
"A, ini apaan?" tanya Qara ketika tiba-tiba Jati meminta agar Qara menutup matanya.
"Ini namanya kejutan, Sayang," ucap Jati dengan tangan yang menutupkan kain hitam di kedua mata Qara.
"Iya aku tahu, tapi untuk apa kejutan toh tidak ada yang spesial," balas Qara, kekeh tidak ingin kalau matanya ditutup-tutupi dengan kain oleh Jati.
"Ini spesial. Udah kamu jangan banyak tanya. Aku pastikan kamu pasti akan sangat bahagia kalau tahu kejutan yang sudah aku siapkan." Jati pun semakin kekeh kalau Qara harus menutup matanya.
Ck ... Qara mengecap bibirnya cukup keras. "Awas aja yah kalau nanti tidak menarik kejutannya." Qara pun akhirnya pasrah dan tidak masalah kalau Jati menutup matanya.
"Iya-iya, aku yakin kamu pasti akan suka dengan kado yang aku berikan."
__ADS_1
Akhirnya Jati pun berhasil menutup mata Qara. dan dengan dituntun oleh sopir akhirnya Qara pun masuk ke rumah yang sudah Jati siapkan dari sebelum menikah dengan Qara. Yah, memang Jati sudah menyiapkan semuanya untuk menjalani hidup dengan Qara.
Jati pun menatap mertua dan adik iparnya yang ternyata memang sebelumnya sudah datang. Lagi, berkat bantuan dari Dewa akhirnya Abah dan kedua adik ipar Jati mau juga ikut pindah ke rumah yang Qara akan tempati nantinya. Meskipun Abah tidak tahu yang sebenarnya. Yah, Jati tidak ingin menambah pikiran Abah dan kedua iparnya dengan pernikahan rumit yang mereka jalani.
"A Jati, apa ini sudah boleh di buka? Matanya gelap banget Qara pusing," rengek Qara, jelas itu hanya akal-akalan saja. karena Qara sudah tidak sabar ingin segera tahu apa yang sekiranya akan jadi kejutan Jati untuknya.
"Ok, kalau gitu aku akan buka." Jati meminta agar Qara menunduk supaya Jati bisa dengan mudah membuka penutup matanya. Qara pun mengikuti arahan dari suaminya. Ia menunduk dan Jati pun dengan mudah membuka penutup mata sang istri.
"Abah, Qara kangen," ucap Qara dengan mencium punggung tangan abah dengan tazim.
"Jati semalam telpon Abah agar ikut tinggal dengan kamu," ucap Abah dengan pandangan mata menatap menantunya.
__ADS_1
"Aku tidak tega kalau kamu tinggal di sini seorang diri, makanya aku minta mereka untuk temani kamu tinggal di sini. Maaf Abah, karena untuk ke depannya Jati akan lebih fokus dengan penyembuhan Jati dan kerjaan, mungkin Jati akan titip Qara di sini dulu, tapi kalau semuanya sudah sembuh Jati pasti akan tinggal di sini juga," ucap Jati kembali menjelaskan alasan agar abah dan kedua adiknya ikut pindah ke rumah baru yang Jati beli untuk Qara.
Bohong sih, tapi setidaknya apa yang Jati katakan tidak seratus persen bohong juga, Jati memang akan fokus dengan terapi kakinya, dan kembali bekerja, tapi yang paling utama adalah melindungi Qara dari ancaman ayahnya.
"Kamu tenang aja Qara akan aman dengan kami." Abah dan dua adik ipar Jati pun sudah sepakat akan pindah ke Jakarta, meskipun ribet harus ngurus surat pindah sekolah untuk Deva dan Diki, tapi di Jakarta mereka akan jauh lebih aman dari pada di kampung, di mana alamat mereka sudah diketahui oleh Thomy suatu saat Jati takut kalau Thomy akan menemui Qara andai Thomy tahu kalau Qara dan Jati tidak benar-benar berpisah.
Saat ini Qara benar-benar jadi istri rahasia Jati. Semua Jati lakukan demi melindungi Qara. Ia tidak pernah main-main kalau sudah sayang dengan seseorang. Semua akan Jati lakukan demi bisa melindungi wanita yang dicintainya.
Untuk sekarang Jati akan tetap tinggal di rumah orang tuanya, tapi bukan tidak mungkin kalau Thomy tetap tidak akan ada niatan berubah Jati juga akan meninggalkan keluarganya dan hanya hidup dengan keluarga Qara.. Laki-laki itu yakin dia akan tetap bisa menghidupi sang istri meskipun tk bekerja di perusahaan sang ayah.
Bersambung...
__ADS_1
...****************...