Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Kedatangan Saksi Kunci


__ADS_3

Tentu saja setelah mendapatkan kabar itu, keduanya langsung meluncur ke depan rumah dan terlihat dua sosok yang mereka kenali. "Yana, kau datang?" Papa Vander langsung mendekati wanita yang tetap seperti putrinya itu.


"Papa, bagaimana kabar papa." Yana membalas balik dengan senyuman tapi adegan itu harus terhenti dan berganti dengan bentakan dari Mama Vander yang melihat sosok pengacau kehidupan putranya.


"Kau! Pria ini bagaimana bisa ia kesini! Pergi kau!" Dengan rasa amarah, wanita itu langsung menarik kerah baju pria gagah did didepannya sambil berteriak.


"Ma...."


"Singkirkan pria ini! Aku akan membuat mu merasakan apa yang dirasakan oleh putraku!"


"Aku juga putramu... Mama." Tarikan itu langsung melemah dan teriakkan itu tergantikan dengan suara tawa tak percaya.


"Kau bilang apa? Putraku? Aku hanya memiliki satu putra dan ti..."


"Tiada karena kecelakaan, begitu? Apa Mama tidak bisa melihat ku dengan baik? Tidak bisa merasakan nya? Atau Papa yang tidak mengatakan apapun? Atau kalian memang mengganggap ku sudah mati."


"Apa yang dikatakannya suamiku, dia berusia mempengaruhi kita dengan ucapan nya. Suamiku dia..." Suami nya justru melangkah mendekat sosok yang ia kira adalah pembohongan besar itu.


"Xander.... Ini sungguh kau? Papa tidak punya keberanian untuk menemui mu." Langsung saja air mata itu luruh seketika.


"Suamiku... Apa yang kau bicarakan... Dia ini pembohong..."


"Yana kau!" Ingin dia memarahi Yana tapi amarahnya terpendam dengan tangannya yang berada di detak jantung itu.

__ADS_1


"Lihatlah matanya sejenak ma." Perkataan Yana seperti sihir yang membuat wanita itu langsung mematuhinya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ma, lihat aku berhasil mendapatkan peringkat pertama!"


"Ma, aku lulus di universitas yang mama impikan!"


"Ma, aku akan menerima perjodohan itu..."


"Ma, aku akan ingin menikahi Yana segera mungkin!"


"Aku sayang Mama, aku tidak akan membiarkan ada air mata di wajah mama."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Xander...." Perlahan tangan itu ia angkat menuju wajah yang berbeda dengan pikirannya.


Bergantian dari wajah, dan juga detak jantung. Tangan itu bolak-balik hingga ia mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Tak lupa dengan matanya terpejam merasakan sesuatu dan tak lama terbuka dengan air mata yang mengalir.


"Putraku Xander... Ini Xander ku?"


"Iya, aku Xander Mama, aku kembali ma!" Pelukan itu tak terelakan lagi dan Yana melihat ketiga orang itu saking menyalurkan kerinduan mereka.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Kau tidak mungkin kakak ku!" Vera yang entah darimana berasal langsung mengacaukan adegan itu.


"Vera..."


"Dia ini licik ma, pa. Bagaimana mungkin dia kak Xander, mereka sangat berbeda. Lihat dengan baik. Dia ini....".


"Dia Xander, putra kalian berdua dan kakak mu." Suara lain datang beriringan dengan kehadiran pria bermanik biru dan penampilan rapi serta kacamata bulat antik di matanya.


"Siapa kau?"


"Kau... Tuan William."


"Aku senang ada yang mengenali ku."


"Daddy!"


"Daddy?" Semuanya bingung ketika Xander memanggil pria itu dengan sebutan Daddy.


"Jangan kaget begitu tuan Vanriel. Aku akan mencerahkan bagaimana putramu ada bersamaku dengan rupa putraku. Bagaimana kalau kita sudah, kalian pasti lelah berdiri cukup lama dan ditambah dengan cerita ku ini. Dan untukmu nona Vera, duduklah juga. Aku akan membuat keraguan kalian lenyap seketika."


ikersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2