
Setelah berpamitan dengan abah dan kedua adiknya Qara dan Jati pun langsung keluar. Apalagi Dewa sepertinya sudah datang. Yah, benar saja bertepatan dengan Jati keluar Dewa juga turun dari kuda besinya. Di belakang ada Padi yang juga membawa kendaraannya. Yah mereka nanti pulang berboncengan Dewa dan Padi, karena motor Dewa dipinjam oleh Bambang Jati.
"Loe baru sembuh ngapain bawa motor sih." Sama dengan biasanya Dewa itu paling bawel masalah kesehatan Jati. Ia langsung protes dengan rencana Jati.
"Nah betul A Dewa, Qara juga kurang setuju A Jati naik motor dulu. Tapi susah dibilangin," adu Qara pada Dewa. Di mana mereka sudah jauh lebih dekat. Dibandingkan Padi yang baru ketemu dengan Qara.
"Tenang Qara, aku bawa dua helm, kalau nanti Jati ngebut-ngebut kamu getokan nih helm ke kepala Jati biar dia tahu rasa, dan jangan ngebut-ngebut lagi." Dewa memberikan kunci dan juga helm pada Jati dan Qara.
Mendengar candaan Dewa Jati hanya terkekeh samar.
"Qara ingatyah, Jati masih punya kuping dua, kalau dia sampai ngebut-ngebut kamu tinggal jewer saja! Kalau perlu tuh kuping sampai putus," imbuh Dewa sebelum Qara dan Jati pergi dengan menaiki motor pinjaman dari Dewa.
"Siap A Dewa. Terima kasih yah A Dewa dan A Padi yang mau direpotkan dengan A Jati," balas Qara dengan sopan.
"Ok sama-sama, selamat berkencan. Kami juga akan kencan," balas Dewa dengan bercanda memeluk pinggang Padi yang langsung dapat toyoran oleh Padi.
"Kencan tuh sama pohon randu," sungut Padi dengan menoyor kepala Dewa. Mereka memang lucu dan kocak.
__ADS_1
"Di jahat banget pohon randu banyak durinya, Ege," balas Dewa, sembari menepuk punggung Padi.
"Nah itu tujuannya biar meluknya lebih berasa."
Dewa dan Padi pun kembali ke markas the kalongs dari pada ikut kencan dengan Jati bisa-bisa langsung kepengin nikah juga. Sedangkan Jati dan Qara memilih menikmati malam minggu dengan keliling kota Jakarta. Qara memeluk punggung Jati, dengan mesra. Ini adalah pengalaman pertama Qara memeluk laki-laki sembari naik motor. Kesan pertama sangat romantis, akhirnya ia bisa merasakan apa yang wanita lain rasakan. Kepalanya disandarkan di punggung Jati. Matanya dipejamkan menikmati sensasi yang ternyata sangat membuat hatinya bahagia.
"Kita mau ke mana?" tanya Jati. Qara yang kurang jelas pun mendekatkan telinganya, lebih dekat dengan Jati.
"A Jati ngomong apa?" tanya balik Qara, maklum angin malam terasa kencang sehingga ia ngobrol dengan menggunakan helm itu sangat mengganggu, dan membuat jadi budeg.
"Mau jalan-jalan ke mana?" ulang Jati kali ini dengan suara yang jauh lebih keras lagi.
"Ok ..." Jati pun memilih sebuah mall yang cukup besar. Ia benar-benar memanfaatkan malam minggu ini untuk jalan-jalan, makan dan nonton.
Qara dan Jati langsung turun begitu sudah sampai di parkiran mall yang ramai terlebih malam minggu jelas ini menjadi tempat yang banyak diburu oleh anak muda dan keluarga untuk menikmati kebersamaan.
Jati membuka helm Qara dengan lembut dan merapihkan hijabnya, terakhir mencium kening sang istri. Untung parkiran sedikit sepi sehingga mungkin tidak ada yang melihat. Kalau ada yang melihat mereka bisa baper lihat pasangan uwu ini.
__ADS_1
"Kamu nggak keberatan kan kita jalan-jalan ke sini?" tanya Jati, agar sang istri tidak merasa kalau Jati hanya mementingkan kemauan sendiri saja.
"Iya tidak apa-apa," balas Qara dengan menggandeng tangan sang suami. Pertama yang dituju adalah tempat makan. Qara dan Jati pun menikmati kencan ala pasangan halal. Mereka makan dengan sesekali bercengkrama, dan ngobrol. Tidak jarang juga Qara dan juga Jati saling suap suapan. Setelah satu jam menghabiskan waktu di tempat makan. Jati dan Qara pun melanjutkan akan mengunjungi bioskop untuk menonton film.
"Abang ...." Suara yang sangat Jati kenal tiba-tiba terdengar di antara ramainya pengunjung mall. Sontak Jati langsung menoleh ke belakang.
Deg! Sesosok gadis kecil berdiri dengan menatap penuh tanya pada pasangan yang sedang bergandengan tangan.
"Kakak Qara ....?" Kini Qara dan Jati saling pandang.
"Kamu di sini sama siapa?" tanya Jati pada adik kecilnya. Kencan romantis pertama kalinya pun langsung membuat tegang Jati.
"Jadi A Jati dan Kakak Qara tidak berpisah? Kenapa tega bohongin Nara," lirih gadis kecil itu dengan tatapan yang tajam meminta penjelasan pada sepanjang suami istri yang sedang kencan.
#Kencan pun gatot (Gagal total)
Bersambung...
__ADS_1
...****************...