Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Ipar Idaman


__ADS_3

Brak ... pintu kamar Jati di buka dengan paksa. Qara yang sedang berdiri di depan jendela kaca yang cukup besar. Jantung Qara langsung terlonjak kaget, perasaanya tidak  menentu, ketakutannya hanya satu. Ia takut kalau harus berhadapan dengan Thomy. Entahlah baru mendengar nama Thomy saja Qara langsung deg-degan lebih menakutkan sedangkan dari pada bertemu hantu.


"Kakak ...." Nara langsung berlari dan memeluk Qara. Lega itu yang Qara rasakan ketika tahu kalau yang membuka pintu dengan kasar adalah adik iparnya, bukan Thomy ataupun Iren.


Qara pun memeluk Nara yang terisak, wanita berhijab itu pun mengusap rambut sang adik ipar yang sedang terisak. Qara  tidak tahu apa yang membuat Nara menangis, tapi Qara ingin menjadi teman yang nyaman untuk adik iparnya.


"Apa yang membuat kamu menangis, Sayang?" tanya Qara pada adik iparnya yang masih terisak. Anak usia tiga belas tahun itu seperti anak kecil yang ditinggal ibunya, tangisnya sampai tersengal-sengal.


"Kata Abang, kakak akan berpisah dengan Abang, dan kakak akan pulang lagi ke rumah kakak, kenapa Kak? Apa rumah ini tidak nyaman untuk Kakak?" tanya Nara dengan suara yang parau, karena tangisnya.


Qara bingung harus jawab apa. Ia takut salah jawab, wanita berhijab itu pun hanya bisa mengusap rambut Nara agar adik iparnya tidak lagi bersedih.


"Jadi benar kakak akan pergi dari rumah ini?" tanya Nara ulang, ketika Qara justru tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya.


"Nanti kita bisa tetap saling bertukar kabar," ucap Qara mencoba menenangkan adik iparnya.

__ADS_1


"Tapi, Nara sudah nyaman dengan Kakak, bahkan kakak adalah  orang yang paling mengerti Nara." Anak itu terus mengeluarkan unek-uneknya, beharap kalau Qara tidak jadi pergi.


"Sayang, kakak janji, kita akan tetap menjadi kakak dan adik. Nara jangan takut, kapan pun Nara butuh kakak, kakak janji akan ada untuk Qara. Kita akan sering bertukar kabar. Nara bisa cerita apa pun dengan kakak, dan kita akan terus bertukar kabar." Qara terus  mencoba berbicara dengan lembut agar Nara mengerti berada di posisinya.


"Tapi Kakak janji kan akan jadi Kakak untuk Nara terus?" tanya Nara masih dengan terisak.


Qara melepaskan pelukanya ke dua tanganya menangkup pipi Nara yang mulus, imut dan cantik.


"Kakak janji, kalau Nara mau juga boleh main ke rumah Kakak," balas Qara dengan senyum yang teduh.


"Tentu, Kakak juga akan sangat senang kalau Nara main ke rumah kakak, tapi nanti kalau semua kondisi sudah mereda yah. Sekarang sedang panas." Qara berbisik, dan langsung di balas anggukan kepala oleh Nara. Wajah sedih Nara perlahan pun berganti dengan wajah ceria.


"Kalau gitu Nara berangkat sekolah, nanti malah dimarahi sama Mamah dan Papah," bisik Qara.


Gadis remaja itu pun langsung memajukan bibirnya menunjukan wajah tidak suka.

__ADS_1


"Yang marah kayaknya bukan Mamah dan Papah tapi Abang, dia paling bawel di rumah ini," balas Nara dengan sedikit bergurau.


Qara pun terkekeh mendengar jawaban Nara, yang tidak pernah akur dengan suaminya. Qara tidak tahu bagaimana reaksi adik iparnya nanti kalau tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Nah makanya abang kamu memang galak kaya singa," bisik Qara dengan terkekeh dan langsung dibenarkan oleh Nara.


"Ya udah Nara berangkat sekolah dulu yah, nanti kita telpon-telponan yah. Dan ingat Kakak harus angkat telpon Nara," pamit Nara sebelum pergi sekolah dan di balas acungan jempol oleh Qara.


Beruntung sebenarnya ia yang memiliki ipar sangat baik dan seru, tapi sayang mertuanya sangat berbanding terbalik dengan sifat Nara. Andai ia juga memiliki mertua yang baik, mungkin ia akan jadi wanita paling beruntung di muka bumi ini. Ia dan suaminya tidak harus berbohong. Ia juga tidak harus tertekan hingga merasakan rumah ini seperti penjara. Apalagi kalau bertemu dengan Thomy rasnya ia seperti ketemu dengan penjahat yang sangat seram.


Namun, Tuhan memang maha adil ia memiliki ipar yang baik-baik, mertuanya rese. Ada yang mertuanya baik, iparnya yang rese. Nah itulah hidup banyak cobaannya.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2