
Dewa mengulas senyum lega ketika melihat motor yang jati tunggangi terlihat lebih dulu, kendaraan pun melaju dengan kecepatan tinggi melesat dan berhenti di depan garis finish. Tidak dipungkiri Dewa memberikan senyum kelegaan, ia langsung menghampiri Jati dengan perasaan yang sangat lega.
"Gue buktikan kalau gue tidak kenapa-kenapa dan gue juara satu," ucap Jati sembari membuka helm face-nya, yang menutup wajah tampan Jati. Ia berbicara dengan bibir sebelah diangkat.
"Selamat yah, tapi loe tetap pertimbangkan kalau mau ikut balapan lagi Jat, belum tentu loe akan beruntung seperti yang ini." Dewa kembali mengingatkan Jati, bukan dia tidak senang dengan apa yang Jati peroreh dia hanya terlalu takut kalau Jati nanti akan terkena apa-apa.
"Loe tenang saja cukup kasih dukungan." Jati yang memang keras kepala mana mau mendengar nasihat Dewa. Dia pun kembali melanjutkan balapan ke dua tentu lokasinya berpindah. Menurut jadwal malam ini ia akan mendapatkan jatah mengikuti balapan liar tiga kali. Ini adalah jumlah balapan terbanyak biasanya ia akan mengambil dua kali. Namun, karena ia yang sedang banyak masalah pun tanpa pikir panjang mengambil keputusan yang gila.
Mendengar ucapan Jati, Dewa pun hanya bisa diam dan mengikuti apa yang Jati katakan ia hanya cukup diam dan menonton serta berdoa agar semuanya baik-baik saja.
"Ketegangan kembali Dewa rasakan ketika pertandingan ke dua dilakukan. Namun, lagi-lagi Jati bisa membuktikan omonganya. Dewa kembali kalah, karena Jati bisa menyelesaikan tantangan dengan apik bahkan jauh lebih bagus dan cepat dari waktu tempat balapan pertama.
__ADS_1
"Gimana apa loe masih ragu?" tanya Jati kali ini laki-laki yang wajahnya penuh keringat yang menghampiri Dewa.
Dewa menggeleng pelan. "Gue kalah loe memang orang yang kuat sekuat nama loe," puji Dewa, ia tidak bisa melarang Jati mengikuti pertandigan selanjutnya alias terakhir, karena dua kali Jati mematahkan kecemasan Dewa dengan keberhasilanya.
"Yah loe memang seharusnya tahu diri dan diam. Loe hanya butuh dukung gue." Jati pun tanpa banyak omong dan membuang waktu melanjutkan kepertandingan selanjutnya. Kali ini tempatnya lebih jauh lagi dan tentunya lebih menantang karena yang terakhir hadiahnya jauh lebih banyak dari pada dua pertandingan sebelumnya. Jalanan yang digunakan pun cukup memicu andrenalin banyak tikungan tajam.
Seperti balapan sebelumnya Jati memposisikan dengan sangat baik. Sedangkan Dewa yang dipertandingan sebelumnya berdiri di samping Jati memberikan dukungan kini laki-laki itu justru duduk di atas motornya yang sengaja di palkir cukup jauh dari kerumunan orang-orang yang akan menyaksikan balapan itu. Namun Dewa juga masih bisa melihat ke arah teman-temanya yang mendukung Jati, bukan karena Dewa tidak mendukung Jati sehingga memilih duduk menjauh, tetapi hatinya masih tidak setuju dengan keputusan Jati. Tapi Jati tidak akan mau mendengarkan omonganya.
One... two... three... go...
Seperti sebelumnya jantung Dewa memompa darah dengan sangat cepat lagi-lagi waktu seolah tengah mengejek Dewa. Beputar sangat lama. Waktu tidak sampai dua puluh menit seharusnya menjadi waktu tercepat untuk balapan, tetapi bagi Dewa waktu itu terasa semakin lama.
__ADS_1
Jati terus menarik tuas gasnya hingga kecepatan melebihi rata-rata. Tiga tikungan sudah dilewati dengan aman dan sangat lihai. Teman-temanya tertinggal jauh. Ia pun hanya butuh menyelesaikan dua tikungan tajam lagi hingga ia akan kembali menyabet juara satu dan raja jalanan ia kembali dapatkan.
Ngeeenggg.... Motor terus melaju dengan kencang bahkan melebihi cepatnya kereta api. Jati terus fokus, ia sangat yakin akan memenangkan pertandingan ini. Ia akan menggunakan uang-uang taruhan untuk membuktikan pada ayahnya bahwa ia akan tetap mendapatkan uang meskipun tidak ikut bekerja dengan sang papah.
Fokus Jati langsung hilang ketika ada cahanya lampu yang menyilaikan pandanganya. Tepat di tikungan terakhir Jati tidak bisa melihat jalanan karena lampu dari sinar laser yang sepertinya sengaja agar Jati kalah.
"Sial ada yang curang... Jati tetap mencoba fokus, tetapi lagi-lagi ada yang menggunakan cara curang menembakan lampu laser sehingga mengganggu pandanganya.
"Brakkkk... Duarrrr....
Suara benturan dan seperti ledakan mengagetkan para penonton, terutama Dewa, pikiranya sangat kacau apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang bernasib naas itu. Apakah dia Jati? Apakah orang lain?
__ADS_1
Bersambung.....
...****************...