Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Talak?


__ADS_3

Noah yang sejak tadi mendengarkan obrolan papah dan mamahnya pun mendekat.


"Mah, Noah mau ke rumah Abang. Apa Mamah mau ikut?" tanya Noah yang sengaja ingin menghindar dari rumah ini. Cape juga menghadapi papah yang seperti anak kecil. Sebentar-sebentar marah dan semuanya kena marah tanpa sebab.


Brakkk... Thomy yang sedang sensitif karena kabar bahagia dari anak sulungnya. Ditambah Noah yang justru terang-terangan ingin pergi ke rumah abangnya. Jelas membuat Thomy semakin naik pitam.


"Pergi saja kamu Noah, kalau perlu ikut mereka jangan kembali ke rumah ini!" Thomy menunjukkan wajah Noah dengan tatapan kebencian.


Laki-laki yang masih duduk di sekolah menengah atas pun hanya tersenyum sinis. "Baik Pah, kalau gitu Noah pamit sekalian. Noah lebih memilih tinggal dengan Abang dan Kakak Qara. Di sana Noah lebih bahagia." Sama halnya dengan Jati, dan Nara, Noah juga melakukan hal yang sama. Ia memilih pergi, dan tinggal bersama dengan abangnya.


Pandangan mata Noah dialihkan dari Thomy ke Iren.


"Mah, Noah pamit yah. Bukan Noah tidak sayang dengan Mamah, tapi kita butuh bahagia, dan pikiran yang tenang_"


Iren menggelengkan kepalanya pelan. Dengan pandangan yang mulai mengabur.

__ADS_1


"Kamu jangan pergi, Sayang. Mamah bagaimana, Mamah butuh kalian," balas Iren dengan tatapan mengiba.


"Maaf Mah, Noah harus pergi." Noah yang memiliki sifat hampir sama dengan Jati pun tidak akan merubah keputusannya. Ia akan tetap pergi meskipun Iren menolaknya. Apalagi Noah juga yakin kalau dia keluar dari kediaman orang tuanya, dia tidak akan kekurangan soal financial. Apalagi Noah meskipun bukan youtuber atau selebgram, tetapi dia sudah banyak fans-nya. Semua karena memang Noah sendiri sering masuk dan jadi bintang tamu di youtube Trio kwek-kwek, dan juga youtube Jati dan Qara. Sehingga banyak yang kenal Noah. Apalagi Noah itu memiliki wajah tampan hampir mirip dengan Jati sehingga mengundang kaun hawa pada naksir.


"Biar saja Mah, biar mereka semua pergi saja. Papah heran apa yang Jati dan Qara katakan sampai semua adik-adiknya ikut-ikutan dia, membantah orang tuanya. Sekarang mentang-mentang sudah besar hidup nggak mau diatur-atur. Dulu waktu kecil kita biayai sampai sebesar sekarang, tapi jangankan nyapa orang tuanya. Orang tuanya ingin yang terbaik buat anaknya. Mereka semua belagu mentang-mentang sekarang bisa cari makan sendiri."


Ucapan Thomy lagi-lagi membuat Noah kecewa. "Kalau Papah memang keberatan membesarkan kita. Silahkan sebut saja berapa banyak uang yang sudah Papah keluarkan karena membiayai kita. Noah akan bayar sesuai dengan nominal yang Papah keluarkan. Lagi pula Noah, Jati dan Nara bukannya selama ini juga lebih banyak diurus oleh pengasuh."


Sebenarnya Noah tidak ingin berkata seperti itu, apalagi membuat papahnya marah, tetapi kadang anak juga nggak mau dilahirkan oleh siapa dan selalu diungkit-ungkit masalah itu-itu terus hingga Noah muak.


"Pah, kamu apa-apaan sih. Kamu makin lama makin gila tau nggak. Kalau cara kamu kaya gini terus bukan hanya anak-anak yang pergi. Mamah juga akan ikut pergi." Iren yang biasanya selalu berpihak pada Thomy, tetapi kali ini ia sudah menganggap kalau suaminya ini sudah keterlaluan.


"Jadi Mamah mau pergi juga," balas Thomy masih dengan nada bicara yang selalu dingin.


"Yah, karena memang Mamah lebih butuh anak-anak. Mamah yakin anak-anak nggak akan ninggalin Mamah nanti saat tua. Tapi Papah nggak kalau sifatnya kaya gini terus malah buat Mamah sakit-sakitan terus." Kali ini Iren sudah sangat yakin kalau dirinya akan tetap memilih pergi bersama Noah ke rumah anak-anaknya yang lain.

__ADS_1


Persetan dengan harta, toh ketika meninggal juga ia tidak akan membawa harta lagi. Persetan dengan suaminya punya istri baru. Toh nantinya juga kalau tahu sifat asli Thomy yakin istri mudanya tidak akan mau merawat Thomy, paling juga akan mencari hartanya saja.


"Baiklah kalau gitu kita cerai saja!"


Deg!!


Baik Noah maupun Iren tidak menyangka kalau Thomy akan berkata seperti itu. Segampang itu mengucapkan talak di depan anaknya, hanya gara-gara masalah yang sebenarnya sepele. Namun, Iren yang terlanjut kecewa pun tersenyum lega.


"Baiklah, kita akan ketemu di pengadilan. Ingat harta yang kita dapatkan saat ini adalah harta bersama sehingga akan dibagi dia paska kita cerai. Semoga Papah bahagia dengan kehidupan Papah nantinya."


"Ayo Noah, kita pergi Mamah bukan istri papah kamu lagi." Tanpa menunggu jawaban dari Thomy, Iren menuntun putra ke duanya menuju rumah Jati.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2