Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Kumpulan dengan Anak


__ADS_3

Di dalam mobil. Iren diam cukup lama, mencoba menguasai api kemarahannya. Dalam dadanya bergejolak perasaan kecewa, marah yang hebat.


"Jangan sedih, Noah yakin Mamah akan jauh lebih bahagia dari pada Papah. Kita tidak akan membiarkan Mamah menderita," ucap Noah dengan menggenggam tangan sang bunda.


Iren pun menatap wajah anak ke duanya.


"Terima kasih sudah menguatkan Mamah. Yuk kita ke rumah abang kamu Mamah kangen dengan anak-anak Mamah dan menantu Mamah." Meskipun hati Iren sedang tidak baik-baik saja tetapi ia mencoba menyembunyikan perasaanya. Iren yakin bersama dengan anak-anaknya jauh lebih bahagia dari pada seperti selama satu tahu ini dia cape dan juga ingin bebas dari aturan-aturan Thomy.


Noah kembali menggenggam tangan sang Ibu. "Mamah yakin akan meninggalkan Papah? Papah itu keras kepala nanti malah dia akan berbuat sesuka papah yang membuat Mamah jadi menyesal."


"Kamu tenang saja Sayang. Mamah sudah pikirkan semua ini. Lagian kamu tahu dan dengarkan kalau Papah kamu tadi sudah menceraikan Mamah itu tandanya kita hany tinggal mengurus perceraian di pengadilan." Iren pun bergantian mengusap tangan putra ke duanya.


"Maafkan Noah, gara-gara Noah, Mamah dan Papah malah jadi cerai," ucap Noah dengan wajah dan nada yang merasa bersalah.


"Jangan berbicara seperti itu Mamah tidak pernah berpikir seperti itu. Sebenarnya Mamah juga merasakan seperti kamu. Mamah juga cape menghadapai sikap Papah kamu. Mamah sempat berpikir kalau Papah kamu pasti akan berubah, tapi nyatanya Mamah tidak melihat ada tanda-tanda Papah kamu akan berubah. Papah itu sangat keras kepala."


Noah pun mengulas senyum dan mengangguk paham tentang rasa yang sang mamah rasakan juga. Malam ini Iren pun langsung menyusul ke rumah Jati. Berbeda dengan Jati dan Nara yang pergi tidak membawa apa-apa. Iren justru sebelum pergi memerintahkan asisten kepercayaanya untuk merapihkan barang-barang berharga dan pakaiannya. Ia memutuskan akan tinggal di rumah yang lain. Bukan hanya barang berharga yang ia miliki di rumah itu, semua aset atas nama Iren pun langsung dibawa. Beguitupun Noah barang-barang dan kendaraan Noah di bawa. Meskipun sempat mendapat penolakan dari Thomy, tetapi laki-laki itu tidak biasa berkutik ketika semuanya diperintahkan oleh Iren.

__ADS_1


Sementara itu di rumah Jati, memang sedang diadakan makan malam yang spesial menyambut bahagia karena akhirnya Qara pun hamil setelah hampir dua tahun menunggu.


"Abang ...." Iren yang baru masuk bersama Noah dari pintu samping di mana mereka sedang berada di taman belakang, tepatnya tempat di mana Tri Kwek-kwek membuat konten-kontennya.


Jati pun cukup terkejut ketika sang ibu tiba-tiba dantang dan memeluk Jati dengan kencang. Jati menatap Noah dengan tatapan yang minta penjelasan, terlebih ketika Iren tiba-tiba justru terisak sedih. Sementara yang lain pun cukup kaget dengan apa yang terjadi dengan Iren.


Bisa dikatakan ini adalah kali pertama Iren datang ke rumah Jati. Iren memang beberapa kali bertemu Jati, Qara dan juga Nara, tetapi biasanya janjian di suatu tempat dan itu pun tidak terlalu lama, tetapi kali ini Jati tahu kalau sedang terjadi sesuatu dengan sang Ibu.


"Mamah, ini ada apa?" Jati mencoba melihat wajah Iren yang disembunyikan karena menangis.


"Mamah, ini kenapa sih. Apa terjadi sesuatu dengan Mamah?" tanya Iren yang tidak ingin ketinggalan ingin tahu apa yang terjadi pada sang ibu. Iren pun gantian memeluk Nara, lalu Qara.


"Jati tahu ini ada terjadi sesuatu tapi apa?" tanya Jati tanpa basa basi.


"Mamah atau Noah yang akan cerita?" tanya Noah pada Iren.


"Kamu aja Sayang. Mamah belum siap," balas Noah, membiarkan putra ke duanya menceritankan apa yang terjadi. Tanpa membuang waktu, basa basi apalagi sampai pakai pidato pembukaan, Noah pun langsung menceritakan kenapa Iren dan dirinya sampai di sini. Termasuk Thomy yang sudah menceraikan Iren. Semuanya Noah ceritakan dengan detail tanpa ada yang di tutup tutupi.

__ADS_1


Kini gantian Jati yang memeluk Iren dan mengusap punggung sang bunda seolah memberikan kekuatan.


'Mamah jangan sedih. Kita janji Mamah tidak akan kekuarangan apa pun di sini. Jati janji akan selalu membahagiakan Mamah. Mamah tidak akan rugi hanya kehilangan satu orang. Biarkan Papah memilih jalan hidupnya. Dan Mamah akan bahagia dengan anak-anak Mamah semuanya di sini saudara." Jati menujuk adik-adiknya dan adik ipar serta tidak ketoinggalan Abah yang sejak tadi juga menyimak obrolan mereka.


Iren pun tersenyum penuh bahagia.


"Terima kasih kalian memang anak-anak Mamah. Sejauh ini Mamah tidak menyesal sama sekali kehilangan Papah. Mamah malah senang karena sekarang Mamah banyak teman untuk berbagi cerita."


Iren pun mengucapkan selamat langsung pada Qara dan menatu dan mertua itu pun nampak hangat ngobrol hal-hal yang ringat. Iren juga mengucapkan bangga dengan kerja keras Qara membuktikan contohnya pada anaknya. Iren juga bangga pada Qara yang benar-benar merubah Jati tidak lagi jadi berandalan.


Jati sekarang sangat berbeda dengan Jati yang dulu. Bahkan Iren sampai malu karena Jati justru lebih dewasa mampu mengayomi adik-adiknya, dan sayang istri dan tanggung jawab juga dari segi ekonomi dan kerja apa saja tidak ada gengsi. Iren pun wajar dan mengerti kenapa mereka bisa sukses meskipun berangkat dari orang yang tidak punya apa-apa dan tanpa bantuan sedikitpun dari dirinya dan juga Thomy. Jati membuktikan bahwa semua yang dikerjakan dengan serius dan niat besar maka semuanya akan berbuah manis. Seperti yang Noah lakukan selama ini.


Malam ini pun semakin ramai dengan datangnya Noah dan Iren mereka benar-benar bahagia dengan kebersamaan ini. Jelas Iren yang masih sakit hati dengan sang suami dan masih menyimpan kotak suaminya pun mengunggah setatus dengan kebersamaan anak-anaknya. Harapannya Thomy melihat statusnya dan menyadari kesalahannya sebelum semuanya terlambat.


Akankah Thomy menyesal dan memperbaiki keluarganya,  atau justru Thomy kembali membuat masalah dan berujung kemarahan anak dan mantan istrinya?


bersambung....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2