Benih Bayaran Madam CEO

Benih Bayaran Madam CEO
Gangguan


__ADS_3

Meskipun jam sudah menunjukkan matahari telah terbenam tapi tetap saja sepasang anak adam dan hawa itu masih bersama sambil menyalurkan kerinduan mereka yang ditahan bertahun-tahun lamanya.


"Apa yang dikatakan Papa padamu?" Tanya Yana sambil bersandar pada dada bidang itu.


"Tidak ada yang penting, terutama tidak ada yang menghalangi hubungan kita." Xander berujar sambil mengelus rambut yang ia sukai itu.


"Tidak bohong?" Berbagai masalah yang menerpa hubungan mereka membuat Yana tidak bisa percaya begitu saja.


"Tidak, papa hanya ingin aku bertemu dengan mereka."


"Dan apa keputusan mu?" Xander tampaknya berat untuk mengatakan jawaban tentang pertanyaan itu.


"Yana aku...."


"Aku tau itu sangat sulit, hatimu pasti merasakan luka itu lagi. Tapi satu orang tidak bisa menggambarkan kepribadian yang lainnya. Dan aku yakin mereka pasti senang melihat satu putra mereka kembali. Masa lalu, jangan jadikan patokan untuk kehidupan selanjutnya Xander. Aku tau perbuatan Vander adalah perbuatan buruk."


"Anggap begitu, tapi... Apa kau terpikir bagaimana reaksi mereka setelah aku menceritakan semuanya? Mereka akan berpikir aku balas dendam atas Vander karena hidup bahagia dengan mu dan merebut kebahagiaan nya." Yana mengangkat kepalanya dan menatap lekat wajah yang berbeda itu tapi Yana masih dapat melihat wajah yang melekat di hatinya.


"Kau bicara tadi dengan Papa, apa Papa tidak mengatakan sesuatu?" Xander terlihat bingung dan turut menatap balik wajah cantik itu.

__ADS_1


"Maksudnya? Apa ada yang aku lewatkan." Yana langsung menyentil hidung yang tak kalah mancung darinya itu.


"Ada yang mereka ketahui Xander, tapi sepertinya mereka sama seperti mu yang terbelenggu oleh pemikiran negatif. Sehingga tidak ada yang mau memulai."


"Aku yakin kau sudah mendengar bagaimana keadaan Vander bukan?"


"Ya, aku sangat tau."


"Jadi......" Yana merasakan tangannya digenggam dengan lembut dan tak lupa dengan kecupan manis kecil disana.


"Kau akan bersamaku kan?" Yana mengecup tangan Xander dengan lembut.


"Mencium mu seperti ini, aku tidak akan membiarkan kau jauh dariku lagi Yana, kau dan putra kita. Aku tidak akan meninggalkan kalian berdua. Aku sangat mencintaimu, dan apa yang kau inginkan akan aku lakukan semuanya!" Xander langsung membungkam bibir Yana dan mewujudkan apa yang diinginkan Yana dan tentu Yana merasa sangat bahagia dan langsung membalasnya dengan rasa cintanya.


Keduanya sekarang sudah berada di kamar Yana, Xavier sudah mulai terlelap dan sepertinya keduanya sekarang semakin menjadi-jadi. Bukan hanya bibir, tapi Xander mulai menjalankan aksinya ke wilayah lain membuat Yana meremang dan memejamkan matanya merasakan sensasi yang sudah lama tidak terjadi itu.


"Aku sangat merindukanmu."


"Aku juga." Tampaknya pakaian atas keduanya sudah terbang entah kemana, dan tidak tau siapa yang memulai, adegan di ranjang itu sudah semakin panas saja.

__ADS_1


Ditengah rasa panas nan membara itu, harus menjadi padam karena ketukan pintu kamar serta suara yang mereka kenali.


"Yana, Xander.... Papa ingin bicara dengan kalian berdua." Terdengar suara Mama Yana yang membuat Xander meredam rasa panasnya.


"Yana, Xander!"


"Iya ma, kami akan segera keluar." Yana tersenyum melihat wajah memerah Xander yang harus ia padamkan.


"Nikahi aku segera, maka tidak ada yang akan ada hal seperti ini lagi." Xander m3lum@t bibir itu cukup lama dan melepaskannya.


"Aku akan menikahi mu segera, dan jangan harap setelah ini kau bisa tersenyum atas kekalahan ku. Kau akan ku buat berteriak merasakan kenikmatan."


"Aku menunggu nya, dan segeralah pakai pakaian mu lagi Tuan Xander Max Jaden?"


"Awas kau." Yana memakai pakaian atasnya dan segera keluar sambil mengejek Xander yang sudah on.


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2