Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Gosip


__ADS_3

Yana menjalani hari-harinya bersama kedua orang tuanya serta putra tercintanya. Semuanya menjadi lebih sempurna dan tanpa tekanan batin apapun, hanya saja Yana tiba-tiba memikirkan Max. Tidak tau kenapa, pria itu menjadi buah otaknya saat ini.


"Apa peduliku? Dia bukan siapa-siapa juga. Seharusnya aku merasa senang dan tidak memikirkan apapun lagi selain kebahagiaan mu sayang mama. Kau adalah kebahagiaan Mama." Xavier yang sudah berusia satu tahun itu tampak berdiri sambil melangkah kecil tak lupa dengan senyuman manisnya.


Berjalannya waktu membuat proses perceraian Yana berjalan meskipun cukup alot. Tapi dengan campuran kemarahan serta kekecewaan Papa nya kepada Vander dan juga mantan mertuanya membuat tali pernikahan itu akhirnya putus juga.


Beberapa kali Vander mencoba mencari Yana tapi tidak berhasil, bahkan dengan seribu cara dan wajah tetap saja Vander tidak mendapatkan apapun. Yana mungkin sudah berpisah dengan Vander tapi dengan Papa Vander dan juga adik Vander hubungan mereka tetap terjalin dengan baik. Dan ponsel untuk menghubungkan mereka dirancang khusus untuk itu, sungguh papa Yana sangat memperhatikan sesuatu untuk ketenangan putrinya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Di sudut negara lain, tampak kemarahan sudah terbakar habis di ruangan tak bersalah itu. Semua barang sudah habis berantakan dan juga emosi yang masih meledak bagaikan bom waktu. "$ial! $ial! Aku tidak terima!" Vander yang sudah beberapa bulan ini tidak lagi melihat Yana bak orang kesetanan.


Dia menjadi pemarah dan tempramental saat ini membuat semuanya menjadi khawatir, terutama Mama nya. Bagaimana ini suamiku? Putra kita.. aku tidak bisa melihatnya begitu, lakukan sesuatu." Pintanya dengan air mata yang sudah berlinang melihat keadaan putranya yang kacau setelah perceraian.


"Saat ini kita hanya perlu mendampinginya dan memberikan support, dia membutuhkan kita. Meksipun dia melakukan kesalahan, tapi dia tetap putra kita."


"Bawa Yana kembali dan juga cucu kita Xavier, aku rindu dengan nya. Vander juga, itu adalah putranya kan."


"Kita sudah membicarakan tentang ini, jangan mempersulit apapun."

__ADS_1


Di dalam kamar itu, Vander beberapa kali tertawa tanpa sebab dan menangis lalu marah tanpa alasan. "Hahaha, Yana akan kembali. Dia hanya mencintai ku, dia tidak akan meninggalkan ku. Benar kan, sayang? Kau akan datang kan? Kau hanya pergi sebentar, aku akan menunggumu, hmm?" Vander berbicara sendiri dengan foto yang memperlihatkan dirinya bersama Yana dengan balutan busana pengantin nan cantik.


"Kakak kembali seperti dulu." Celetuk Vera yang melihat keadaan Kakaknya.


"Maksudnya?" Tanya suaminya yang tak jauh dari sana.


"Dulu kakak juga seperti ini, dia pemarah, mudah kesal dan juga seorang playboy. Papa dan mama sudah berulang kali menasehati tapi tidak mempan, hingga ia bertemu dengan kak Yana dan berubah menjadi lebih baik. Perkembangan kakak sangat pesat, kami takjub dengan nya meskipun berita buruk juga datang dengan itu." Dari ucapan Vera, ada kata terakhir yang cukup ambigu bagi telinga suaminya.


"Perlahan, kakakmu akan kembali. Jangan berputus asa, kita harus saling bekerjasama." Semuanya mengangguk mendengar ucapan Papa Vander.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ya, tampaknya lezat." Dia segera masuk dan duduk di kursi yang masih kosong diantara pengunjung yang lain. Tak lama makanan pesanannya datang, tapi baru saja sesendok ia masukkan, suara dari orang yang datang dan duduk di tempatnya menjadi perhatian baru baginya.


"Kau sudah dengar kabar Vander?"


"Mantan playboy itu?" Celetuk yang lainnya.


"Ya."

__ADS_1


"Kawan, dia itu bukan mantan. Kata yang tepat untuknya adalah cuti sementara. Meksipun sudah menikah tetap saja bermain, aku heran apa yang kurang dari istrinya. Bukankah Yana sangat cantik? Selain itu dia juga seorang CEO, kaya pokoknya sangat perfek!"


"Mungkin kecil? Atau goyangannya tidak hebat."


"Tidak, tubuhnya indah. Ayolah kita pernah melihat nya, saat pernikahan mereka."


"Kalau aku ingat, Vander sangat beruntung karena dalam perjodohan mendapatkan wanita seperti Yana." Tapi ucapannya membuat temannya tertawa terbahak-bahak.


"Kau lupa ya? Aku dengar, Vander bukanlah pria itu."


"Maksudnya?" Tampak keduanya mendekat untuk menyalurkan informasi yang sangat penting itu membuat sang Tuan yang terganggu memilih untuk mendengarkan gosip ala pria itu.


"Vander memiliki saudara kembar, wajah mereka sangat persis. Aku pernah melihat nya, meskipun dan foto aku tidak mungkin salah nilai. Belum lagi, Vander sempat menolak perjodohan itu, hingga berlabuh pada saudara kembar nya, tapi sangat disayangkan... Sebelum pernikahan keduanya mengalaminya kecelakaan dan lebih drama nya, Yana mengalami cedera di kepalanya dan membuat semuanya tidak tega mengatakan perihal calon suaminya."


"Lalu?"


"Apalagi, tentu saja Vander yang menggantikan. Barang bagus seperti itu tentu saja tidak akan dilewatkan olehnya." Keduanya terbahak-bahak membuat pengunjung lain menatap mereka sekilas tapi pria dihadapan keduanya tampak berbeda, tangannya tampak terkepal membuat sumpit di tangan nya patah menjadi dua.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2