaran di sebelahnya dan mencocokkan dengan wajah seseorang. "Suamiku Vander!" Vander yang bahagia langsung mendekat dan melayangkan ciuman manis membuat semuanya membulatkan bibir serta mata merah melihat tingkah CEO itu.


"Dia juga putramu, dan sifat itu seperti dirimu."


"Wah, sepertinya tuan Vander sudah tidak sabar ya. Baiklah, satu foto lagi, ayo nyonya silakan." Yana tentu saja bersemu merah karena kelakuan suaminya yang diluar dugaannya.


"Ayo honey, aku penasaran dengan foto terakhir." Semuanya juga mengangguk setuju dengan ucapan Vander.


Yana mengambil foto yang terakhir, seorang bayi laki-laki, berkulit putih dan maniknya membuat Yana termenung sejenak. "Tidak asing...."


"Siapa nyonya?" Tanya pemandu acara melihat Yana belum menjawab padahal itu pertanyaan mudah karena hanya tinggal satu.


"Ini.... Honey ini fotomu lagi! Kau sengaja ya?" Yana tampak sedikit kesal karena suaminya berlaku curang memasukkan foto lebih dari satu.

__ADS_1


"Wah, sepertinya tuan Vander ingin istrinya mengingat dirinya lebih dari yang lain. Beri tepuk tangan yang meriah!" Semuanya bertepuk tangan dan Vander yang melihat kekesalan istrinya mendekat dan melihat foto itu.


"Honey aku...." Vander tidak melanjutkan ucapannya dan foto itu beralih ke tangan Papa nya.


"Mungkin tidak sengaja, jangan begitu... Vander hanya memasukkan satu saja." Mama mertuanya ikut bicara membantu Vander yang tampak meyakinkan istrinya.


"Iya honey, lihat ini foto yang ku masukkan." Vander kembali memperlihatkan foto yang digunakannya,. tentu saja manik Yana kembali menatapnya dan membuat dirinya menjadi fokus bukan main.


"Fotonya itu..."


"Kau pasti sudah lelah Yana, Vander bawa istrimu masuk." Papa nya yang tadi diam tiba-tiba bersuara membuat Vander mengangguk saja membawa istrinya.


"Ayo honey....."


"Tapi aku mau liat foto dan membandingkannya! Kau ini...." Yana tidak berdaya lagi, selain karena perut buncitnya ia juga sudah berada dalam dekapan suaminya dan karena tubuhnya juga lelah ia tidak melawan lagi.


"Kenapa bisa?"


"Pasti pelayan yang memasukkan nya, aku sedikit lengah. Sudahlah, tidak ada masalah. Sini berikan fotonya...." Wanita itu mencoba meminta foto dari suaminya tapi pria itu tidak memberikannya.


"Tidak, aku akan menyimpannya sendiri."


"Mulai lagi...." Wanita berpangkat mertua Yana hanya memandangi kepergian suaminya


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2