Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Pembuktian Jati dan Nara


__ADS_3

Hari terus berlalu, tanpa sadar sudah satu tahun paska Nara tinggal di rumah Jati. Nara kini juga sudah pindan ke sekolah di mana Deva dan Diki mengenyam pendidikan. Yang artinya saat ini Nara sudah kelas satu sekolah menengah pertama. Yah, sekolah Diki dan Deva memang lengkap mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan juga sekolah menengah atas. Sehingga yang sudah nyaman di sekolahan itu dari TK bisa dilanjut sampai sekolah menengah atas. Gak usah pindah-pindah udah tetap aja di situ.


Hubungan Jati, Nara dan kedua orang tuanya pun belum ada tanda-tanda akan membaik. Iren sendiri selama satu tahun ini hanya dua kali bertemu dengan Nara dan Jati, yaitu saat anak-anak mereka merayakan ulang tahun. Namun, masih belum bertemu dengan Qara, entahlah. Jati sih menduga kalau mamahnya juga diprofokasi oleh ayahnya. Yah pasti ada semacam ancaman dan kata-kata yang tidak mengenakan dari sang ayah. Apalagi menurut Noah ke dua orang tuanya pun masih sibuk dengan dunianya. Bekerja dan bekerja.


Jati sempat berpikir setelah ditinggal Jati dan Nara setidaknya perhatikanlah Noah, tetapi nyatanya Noah pun merasa kesepian. Noah sering main ke rumah Jati tanpa ada yang tahu baik Thomy maupun Iren. Dua orang tua itu masih menganggap kalau Noah ya sekolah dan les, tetapi nyatanya. Sepulang sekolah Noah sering menghabiskan waktunya di rumah Jati. Berkumpul dengan abang dan adiknya cukup membuat Noah senang.


Selama satu tahu juga Jati dan Trio kwek-kwek (Nara, Diki dan Deva) sudah bisa dikatakan memiliki penggemar tersendiri. Kalau Jati dan Qara kontennya lebih banyak disukai oleh kalangan dewasa atau bahkan emak-emak. Namun, kalau Nara dan dua D kontennya lebih banyak disukai anak muda, karena lebih banyak yang menghibur. Bahkan bisa dikatakan Nara dan dua D jauh lebih terkenal. Mereka sudah banyak pengikutnya di instagram, tik-tok, bahkan FB dan yang pasti chanel youtube-nya. Bahkan konten iseng-iseng bikin kegiatan sehari-hari ala-ala mereka banyak yang ditonton dan dibagikan oleh penggemarnya yang merasakan terhibur.


Yah Nara, Diki dan Deva mereka anggap lucu, saling jahil dan membuat tertawa yang menonton.


Idola Nara dan Diki serta Deva tidak bisa dikatakan sedikit karena mereka banyak yang mengenali Trio kwek-kwek itu. Noah pun senang ketika bersama dengan mereka, konten mereka lebih banyak bercanda, tetapi real tanpa dibuat-buat sehingga banyak yang suka, dan merasakan natural.

__ADS_1


Jati sendiri adsense dari konten bisa membeli mobil pribadi dan motor sport, dan toko kue yang makin banyak cabangnya.


Sedangkan Nara dan dua D juga bisa beli mobil bersama, dan tabungan untuk pendidikan. Mereka memang bikin konten tidak setiap hari karena terbatas waktu dibagi antara membuat konten dengan sekolah. Namun, fans mereka yang sudah banyak, sehingga banyak endorsement dari beberapa barang yang bisa menambah uang jajan mereka.


Sampai detik ini Nara dan Jati sukses baik Iren maupun Thomy tidak ada yang mengucapkan selamat atau bahkan sekedar bangga karena dia membuktikan bisa tetap hidup baik tanpa meminta uang dari mereka.


Nara sendiri semakin merasakan jauh dengan ke dua orang tuanya. Bahkan Nara lebih dekat dengan abah dan saudara kakak iparnya, dibandingkan dengan ke-dua orang tuanya sendiri.


Hanya Noah yang tidak ada hasil apa-apa karena memang Noah tidak suka dengan kegiatan seperti itu, Thomy dan Iren pun terbukti terlalu memanjakan Noah. Mungkin mereka ingin menunjukkan pada Jati dan Nara. Noah tetap tinggal di rumah, dan semua kebutuhan tercukupi. Tidak seperti mereka yang hidup pas-pasan tinggal di. rumah sempit.


Bahkan untuk ulang tahun, Noah mendapatkan kado mobil dari papahnya. Motor sport Jati pun diambil alih Noah. Namun Jati tetap santai toh dia bisa beli yang jauh lebih baik dan yang membuat bangga tentu hasil dari keringat sendiri.

__ADS_1


Thomy bahkan dengan terang-terangan mengunggah acara ulang tahu Noah dan kadonya. Lagi-lagi mungkin ingin menunjukkan kalau dia bisa memberikan apa pun yang anaknya mau selagi anaknya tidak membangkang. Sering Thomy membuat unggahan yang ditujukan untuk Jati dan Nara, bukan hanya Thomy tetapi keluarga Thomy pun seperti itu, termasuk kakek dan neneknya. Namun, Jati dan Nara tidak terpancing, bahkan mereka sengaja tidak berteman dengan mereka.


Kalaupun Nara dan Jati tahu postingan-postingan papahnya dan keluarganya jelas dari tim-tim kepo mereka.


Bukan Qara ingin memisahkan mereka dengan keluarganya, hanya saja, bagi Qara Thomy dan keluarganya yang terlalu tinggi harapan menantunya. Pertama-tama Qara diperlakukan seperti itu sakit hati tentunya, tetapi makin ke sini Qara pun makin cuek. Toh dia baik seperti bidadari atau bahkan malaikat kalau mertuanya modelan Thomy ya tetap aja terlihat seperti iblis. Qara sekarang lebih santai. Dia tidak suka ya udah, yang penting Qara tidak pernah memprovokasi Jati maupun Nara untuk membenci keluarganya.


Apa yang dilakukan Qara selama ini justru kebalikannya, tetapi namanya juga sudah benci bener sekalipun tetap aja salah. Yah, seperti itulah kalau sudah benci, tidak akan ada yang terlihat baik lagi.


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2