Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Siasat Jati


__ADS_3

Di rumah yang mewah. Tepat jam makan malam. Tiba-tiba ada kurir yang mengantar makanan.


"Apa itu Jat?" tanya Iren pada Jati yang membawa dua bok makanan. Dari isinya sudah menggugah selera keluarga Jati.


"Pancake dan risol mayo Mah, tadi Jati pesan di teman kerja. Karena banyak yang bilang enak. Makanya Jati pun pesan pengin cicipi juga," ucap Jati dengan membuka risol mayo dan pancake yang jadi jualan sang istri yang selalu laris manis. Tentu Jati sebelumnya sudah tahu bagaimana lezatnya makanan yang diolah oleh tangan sang istri.


Itu sebabnya Jati ingin mendekatkan Qara dengan keahlian Qara. Jati sih sekarang sangat yakin kalau Qara suatu saat nanti akan diterima oleh keluarganya. Itu semua hanya butuh proses.


"Wah kayaknya itu enak Bang. Bagi dong." Nara langsung mengambil pancake dengan beberapa rasa itu. Bukan hanya Nara, Noah, Thomy dan Iren pun berebut untuk mencicipi makanan yang sedang naik daun itu. Qara memang pandai cari celah untuk mencari peluang untuk membuat sesuatu yang sedang banyak disukai oleh warga Jakarta dan sekitarnya.

__ADS_1


"Wah, ini pancake nya enak, dan risol mayonya juga enak. kulitnya kenyal dalamnya tidak terlalu manis enak. Ngomong-ngomong dia buka toko kue di mana?" tanya Iren. Padahal biasanya wanita itu adalah orang yang sangat pemilih dengan makanan. Tapi begitu makan hasil tangan menantunya ia langsung cocok cocok di lidah Iren.


Mendengar pujian dari hasil masakan sang istri. Jati pun hatinya langsung berbunga-bunga. "Tidak ada toko Mah, mereka hanya buka orderan dari rumah saja. Tapi yang beli selalu banyak dan bahkan mereka selalu habis sebelum sore. Memang benar-benar banyak yang suka dengan produk mereka," puji Jati, yang diam-diam laki-laki itu sangat bangga pada sang istri. Yang benar-benar bisa menunjukkan kemampuannya untuk berdiri sendiri. Bahkan Jati sangat senang karena Qara benar-benar merintis usahannya sendiri. Tanpa bantuan sang suami.


Tidak hanya ide dan usahanya. Bahkan untuk nama prodak dan promosi sendiri. Sehingga mungkin Tuhan kasihan dengan kondisi Qara sehingga dalam waktu satu bulan Qara sudah bisa membuat produknya banyak disukai oleh warga sekitar. Bahkan yang sudah beli banyak yang beli lagi.


"Bang ini enak banget. Nara suka." Bukan hanya Iren yang suka dengan produk jualan Qara, bahkan adik bungsunya pun suka dengan makanan buatan kakak iparnya.


"Tapi ini emang enak ko Jati. Papah juga suka risol mayonya sangat pas mayonais dan isianya pas, serta kulit risolnya juga gurih dan enak. Pancake nya juga enak tidak bikin giyung. Nanti kalau ada acara bisa nih kayaknya oder dengan teman kamu." Thomy pun tidak mau kertinggalan.

__ADS_1


Yah jelas Jati senang luar biasa karena apa Qara impikan bakal terwujud. Tidak masalah mereka tidak melakukan hubungan suami istri atau apapun itu. Dengan melihat Qara berhasil dengan impiannya pun udah cukup membuat Jati bahagia luar biasa dengan kehebatan sang istri.


.


"Boleh Pah, malah itu ide bagus, Biar buat tambah-tambah untuk wanita itu yang hanya tinggal sendiri dengan adiknya. Itung-itung membantu usaha mereka. Nanti kalau mau oder bisa lewat Jati atau mau nomer penjualnya?" pancing Jati, mungkin dengan cara seperti ini Jati akan membuat Qara makin berhasil dan juga membuat Thomy bisa menerima Qara.


"Itu bisa diatur, semoga saja mereka sukses saja."


"Amin," balas Jati dengan semangat dan bersungguh-sungguh. Tidak hanya Thomy yang mendoakan penjual kue itu nyatanya Iren juga mendoakan Qara meskipun tidak secara langsung.

__ADS_1


Yah mungkin memang lebih baik mereka tidak tahu Qara biar Qara bahagia dan tidak tertekan. Kalau semua sudah setuju dengan hubungan Jati dan Qara baru Jati akan bongkar rahasia sesungguhnya antara Jati dan sang istri.


Bersambung...


__ADS_2