Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Pengirim paket


__ADS_3

"Nyonya, isinya susu ibu hamil yang banyak Nyonya." Lapor pelayan itu yang membuat Yana menjadi over thinking mencari siapa pengirim nya.


Tidak mungkin suaminya Vander, karena biasanya dia yang berbelanja atau mengirimkan pesan jika tidak bisa.


'Dari siapa ini?' Yana menatap susu ibu hamil yang lumayan banyak di depan matanya.


Stres mulai menghantui dirinya, meskipun dirinya ingat keadaannya tapi rasa kekhawatiran sangat besar tanpa bisa ia kontrol. Hingga sebuah pesan membuat Yana pikiran buruk Yana semakin menjadi-jadi.


"Nyonya ada secarik kertas."


"Berikan padaku!" Yana membaca pesan itu yang bertuliskan minum dengan teratur dan jaga kandungan dengan baik.


*****


Vander yang baru saja selesai meeting dikejutkan dengan laporan rumah yang mengatakan Yana tiba-tiba jatuh sakit membuat dirinya segera pulang.


"Honey ada apa? Apa ada yang menganggu mu?" Yana tampak terbaring dengan wajah memucat.

__ADS_1


"Ada apa dengan nyonya?" Karena tidak mendapatkan jawaban dari istrinya, Vander beralih pada pelayan disana.


"Maaf Tuan, nyonya jadi begini setelah menerima paket.


"Paket?" Ulang Vander yang diangguki.


"Iya tuan, paketnya berisi susu ibu hamil." Yana hanya diam tapi tidak dengan hatinya yang khawatir Vander akan curiga.


Apalagi ditambah dengan tatapan Vander padanya yang membuat dirinya akhirnya menangis. "Honey, kenapa menangis? Itu dari Mama, ia mengirimkan aku lupa mengatakan nya." Rasanya batu yang menghimpit Yana bernapas sudah hilang dengan jawaban suami nya.


Matanya segera menatap mencari kebenaran di wajah Vander. "Aku sangat takut, aku pikir dari orang jahat, kau tau kan sekarang sangat berbahaya sekali" Ujar Yana dengan lirih sambil mengusap air matanya.


Baik Yana dan Vander, saling merasakan bahwa sejak hamil dirinya semakin sensitif dan mudah berpikir buruk. 'Syukurlah, tidak mungkin dari orang lain kan?' Batin Yana bicara sambil melihat susunan susu ibu hamil yang ditata pelayan nya.


"Honey, aku harap jangan mudah berpikiran berat, ingat kata dokter.... Itu bisa berpengaruh pada bayi kita." Vander datang dari belakang dan mengelus perut istrinya dengan lembut membuat Yana terpejam merasakan nya.


"Hmmm, tapi segera katakan agar aku tidak cemas." Yana ikut menempelkan tangannya lalu mengikuti irama gerakan Vander

__ADS_1


"Tidak lagi, aku mencintaimu." Wajah keduanya mendekat dan terdengar deru napas satu sama lain hingga aksi tempel menempel dan membelit tak terelakkan lagi.


******


Sedangkan disisi lain, seorang pria dengan kemeja putih yang terbuka di bagian atas menggoyangkan gelas berisi jus mangga, bukan wine seperti yang lain. Maniknya terus tertuju menatap foto yang berada di layar laptopnya.


"Cantik, aku bahkan tidak lupa kecantikan itu dibawah kendali ku dan berteriak kenikmatan. Kita akan bertemu kembali, sekarang aku hanya perlu menjalani karantina dari benih ku."


"Bagaimana?" Tanyanya ketika anak buahnya baru mendarat.


"Aman tuan."


"Bagus! Pantau terus! Bukan hanya satu tapi semuanya, terutama pemeran utama kita. Uekk! Astaga, aku tersiksa sekali." Akhirnya dia memilih membuka dan melemparkan apa yang membalut bagian tubuh atasnya.


Rasa mual kembali mendera tubuhnya, dari meja yang berbentuk bundar itu kakinya melangkah menuju wastafel yang terpajang rapi di sebelah kirinya. Menyalakan keran, suara mual nya bak nyanyian dan musik pengiring seperti konser yang terdengar oleh anak buahnya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2