Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Badai Memakan Korban


__ADS_3

Dalam sekejap mata acara yang meriah dan penuh bahagia itu langsung berubah menjadi hujaman pertanyaan dan juga perubahan raut wajah Mama nya. Terlihat wanita itu langsung memutuskan infokus yang terhubung dengan laptop yang telah mereka siapkan. "Siapa yang melakukan nya?" Tanya wanita itu dengan nada yang sudah tidak bersahabat.


Tentu saja para devisi acara tidak tau apapun mengenai rekaman ini. Karena mereka hanya bertugas memutar video yang diberikan tuan rumah. "Kami tidak melakukan apapun nyonya, kami hanya melanjutkan tayangan saja."


"Kalian...."


"Hentikan, kau membuat semuanya menjadi semakin runyam." Dengan segera papa Vander membawa istrinya dari sana tapi tetap saja tidak membuat hujaman pertanyaan itu hilang dan berkurang.


"Security!" Mendengar itu pihak keamanan yang berjalan dengan tergesa-gesa.


"Ya Tuan."


"Kemana saja kalian?" Cepat laksanakan tugas kalian!" Vander begitu murka melihat kedua orang tua serta adiknya menjadi kesulitan dengan ini.


Security yang berfungsi juga dibuat kebingungan karena mereka berpikir ini adalah sesi tanya jawab yang memang akan dilaksanakan oleh keluarga majikan mereka. "Tolong jawab pertanyaan kami nyonya dan tuan, siapa anak yang seperti putra kalian, apakah kalian...."


"Silakan keluar, acara dibubarkan. Tolong kerjasamanya."


"Tuan Vander, siapa anak yang seperti anda itu? Apakah itu sau...."


"Kami akan menjawab nanti, sekarang silakan keluar. Tolong...." Diantara kericuhan itu, ada sosok yang tersenyum karena rencananya berhasil dan serangan pertamanya membuat badai di tengah cuaca cerah keluarga ini.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Beriringan dengan perginya para tamu dan beberapa wartawan, terdapat juga mobil yang pergi membawa sesuatu yang akan membuat badai semakin besar. "Kau bersama Daddy sayang. Dan kita akan bertemu wanita yang melahirkan mu. Jalan cepat!"


"Baik tuan." Max membawa Xavier yang terlihat begitu tenang meksipun dengan mata yang terbuka. Mungkin karena sudah tertidur di acara tadi membuat bayi itu tidak mau kembali ke dalam mimpinya.


"Kau senang? Kau ingin mengatakan sesuatu sepertinya.... Apa kau senang dengan yang Daddy lakukan?" Xavier tampaknya begitu antusias dengan cerita yang keluar dari mulut pria yang mengendong dirinya saat ini.


"Aooouu." Tentu saja hanya itu yang bisa terdengar dan diucapkan oleh bayi berusia enam bulan itu. Tapi dimata Max, putranya begitu menggemaskan dan membuat dirinya semakin bercerita.


"Kau akan lihat kelanjutannya, hmmm? Kau pasti minum dengan tidak baik." Xavier ikut berceloteh seolah mengiyakan apa yang diucapkan Max.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Hampir saja mama Vander pingsan karena kejadian ini. Sungguh jantungnya tidak karuan saat ini, sudah hampir tiga gelas air tandas olehnya. "Siapa yang melakukannya? Bagaimana ia tau rahasia keluarga kita?" Semuanya terdiam karena sibuk berpikir.


"Suamiku...."


"Kau menuduhku?" Tampak istrinya terdiam sejenak.


"Bukan, aku ....."

__ADS_1


"Bagaimana pun, aku tidak akan membiarkan privasi keluarga kita tersebar keluar. Aku tidak akan melakukannya!"


"Bukankah rekaman yang kita berikan sudah kita ketahui sebelumnya? Lalu, bagaimana bisa?"


Ditengah semua itu, semuanya menatap ke Vander yang terlihat berbeda dari sebelumnya dan tentu saja merasa tau dengan watak putra mereka. "Vander?"


"Xavier tidak ada! Ia tidak ada dikamar nya dan baby sitter juga tidak sadarkan diri!" Lapor Mia yang membuat semuanya kaget bukan main.


"Apa! Hilang? Bagaimana bisa?"


"Astaga! Cucuku!"


"Mama!" Semuanya berteriak karena tubuh wanita setengah baya itu akhirnya tumbang juga.


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya, yuk mampir ke karya teman author, ceritanya seru loh!


__ADS_1


__ADS_2