Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Penjelasan


__ADS_3

Semuanya termenung dan melihat wajah pria di depan mereka dengan lekat, tak lama air mata tiba-tiba mengenang di bola mata mereka.


Dan sebuah pelukan langsung menghampiri dengan sang pelaku utamanya adalah sosok wanita yang tadinya menuduh tanpa bukti.


"Kak Xander! Kau kakak ku?" Tanyanya sambil memeluk erat tubuh yang berbeda dari ingatannya.


"Ya, adik kecilku. Aku kembali, aku kak Xander mu."


"Aku sangat senang kau kembali lagi." Vera terus menangis sambil memeluk tubuh Kakak nya yang tersimpan di tubuh orang lain.


"Adikku masih saja cengeng. Kau sudah jadi seorang Ibu dan istri. Kenapa masih cengeng?"


"Aku tidak cengeng, air matanya nakal." Jawab Vera dengan campur aduk.


"Putraku, maafkan Mama."


"Tidak ada yang perlu dimaafkan ma, justru aku yang harusnya meminta maaf karena terbakar dengan pemikiran buruk akibat diriku sendiri."

__ADS_1


"Seharusnya kami mencari tau lebih lanjut."


"Aku yakin kalian juga tidak akan percaya."


"Vander sangat lihai menyembunyikannya. Padahal dia lebih mendapatkan semuanya daripada mu, apa itu masih kurang baginya?"pertanyaan itu terlontar di bibir Mama kembar itu.


"Ketika anak dibiasakan dengan kemewahan dan juga tercapai semua keinginan nya, maka jika ia tidak mendapatkan itu. Ia akan merasa tidak senang, karena ia merasa hanya dia yang pantas. Kemudahan dan sajian bak raja yang didapatkan Vander membuat ia memiliki sikap yang berbahaya." William mengeluarkan pendapat nya dengan kejadian yang terjadi di keluarga ini.


"Bukannya kami tidak menyayangi Xander, tapi Vander memiliki sikap tak mau mengalah dan jika tidak dapat, ia akan menangis dan berteriak. Tadinya kami berpikir mungkin karena masih kecil, tapi sayangnya itu berlanjut ketika mereka sudah dewasa."


"Tidak ada gunanya menyesal, semuanya sudah terjadi. Kenapa tidak memperbaiki saja."


"Aku hanya ingin Xander tetap memanggil ku dengan Daddy. Aku rasa itu tidak berlebihan." Vanriel menggeleng cepat.


"Tidak, itu terasa sangat kurang. Aku turut berdukacita atas kepergian putramu."


"Terimakasih, tapi aku mendapatkan anak lain dan juga sepaket."

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Putra, menantu dan juga cucu." Tentu saja ucapan Wiliam membuat semuanya bingung.


"Apa?"


"Sepertinya jaringan disini harus diperbaiki ya. Aku mendapatkan Xander, Yana dan juga Xavier."


"Xavier adalah putra Vander."


"Tidak papa, itu adalah putraku dan Yana." Tentu saja ucapan Xander membuat semuanya bingung dan kaget, dan tampaknya ucapan itu akan menjadi materi kuliah baru di ruangan ini.


Sebelum bercerita, Xander menatap Yana dan tentu wajah cantik itu segera mengangguk. "Xavier adalah putraku dan Yana, kak Ander ia tidak bisa memiliki anak. Dia mandul." seolah saling menguatkan, Yana menggenggam tangan Xander dan tak lama ikut bercerita.


"Pernikahan ku dengan Vander tidak membuahkan anak karena dia mandul. Aku merahasiakan nya dari kalian, aku tidak ingin kalian bersedih. Dan juga karena rasa cintaku pada Vander yang kupikir adalah Xander. Karena desakan mama, aku akhirnya mengambil jalan yang salah, aku menyewa seorang pria bayaran untuk membuat ku hamil. Dan pria itu adalah Xander yang menyamar menjadi Jaden. Aku berpikir semuanya aku berjalan lancar, dan ya tak lama aku hamil, tapi semuanya berubah ketika Jaden datang dengan nama dan identitas baru sebagai Max. Dan kalian juga tau pada akhirnya, bahwa Vander mengetahuinya dan perceraian itu terjadi dan setelahnya...." Yana tidak melanjutkan ucapannya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2