Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Halunya Nara


__ADS_3

Pagi hari menyapa berhubung ini adalah hari minggu maka aktivitas pun pada kumpul di rumah termasuk Nara sebagai penunggu baru rumah Jati. Gadis kecil itu pun cukup kaget karena ternyata makanan yang pernah abangnya bawa adalah hasil produksi dari kakak iparnya. Jelas ia bukan kaget tapi bangga juga karena kakak iparnya memang tidak menye-menye buktinya bisa bangun usaha yang jelas rasanya enak.


Di rumah ini Nara juga tidak seperti di rumah ke dua orang tuanya. Dia sangat merasakan bahagia karena pada akhirnya dia bisa bangun pagi dan ibadah bersama. Tidak seperti di rumah ke dua orang tuanya. Jangankan untuk ibadah bersama. Untuk ngobrol pun sangat jarang sibuk masing-masing, termasuk dengan Jati yang Nara sendiri sebenarnya seperti tidak memiliki abang. Namun, di sini semuanya ditebus. Nara merasakan ada keluarga yang sayang dengan dirinya.


Nara pagi-pagi pun membantu kakak iparnya memasak meskipun dia sebenarnya tidak membantu-bantu banget, dia hanya membuat rusuh. Maklum ketika Qara meminta ambilkan jahe atau kunyit dan lain-lain di dalam kulkas dia justru kembali bertanya seperti apa yang dimaksud oleh Qara. Sehingga akhirnya Wara mengambil sendiri apa yang ia butuhkan, tapi tetap Qara memberitahukan seperti apa yang namanya kunyit, jahe, dan bumbu dapur lainnya.


Pukul tujuh seperti hari biasanya mereka sudah duduk rapi mengelilingi meja makan untuk menikmati masakan hasil Qara. Sedangkan di bangunan sebelah juga sudah sibuk dengan produksi orderan, pokoknya setiap jam lima sudah ada karyawan yang masuk sebagian untuk mulai produksi dan sebagian lagi masuk di jam delapan untuk mulai paking-paking orderan yang akan dikirimkan hari ini. Tidak hanya paking, tapi juga melayani pembeli yang datang langsung ke rumah mereka. Terutama reseller-reseller yang datang untuk mengambil orderan mereka.


"Semalam Abang dan Kakak Qara sudah bicara masalah sekolah kamu. Karena kamu sudah kelas enam, maka sekolah akan dilanjutkan di sekolahan kamu yang lama. Dan untuk nanti kalau kamu sudah lulus, kamu akan melanjutkan sekolah di sekolahan Diki dan Deva. Karena tempat itu yang jauh lebih dekat dan untuk biayanya juga jauh lebih terjangkau. Kamu belajar yang bener jangan bikin malu Abang, kalau bikin malu aku kirim balik kamu ke rumah Thomy," ucap Jati setelah sarapan pagi dia kembali melanjutkan ceramah pada Nara.


"Iya, Nara tau." Yah, seperti biasa Nara akan menjawab dengan ucapan seperti itu.


"Dan, untuk kerjaan Jati dan Qara semalam sudah sepakat kalau Jati akan kembali melanjutkan konten youtube Jati yang pengikutnya sudah lumayan banyak dan sudah ada penghasilannya. Hanya bedanya sekarang kontennya bukan otomotif seperti sebelumnya, tapi tentang masakan, nanti Qara yang masak dan Jati yang rekam dan edit-edit. Selain itu juga akan coba bukan cabang untuk usaha utama Qara. Doain Abah, Deva, Diki, Qara, semoga usaha yang ini juga bisa menghasilkan penghasilan agar tidak hanya mengandalkan dari usaha yang sudah kita punya." Jati juga membeberkan apa yang akan dilakukan ke depannya. Mengingat dia juga sekarang sudah tidak ada kerjaan lagi. Kalau hanya mengandalkan orderan Jati takut akan merepotkan Qara karena itu sesungguhnya Qara yang membuat idenya.


Lagipula keahliannya untuk edit video dan foto tidak berguna, sekarang saatnya ia mengembangkan hobby-nya.


Dan tentu semalam Jati juga sudah menjelaskan pada abah dan adik iparnya apa yang terjadi. Kenapa juga Nara bisa memilih tinggal sama Jati. Dan Abah tidak sama sekali keberatan dengan apa yang terjadi dengan menantu dan adiknya. Justru abah bangga karena itu tandanya Jati mau menerima Qara apa adanya dan mau juga hidup susah dan bertanggung jawab sama anaknya.


