
Dalam rentang beberapa jam itu, tak tahu berapa banyak semburan itu yang mendiami rahim Yana. Untuk sejenak ia merebahkan dirinya di atas ranjang sambil mengambil napas dan mengumpulkan tenaga setelah bertempur panas. Sedangkan Jaden sedang di kamar mandi membersihkan dirinya, tak lama ia keluar dan mendekati Yuna. Sejenak ia duduk sambil mengeringkan rambutnya yang terlihat basah dengan manik matanya yang melihat Yuna membuat wanita cantik itu sadar.
"Kenapa? Butuh sesuatu?" Yana mulai bangkit dan duduk di melihat ponselnya untuk membalas pesan suaminya.
"Tidak, Madam butuh atau ingin sesuatu? Aku bisa memasak atau membuatkan sesuatu yang enak, selain gedung menjulang mematikan ku ini." Yana memalingkan wajahnya segera agar ludahnya tidak menetes melihat barisan roti keras itu.
"Mungkin makan, kau bisa buatkan pasta?" Ya, perut Yana mulai memberikan kode karena terasa lapar apalagi telah terkuras berbagai gaya untuk mencapai surga selain dengan suaminya.
"Tentu saja, Madam akan suka. Sebaiknya Madam mandi dulu, aku sudah siapkan semuanya." Tanpa menunggu jawaban Yana, Jaden sudah beranjak meninggalkan kamar panas mereka.
Sedikit meringis, Yana perlahan turun dari ranjang. Kakinya yang terasa lemas ia usahakan segera karena tersisa satu jam lagi untuk sampai ke rumah. "Astaga, aku bisa menjadi orang lumpuh kalau begini." Bagaimana tidak, tenaga Jaden bukan main belum lagi menara beracun nan gagah itu.
Usaha yang dilakukan Yana tidak sia-sia dan segera ia berendam merilekskan tubuh nya. Hanya sekejap, karena Yana diburu waktu ia segera bangkit setidaknya tubuhnya sudah bersih dari sisa pertempuran.
Ketika kaki jenjangnya nan indah itu tiba di dapur yang menyatu dengan meja makan, sudah tercium aroma yang sangat mengunggah seleranya dan semakin membuat perutnya berdisko ria.
__ADS_1
"Madam tepat waktu, aku baru saja selesai." Lagi-lagi Yana hanya menelan ludah melihat kelakuan Jaden yang tidak memakai atasan hanya sehelai kain khas memasak.
"Kau tidak dingin? Kenapa tidak memakai baju?" Jaden mendengar sambil tangannya menyajikan spaghetti pesanan Yana.
"Aku suka begini, aku lebih merasa panas ketika memakai atasan. Apa itu menganggu Madam?" Jaden bertanya sambil matanya menatap manik Yana.
"Terserah saja, asal tidak keluar! Aku sudah lapar, kita lihat rasanya bagaimana." Yana segera menatap untaian mie dengan saus dan daging yang juicy itu. Tangannya segera menjalankan sendok serta garpu dan memasukkan makanan itu ke perutnya.
Tidak ada ucapan lagi dari bibir merah sensual itu, Jaden menatap wajah serta bibir itu yang menjadi penyatuan nya meskipun tinggal beberapa hari lagi.
"Ada apa? Kau mau juga? Kau tidak buat lebih?" Yana tidak berfikir kemana pikiran Jaden, ia hanya menganggap pria itu juga lapar seperti dirinya.
"Kau benar, aku harus segera pergi. Besok aku akan datang di jam ini lagi, dan jika butuh sesuatu pesan saja lewat online mengerti?"
"Iya Madam, asalkan Madam datang. Aku sangat senang." Yana tidak menjawab lagi, ia cukup aneh melihat senyum Jaden.
__ADS_1
"Aku pergi." Tak lama pintu apartemen itu tertutup dan sekarang tinggal Jaden seorang.
"Waktu tiga hari ini akan menjadi sesuatu yang membuka gerbang untuk selanjutnya Madam." Di sendok spaghetti itu masih tersisa beberapa helai lagi dan membuat Jaden mengambil nya serta mencicipi nya.
"Rasanya tidak berubah, malahan menjadi lebih enak."
Kereta besi itu melaju membelah jalan dan sekali lagi, Yana memastikan penampilan nya dari kaca mobil di dalam. "Sempurna, tidak ada masalah." Tak lama terlihat gerbang kediaman mewah nya dan disambut oleh penjaga gerbang.
"Selamat sore nyonya." Yana hanya tersenyum dan memarkirkan mobilnya lalu segera masuk. Benar saja, ketika pintu terbuka, sudah terlihat mertuanya menanti kedatangannya meskipun dengan duduk sambil menikmati kue kering.
"Mama, selamat sore." Yana mencium tangan Ibu mertuanya dan tidak ada penolakan untuk itu.
"Akhirnya kau pulang juga dan tentunya tepat waktu." Yana ikut duduk juga disebelah mertuanya.
Ketika kue kering itu ditutup kembali, sebuah pertanyaan keluar dari mulut mertuanya membuat Yana menegang seketika. "Mama perhatikan, jalanmu sangat aneh. Kenapa itu?"
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.