Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Saling Bermain


__ADS_3

Pesan menggunakan nomor palsu berseribu nomor Yana lancarkan menuju nomor penyalur pria itu. Yana menunggu balasan dari sang penyalur sambil melemparkan ponsel itu ke ranjang.


"Apa itu sungguh Jaden? Tapi tidak mungkin bukan? Atau mungkin saja, jika benar hanya dia yang tau seluk beluk Jaden. Aku tidak akan membiarkan nya!" Yana tidak akan membiarkan ada nyamuk yang menusuk kulit rumah tangga nya.


Ketika makan siang berlalu, Yana mencoba bertanya pada supir nya. Tampak pria itu mencuci mobil dengan gembira, Yana melangkah hati-hati menuruni anak tangga itu.


Mendengar ada langkah kaki dari belakang nya, pria tiga puluhan itu segera menoleh dan terlihat majikannya yang melangkah dengan perlahan.


"Nyonya.... Ada apa Nya? Hati-hati Nya." Mamang mengingatkan wanita hamil itu menuruni tangga.


"Ngga apa mang." Yana akhirnya selesai dengan tangga dan duduk di bangku yang tersedia di sana.


"Gimana udah makan siang mang?" Tanya Yana sebelum mengeluarkan pertanyaan nya.


"Sudah Nya, makanannya enak." Jawab pria itu sambil tersenyum senang.


"Syukurlah, Mamang sakit kah?" Pria itu tampak berhenti bermain busa.


"Tidak Nya, kenapa?"

__ADS_1


"Terus Mang, kemarin kenapa pingsan?" Tanya Yana sambil menunggu jawaban Mamang, tangannya memilin satu sama lain.


"Mamang ngga ingat Nya, cuma setelah nyonya pergi ada yang bertanya setelah itu tidak ingat lagi."


"Bertanya? Mamang ingat? Siapa tau orang yang tengah menjadi buruan polisi." Ucapan Yana tentu membuat pria itu menjadi penasaran dan excited menjelaskan.


"Benar Nya, kalau begitu.... Pria nya badan kurus tiang gitu Nya, ngga kayak Tuan Vander. Wajahnya juga nggak tampan kayak Tuan, biasa aja Nya, sangar juga nggak Nya, malahan kayak orang belum makan."


Mendengar penuturan sopirnya ada rasa lega dan juga tidak tenang. Jelas dari ciri-cirinya itu bukanlah Jaden, tapi kenapa ada surat itu yang mengetahui dirinya hamil. Atau itu suruhan orang lain.


"Ternyata bukan mang, tapi lain kali hati-hati ya."


Teh yang dimintanya sudah mulai dingin sekarang. Yana terlihat tidak tertarik lagi, matanya terus melirik ponselnya menunggu balasan wanita itu. Ya, wanita yang akan menjadi kunci misteri yang menganggu nya.


"Apa Jaden mengutus seseorang? Uang itu juga berlebih, jika benar aku harus segera menyingkirkan nya, aku tidak ingin ada yang menganggu pernikahan ku. Tidak akan!" Menahan amarah sebisa mungkin Yana lakukan, hingga ponselnya terlihat nama orang yang ia tunggu.


"Temui aku di restoran xxx, kapan kau bisa?" Setelah itu Yana mengakhiri panggilan sambil menatap dirinya di cermin besar yang terpajang di kamarnya.


"Siapapun kau, aku akan mengejar mu hingga kau tidak bisa menganggu ku lagi!"

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


Sepatu pria berharga dibawah rata-rata itu akhirnya mendarat di lantai marmer mengkilap itu. "Tuan, tugasnya sudah selesai."


"Ambil ini, dan pergilah!" Manik pria itu tentu saja berbinar-binar melihat segepok uang yang membuat hidupnya sejahtera dengan pekerjaan yang sangat mudah.


"Terimakasih tuan, aku akan menghilang segera!"


"Kemanapun kau pergi aku akan disana sayang ku. Dan bagaimana pun kau berusaha, kau tidak akan menemukan ku... Kecuali aku yang mendatangi mu sayang." Bibirnya terlihat begitu melengkung menetap slide yang ditampilkan dihadapannya.


"Minumnya tuan." Seorang pelayan menuangkan minuman beraroma khusus itu ke gelas junjungannya yang sudah kosong.


Entah gelas keberapa yang jelas gelas itu harus tetap diisi untuk menemani acara tatap menatap slide berwajah cantik itu yang menjadi tontonan menarik Tuan nya.


"Tuan, dokumen yang tuan minta sudah selesai, apa selanjutnya tuan?" Seorang pria berkacamata hitam dan berpakaian begitu formal memasuki layar lebar mewah itu.


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2