Meskipun Abah sebagai orang tua juga sedih karena Jati yang tandanya membatah orang tuanya. Namun, Jati juga menjelaskan bahwa sebelumnya dia sudah berusaha berdiri ditengah-tengah mencoba mendamaikan keduanya. Memberi pemahaman pada orang tuanya tentang pilihannya. Jati juga menjelaskan bahwa niatnya tidak seperti ini. Niatnya suatu saat nanti dia akan menjelaskan pada orang tuanya tentang Qara sembari pelan-pelan mendekatkan Qara dan membuktikan bahwa Qara adalah wanita yang baik dan tidak matre seperti yang ayahnya katakan.

__ADS_1


Namun, semuanya belum berjalan dengan lancar. Thomy sudah lebih dulu mengetahui dan marah-marah di depan umum sebagai anak dan juga suami, dia tidak terima dihina seperti yang dilakukan Thomy. Jati marah dan memutuskan ke luar dari rumah orang tuanya ada alasannya.


Abah juga sebagai orang tua menasihati agar Jati dan Nara tetap berusaha baik pada ayahnya. Karena bagaimanapun mereka orang tua mereka. Meskipun Abah tidak keberatan kalau Nara dan Jati tinggal di sini. Toh kalau rumah ini juga punya Jati.


"Abah akan selalu dukung apa pun usaha kalian. Dan Insyaallah kalau mau usaha pasti tetap ada hasilnya."


"Deva juga setuju."


"Diki juga setuju dan doakan semoga usaha Aa dan Teteh makin lancar apa pun itu."


"Nara juga mau bikin channel youtuber lah. Biar bisa bikin konten juga dan tambah-tambah buat uang jajan." Nara yang paling aneh jawabannya. Sontak saja Jati langsung menatap heran pada adik bungsunya.


"Kakak Qara mau bikin konten masak-masak. Nara juga mau."


Huahahahah .... Jati yang paling tertawa kencang mendengar ucapan adiknya. Yang menurut Jati itu halu.


"Mau bikin konten masak, bedain garam sama gula aja nggak bisa. Jangan halu. Mending kamu bantuin bikin risol sama pancake nanti digaji setiap satu gulungan seratus perak." Nah kan Jati sudah mulai memancing Nara buat marah lagi.


"Kalau gak mau bantu gulung-gulung bantu cuci piring yah A." Deva yang memang sedikit banyak sama kaya Jati iseng pun langsung menyela dan berhasil membuat Nara mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Apa sih kamu. Ikut-ikut aja. Kamu aja yang cuci piring. Aku nggak bisa," balas Nara dengan gaya slay-nya menanggapi candaan Deva. Cocok kan kalau mereka bersama pasti berantem terus. Kuat-kuat aja Abah, Qara punya adik dan suaminya yang super jail.


"Ya emang kamu mah cocoknya bikin konten kaya gituan. Bikin konten masak siapa yang mau nonton kalau bumbu dapur aja nggak tau." Jati auto membela Deva.


"Ya apa atuh yang kira-kira bisa dikerjain sama Nara biar Nara juga punya penghasilan plus terkenal. Kan kalau di youtube atau jadi selebgram bisa terkenal dan dapat duit yang banyak."


Hahahah.... kembali Jati dan Deva kali ini Diki juga ikut tertawa dengan ucapan Nara. Yang ternyata pengin jadi artis dan juga pengin dapat duit yang banyak.


"Udah-udah kamu lebih baik cuci piring. Lagian youtube pengin dapat duit juga enggak segampang itu apalagi mau jadi artis atau selebgram. Jangan ngada-ngada deh kamu Nara." Jati menunjuk piring-piring yang kotor.


"Abang, Nara kan juga pengin tunjukkin sama Papah kalau Nara bisa tetap dapat duit juga dan tentu bisa hidup bahagia. Tidak manja seperti yang Papah bilang selama ini."


Mendengar ucapan Nara, Jati pun langsung diam. Ia juga yang dikatakan adiknya kalau Nara mau berusaha siapa tau memang Nara juga bisa membuat karya mungkin dengan konten yang bermanfaat dengan anak-anak seusianya. Jati dan Qara saling pandang seolah mereka sedang berdiskusi lewat tatapan mata.


#Kasih ide dong kira-kira Nara bikin kerjaan apa biar bisa membuktikan pada Thomy biar dia sukses juga setidaknya gak nyusahin orang tua....


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2