
Akhirnya mobil itu berhenti di halaman luas nan hijau jika dilirik mentari. Pintu terbuka dan Vander segera menuju pintu keluar istrinya dan menggendong Yana membuat wanita itu tersentak kaget. "Apa ini?" Tanya Yana sambil mengeratkan tangan nya pada tubuh Vander.
"Permintaan maaf ku honey, karena istri serta anakku jadi kaget."
"Begitu ya? Tapi sepertinya anak kita ingin permintaan maaf yang lain." Sekarang keduanya sudah memasuki rumah yang pintu terbuka itu segera ditutup oleh bibi yang terjaga menunggu kepulangan keduanya.
Vander hanya memberikan senyuman ungkapan terimakasih kepada Bibi atas yang dilakukannya. Dan Bibi mengangguk dan kembali ke dapur menyelesaikan yang lainnya.
Hingga kamar sudah menjadi pemberhentian terakhir malam sepasang suami istri itu. Dengan perlahan Vander membaringkan tubuh buncit Yana bak kaca, setelah dirinya mendarat dengan sempurna wajah cantik itu memperlihatkan senyum menggoda.
"Ranjangnya empuk sekali, bagaimana dengan pelukan yang ku inginkan nantinya." Vander yang mengetahui maksud istrinya melepaskan jas yang melekat di tubuhnya.
"Sini, pijatan empuk akan menyentuh terlebih dahulu." Inilah yang disukai oleh Yana, kejutan yang tidak disangka berbasis romantis membuat Yana tidak mau kehilangan suaminya.
"Mau mandi dulu?" Tawar Yana yang merasakan kenikmatan di kulit nya.
__ADS_1
"Ya, tapi apa anak kita menyukainya?" Vander menaikkan tangannya menjalar dari betis hingga paha dan menuju perut Yana yang tengah membuncit.
"Rasakan lah..." Yana ikut meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan bersama merasakan pergerakan di perut berusia 6 bulan itu.
"Ini....." Vander tak dapat berkata-kata hanya senyuman bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan apa yang menjadi impiannya selama 5 tahun ini akhirnya terbayar juga.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Ini, tangan ini...... Ia yang merasakan pergerakan anak ku, ia merasakan nya!" Dengan wajah berbinar-binar dan senyum yang membentuk lengkung bak bulan sabit dia bercerita ditemani lampu mewah diatasnya.
"Iya tuan, saya ikut senang mendengarnya." Sahutan pria itu terucap sambil mendengar cerita tuannya.
"Tentu tuan, ia pasti tau itu dengan baik."
Mondar-mandir menjadi pilihan pria bernama samaran Jaden itu untuk mengungkapkan kebahagiaannya.
__ADS_1
"Aku tidak sabar tiga bulan lagi, aku akan menggendongnya dan melihat wajah mungilnya. Dia keturunan ku! Keturunan ku!" Tangan yang tadinya mengadah sekarang berubah mengepal dengan manik melihat sebuah pigura berisikan beberapa orang yang tersenyum ke arah kamera.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Di kediaman mewah lain terlihat wanita paruh baya yang begitu senang membuat suaminya menatap bingung dengan mood yang sudah tidak remaja lagi itu.
"Ada apa ini Ma?" Tanya suaminya melihat ke excited an sang istri yang sibuk memilih barang.
"Papa ini bagaimana, tentu saja mempersiapkan acara untuk cucu kita."
"Tapi kan masih ada sebulan lagi Ma, kenapa terburu-buru sekali dan lihatlah! Ini sudah hampir tengah malam, Mama tidak mau tidur?" Ya, yang dibingungkan pria itu adalah waktu yang sudah tengah malam tapi sang istri masih sibuk dengan berbagai tumpukan barang.
"Kalau Papa mau tidur, tidur saja. Mama belum ngantuk, Mama masih mau memilih barang untuk cucu kita yang akan segera lahir. Ngomong-ngomong, Mama akan hubungi Vander untuk menanyakan jenis kelamin cucu kita." Rasa kantuk yang sudah menyapa membuat dirinya tak mampu lagi membuka mata lebih lama dan tertidur di tengah unboxing yang dilakukan istrinya.
"Sebentar lagi keturunan Vander akan lahir, aku tidak sabar sekali." Ujarnya sambil menatap lekat baju bayi di tangannya.
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.