
Hari berikutnya hubungan Yana dan Vander terlihat kembali seperti semula. Seperti hari ini, Yana dibawa Vander pergi piknik bersama, ditambah dengan usia Xavier yang menunjang untuk itu. "Taman nya sangat indah." Ujar Yana sambil mengendong Xavier di tangannya yang tampak anteng.
"Iya, ini juga baru direnovasi." Setelah menggelar tikar dan juga yang lainnya untuk kebutuhan piknik keluarga kecil mereka, Yana memperhatikan Vander yang terlihat maniknya tampak menempel dengan ponselnya.
"Apa ada masalah?" Pertanyaan Yana membuat kegiatan Vander terhenti.
"Ya?" Tanya Vander memastikan pertanyaan istrinya.
"Kau terlihat sibuk sekali, bukankah ini piknik keluarga kecil kita?"
"Itu ada pertemuan kolega dan juga tamu istimewa."
"Oh ya, kapan?"
"Seminggu lagi." Jawab Vander yang membuat Yana mengangguk kecil.
"Kau suka sayang? Papa membawa kita kesini." Yana tampak antusias berbicara dengan putranya yang terlihat mengamati sekitar dengan manik matanya yang indah.
"Tentu saja Xavier suka, bukan begitu?" Vander tersenyum jelas di hadapan wajah tampan Xavier.
__ADS_1
Tapi tak lama Xavier terdengar menangis." Ada apa? Kau haus? Atau penuh?" Yana mencoba memeriksa sambil menenangkan putranya.
"Mungkin dia haus." Ucap Vander yang membuat Yana mengeluarkan botol susu dari beberapa yang sudah dipersiapkan.
'Sepertinya lama-lama dia seperti ayahnya.' Meskipun Vander tersenyum, tapi hatinya berbanding terbalik sekarang.
Panggilan dari ponsel itu membuat Vander harus menjawab dan Yana tampak mendengar meskipun ia tidak ingin. "Ya, aku akan datang. Baik, terimakasih.... Apa? Hmmm, begitu ya. Baiklah, sampai jumpa lagi." Yana tidak bertanya lagi mengenai panggilan yang baru saja di dapatkan Vander.
Karena ingin buang air, Yana memberikan Xavier pada Vander. "Kau bersama Papa dulu ya sayang, Mama mau ke toilet dulu. Honey...." Vander tampak menerima dengan senang hati dan membuat Yana segera bergegas ke toilet yang tak jauh dari posisi mereka.
"Jangan mencoba menangis, entah mengapa aku muak rasanya. Kau tau? Aku tidak suka..." Vander hanya bisa menahan dirinya saat ini, karena Xavier adalah pion nya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Dengarkan aku! Cukup dengar kan. Datang Jumat depan di hotel angkasa dengan nomor 231 dan kau akan dapatkan jawaban dari apa yang terjadi. Aku yakin kau wanita yang cerdas." Pria yang tidak bisa Yana lihat wajahnya itu langsung pergi dari hadapannya, tentu saja kejadian itu membuat begitu shock.
Ingin percaya dan tidak, tapi dari kata-kata dan manik mata itu membuat Yana berpikir ulang. "Tidak ada salahnya aku memeriksa kan?"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang pria dengan pakaian putihnya baru saja keluar dari ruangan langsung didekati oleh seseorang dengan raut yang khawatir. "Bagaimana dok?"
"Kondisinya cukup buruk, ditambah dengan sebelumnya ia pernah mengalami kecelakaan hebat, tentu ada kaitannya nanti dengan hal itu. Untuk sementara kita akan lihat beberapa hari kedepan. Saya permisi." Dokter segera berlalu dari sana meninggalkan sosok dengan rasa khawatir itu menatap tubuh yang terbaring di ranjang besar itu.
"Aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, aku harap kau segera bangun." Ujarnya dengan tulus disertai maniknya yang mulai berlinang.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sekarang keluarga kecil Yana sudah sampai di kediaman mereka seperti semula. Tapi entah mengapa pikiran Yana dipengaruhi oleh hal lain, sosok yang menjadi malapetaka bagi nya dan ancaman bagi rumah tangganya justru bergentayangan di kepalanya.
"Kenapa aku memikirkan nya? Kenapa aku harus peduli? Dan juga kenapa aku memikirkan kata-kata nya?" Vander yang tengah berada di ruangan kerjanya membuat Yana bebas melakukan hal apapun termasuk ini.
Sebelumnya Max menemui Yana beberapa kali dan mengatakan hal yang sama, 'Pergilah dari Vander, dia berbahaya! Kau tidak tau wujud aslinya. Terutama jauhkan dari xavier.'
Tapi setelah itu, Yana tidak lagi melihat Max. Sebenarnya tidak peduli, tapi entah mengapa ia teringat dengan pria itu. "Apa yang terjadi padaku?"
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!!