Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Istri Rahasia


__ADS_3

Setelah Jati dan Qara memanfaatkan waktu kebersamaanya. Kini pasangan suami istri itu pun bersiap akan meninggalkan rumah mewah dengan tiga lantai itu.


Wara menghentikan langkahnya. "A Jati, gimana kalau Qara pamitan pada Nara. Kasihan pasti dia sangat sedih kalau Wara tidak pamitan," ucap Qara ketika mereka keluar dari kamar Jati.


"Tidak usah lah, nanti malah Nara makin sedih," balas Jati. Namun, justru cara berpikir Qara berbeda dengan Jati, Qara justru yakin kalau ia pamit pada Nara adik iparnya pasti bakal baik-baik saja dan bisa menerima keputusan mereka.


"A, kali ini aja cuma sebentar kok." Qara memberikan tatapan permohonan dan akhirnya Jati pun mengizinkan Qara pamitan pada Nara. Wanita berhijab itu pun langsung menggunakan waktu yang Jati berikan untuk pamitan pada adik iparnya.


Setelah mengetuk pintu kamar adik iparnya, Qara perlahan pun membuka pintu berwarna putih. Kamar dengan warna pink muda dengan desain mewah pun langsung membuat Qara takjub. Memang mertuanya sangat kaya ia sadar sih itu alasan Thomy tidak akan pernah merestui pernikahan mereka itu semua karena memang Qara dan keluarga Jati benar-benar berbeda jauh banget. Bahkan Qara selama tinggal di rumah mertuanya masih belum hafal setiap sudut rumah ini, itu semua karena rumah sangat besar.

__ADS_1


"Nara, Kakak masuk yah," ucap Qara, meskipun tanpa menunggu jawaban Qara pun tetap masuk.


"Kakak mau pergi sekarang yah?" tanya Nara dengan suara yang parau dan mata yang bengkak, bisa Qara tebak gadis usia tiga belas tahun itu terlalu banyak menangis.


"Iya Kakak akan izin pamit pada Nara, tapi Kak Qara janji akan sering bertukar kabar dengan Nara, dan nanti kalau sudah punya rumah di Jakarta, Nara boleh main," balas Qara dengan yakin.


Gadis kecil itu hanya mengembangkan senyum samarnya. "Kalau gitu Kakak baik-baik yah, Nara nanti pasti bakal main ke rumah Kakak." Nara pun sekarang sudah jauh lebih tenang. Qara sendiri langsung memeluk tubuh adik iparnya. Mereka menggunakan waktu yang tersisa. untuk bermanjaan. setelah puas kini Qara pun kembali turun menemui Jati. Mereka pun pukul dua pergi dari rumah Thomy. menuju tempat yang sudah Jati pilihkan untuk Qara.


"Maaf yah kamu sekarang jadi istri rahasia aku, tapi aku janji aku akan sering-sering mengunjungi kamu," ucap Jati, yang memilih pergi menggunakan taxi. Yah, jelas alasanya agar orang tuanya tidak tahu ke mana Qara pulang. Jangan sampai drama yang mereka mainkan ketahuan oleh Thomy.

__ADS_1


Meskipun terlihat dari wajah Thomy laki-laki itu percaya dengan apa yang Jati katakan tapi bisa saja mereka tetap curiga dengan apa yang Qara dan Jati rahasiakan.


Qara membalas dengan senyuman. "Kata orang cinta itu butuh  perjuangan, jadi anggap saja ini kita sedang berjuang," balas Qara dengan yakin. Yah. Jati pun bangga dengan Qara yang tidak pernah menyerah memperjuangkan cinta mereka. Bahkan Jati akui tanpa Qara yang setuju dengan ide Papahnya mungkin sekarang dia masih galau dengan perasaanya.


"Kamu memang istri terbaikku, aku bangga dengan kamu. Semoga kita bisa lewati ujian ini yah," ucap Jati sembari memeluk Qara. Berat rasanya harus menjalani drama-drama. seperti ini, tapi benar apa kata Qara cinta butuh perjuangan.


"Amin, kan suaminya juga baik jadi istrinya juga baik," balas Qara dengan nada yang menggoda. Hingga Jati terkekeh karena kelakuan sang istri yang sekarang bisa genit juga.


Padahal ia baru sekali buka les privat, tapi rupanya Qara pandai untuk menyerap ilmu yang Jati ajarkan.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2